
Melihat Lili berada di bawah nya , Reyna pun langsung meminta sang suami agar menurunkan nya dari gendongan nya . Setelah kakak sulung nya sempat bersujud , kini giliran kakak kedua nya yang melakukan hal tak sepantasnya terhadap nya . “ kak Lili jangan seperti itu . “ cegah Reyna dengan membantu Lili agar berdiri kembali , tapi Lili tak bergeming saat Reyna meminta nya untuk kembali berdiri .
Mungkin Lili pikir , dengan melakukan seperti ini adik bungsunya bisa menarik laporan nya . Lili tidak akan menyerah dan akan tetap seperti ini sebelum adik bungsunya , mengeluarkan Ibu nya dari jeruji besi . “ Za , kak Lili mohon jangan laporkan ibu ke polisi . Kak Lili tahu , kamu membenci Ibu . Biar kakak saja yang menggantikan Ibu , atas hukuman yang pernah Ibu perbuat terhadap kamu , tapi kakak mohon lepas kan Ibu . “ Lili ternyata terus memohon pada Reyna , padahal Reyna sendiri terus meminta lili agar segera bangun .
“ Kızıma zarar veren kişinin peşini bırakmayacağım ( Aku tidak akan melepaskan orang yang telah menyakiti putri ku ) . “ ujar tuan usman dengan menggunakan bahasa negara nya .
Tentu saja semua orang memusatkan perhatian nya pada tuan usman , apalagi suara tuan usman yang cukup keras , hanya saja mereka semua tidak mengerti apa yang di ucapkan Tuan usman , meski suara tuan usman cukup nyaring . Hanya Arga yang mengerti dan tahu arti dari ucapan tuan usman , karena Arga cukup menguasai bahasa ayah mertuanya , selain itu Arga pun tahu jika tuan usman ayah kandung dari sang istri .
’ Seperti nya memang benar dugaan ku , kalo yang melaporkan Ibu ke pihak berwajib adalah tuan ini . ’ batin Lala , kala melihat kedatangan tuan usman . ’Tapi apa hubungannya Ibu dengan tuan ini , kenapa aku merasa tuan ini begitu mengenali Ibu , sampai - sampai tuan ini melaporkan Ibu ke polisi , padahal aku sangat yakin tuan ini tahu Ibu tidak sengaja mencelakai za . Bahkan Ibu pun langsung berubah , ketika melihat tuan ini masuk ke ruangan za . Sebenarnya ada ini , kenapa aku merasa di balik kejadian ini ada rahasia besar . ’ batin Lala dengan menerka - nerka kejadian demi kejadian .
Sekali lagi , Reyna meminta Lili untuk berdiri . Rasa - rasanya sangat tidak elok melihat orang yang lebih tua dari nya sampai bertindak sejauh ini , apalagi semua ini demi perempuan yang melahirkan dirinya dan kedua saudara perempuan nya , belum lagi ada orang lain seperti tuan usman yang menyaksikan semua nya . “ Kak Lili , aku mohon bangun lah ! tanpa kakak berbuat seperti ini pun , za akan tetap membantu membebaskan Anne . “ pinta Reyna sekali lagi dengan memberikan kode , agar Lili mengerti maksud nya dan kali ini Lili ternyata mengikuti ucapan Reyna dengan beranjak berdiri . “ mas itu ada tuan usman datang , mas bisa menyampaikan permohonan maaf ku karena kejadian di ruang kerja ku. “ Arga pun langsung mengikuti permintaan sang istri dengan mendekati tuan usman , selain karena permintaan sang istri , Arga pun ingin menyampaikan sesuatu pada tuan usman mengenai masalah yang terjadi hari ini .
__ADS_1
Berbeda dengan Lala yang terus memperhatikan tuan usman , tanpa membuka suaranya atau pun menegaskan pada Lili jika bukan Reyna atau pun Arga yang melaporkan Ibu mereka ke pihak berwajib , melainkan laki-laki yang baru saja datang . Entah lah Lala sangat yakin jika yang melaporkan Ibu nya ke pihak berwajib adalah tuan usman , selain itu Lala merasa ada yang aneh dengan laki-laki yang baru saja muncul dan membuat kekacauan di keluarganya , kalo bukan karena ada sesuatu buat apa laki-laki yang baru saja muncul itu sampai melaporkan Ibu nya. Padahal jelas laki-laki itu tahu , Ibu nya sama sekali tidak bermaksud mencelakai sang adik .
Sementara Lili justru sama sekali tidak menghiraukan kehadiran tuan usman , selain Lili tidak mengenal tuan usman atau pun bertemu dengan tuan usman secara langsung , Lili pun tidak tahu kronologi kejadian sampai Ibu dan adiknya harus di rawat ke rumah sakit , yang Lili tahu Ibunya masuk ke rumah sakit karena penyakit nya kambuh , sampai - sampai Ibu nya mencoba memutuskan pergelangan tangannya dan itu semua penjelasan langsung dari Lala . “ Za , kamu sungguh - sungguh akan membebaskan Ibu kita kan ? “ Lili malah memastikan , seolah Reyna lah yang benar-benar telah melaporkan Ibu nya ke pihak berwajib .
Reyna menghela napas panjang , karena kakak kedua nya seperti nya masih salah mengira . Padahal Reyna sendiri sudah memberi pengertian , jika bukan dirinya yang melaporkan Ibu mereka . “ kak _____ “
“ Maaf Nona beyza , bisa Nona ikut dengan kami ? tuan usman Ahmed ingin berbicara dengan Nona . “ potong salah satu pengawal tuan usman .
Reyna memicing kan matanya dengan heran , kala laki-laki yang sedari tadi mengikuti tuan usman meminta nya untuk ikut dengan nya karena tuan usman ingin berbicara dengan dirinya , bukan kah Reyna sudah meminta sang suami agar menyampaikan permohonan maaf nya .
“ Kamu siapa ? ada urusan apa tuan mu dengan adik ku , tidak tahu kah keadaan nya sangat genting . “ semprot Lili yang merasa laki-laki yang mendekati nya , ralat maksud nya mendekati sang adik benar-benar telah mengganggu nya .
__ADS_1
Pengawal tuan usman ternyata tidak menghiraukan Lili , dia malah kembali meminta Reyna agar ikut dengan nya . “ Nona beyza silahkan ikut saja dengan kami , tuan usman Ahmed hanya ingin berbicara dengan Nona beyza . “ pinta nya sekali lagi .
" Za , sebaiknya kamu ikuti permintaan nya. “ timpal Lala , Lala cukup penasaran apa yang akan di bicara kan tuan usman pada Reyna , Lala yakin semua ini ada kaitannya dengan sang ibu.
*
“ Di mana tuan usman nya . “ akhirnya Reyna pun mengikuti permintaan pengawal tuan usman dan kini Reyna di bawa ke ruangan di mana pemilik rumah sakit di mana Reyna bekerja .
“ Silahkan Nona beyza duduk dulu ! Tuan Usman Ahmed akan segera datang kemari . “ pinta seorang pengawal yang meminta Reyna untuk ikut , sementara tuan usman sudah lebih dulu pergi dengan Arga saat pengawal nya mendekati Reyna .
Bersambung
__ADS_1