
“ Baiklah , suami ganteng mu tidak akan menggoda mu lagi . Tapi sayang , apa kamu tidak ingin mengenalkan suami ganteng mu pada ibu mu sayang ? “ ternyata kelakar suaminya membuat Reyna melepas pelukan ternyaman nya , setelah Arga membahas tentang ibu yang selama ini membencinya .
Reyna berpikiran ibunya membenci dirinya , karena sikap ibu selama ini menunjukkan rasa benci yang amat sangat pada Reyna .
******
“ Kenapa Anne tidak pernah menyayangi za ? apa za itu bukan anak Anne ? “ ujar Reyna kecil dengan menangis sesegukan saat tidak mendapat boneka baru seperti kedua kakaknya .
Lala yang merasa kasihan dengan adiknya yang merengek karena tidak di beli kan apa - apa oleh ibu nya , hendak memberikan boneka doraemon yang dia dapat dari ibunya . Lagian Lala merasa sudah cukup besar , kenapa malah dirinya yang di belikan boneka bukan adik bungsunya saja yang tentu akan sangat senang . Apalagi kucing berwarna biru itu , animasi kartun kesukaan nya . “ kakak mau ngapain ? “ tanya ibu saat melihat anak sulung nya ingin mendekati anak bungsu nya yang terlihat menangis .
“ Boneka doraemon nya buat za aja bu , yang suka dengan doraemon itu kan za , bukan kakak . Lagian kakak itu udah kelas 2 SMP , masa di kasih Boneka . Kasian za pasti nangis , karena mau boneka kesukaan nya . “ balas Lala yang tidak tega dengan adik bungsu nya .
“ Tidak usah . Ibu beli boneka itu buat kakak , bukan buat anak itu . Nanti ibu kasih pengertian ke adik mu , biar tidak merasa iri terus dengan saudara nya sendiri . “ ucap ibu tanpa merasa kasian dengan anak bungsunya yang menangis di sudut ruang tamunya , ibu pun menarik tangan Reyna hingga masuk ke kamar .
Setelah membawa reyna ke dalam kamar , ibu bukan nya mendiamkan reyna yang menangis sesegukan . Tapi malah memarahinya , saking gemas dengan reyna kecil yang terus menangis . “ kamu tahu kenapa Anne tidak pernah menyayangi mu ? itu karena kamu itu keturunan dari laki-laki bajingan yang membuat kamu terlahir di dunia ini . Kamu juga harus ingat , sampai kapan pun Anne tidak akan sudi memberikan kasih sayang layaknya seorang ibu karena kamu keturunan laki-laki bajingan . “ ibu selalu menumpahkan rasa benci nya pada reyna yang tidak mengerti apapun tentang kesalahan yang telah di perbuat ayah kandungnya .
__ADS_1
Ketika Reyna tengah mengingat , apa yang ibunya sering lakukan padanya semasa kecilnya . Arga menciumi tangan Reyna , hingga Reyna pun tersadar. “ Sayang kok malah diam sih ? kalo kamu beneran gak mau ngenalin ibu , mas sama sekali tidak masalah kok . “ Arga seperti nya tidak begitu faham , gelagat reyna yang tidak terlalu suka saat membicarakan tentang ibunya .
“ Nanti aku kenalin . “ balas reyna dengan gamang . Lagian mana mungkin ibunya memperdulikan kehidupan reyna yang sudah memiliki pasangan atau belum . “ mas ponsel nya mana ? pinjem sebentar mas ! mau nelpon kak Lili , seperti nya ponsel ku ketinggalan di klinik atau dimana aku lupa . “ reyna baru teringat dengan ponsel nya yang tertinggal di Klinik , padahal sudah 3 tempat reyna datangi tanpa ingat dengan tasnya yang tertinggal di Klinik .
“ Bukan seperti nya lagi , tapi emang ponsel sama tas kamu tertinggal di Klinik . “ balas Arga dengan memberikan ponsel nya pada reyna .
Reyna menautkan kedua alisnya karena heran , suaminya bisa tahu tasnya tertinggal di Klinik .
Padahal reyna sendiri lupa tadi belum sempat menghubungi suaminya , saat membawa ibunya ke Klinik dekat kampusnya . “ kok mas tahu tas ku tertinggal di Klinik ? pasti agung yang memberitahu . Tadi mas Arga mecat Agung ? Agung itu gak salah mas , aku yang memaksa datang ke rumah mami . “
balas reyna dengan menjelaskan .
“ mas ini sandinya apa ? “ Reyna memilih mengabaikan ucapan Arga yang memicu pertengkaran kembali .
“ Tanggal pernikahan kita . “ balas Arga .
__ADS_1
Reyna terdiam mengingat - ingat tanggal pernikahan nya dengan Arga . “ Oh Iya “ Ujar Reyna , setelah mengingat nya .
“ Kenapa kita gak kesana ambil tasnya , sekalian mas mau jenguk ibu . Kalo perlu kita pindahin ibu ke rumah sakit , biar lebih memadai peralatan nya . “ usul Arga , yang masih kekeh ingin bertemu dengan sang ibu mertua .
Reyna sebenarnya mendengar apa yang di ucapkan Arga , tapi Reyna pura - pura tak mendengar . Reyna tidak ingin kembali ke Klinik di mana ibunya rawat , karena Reyna takut ibunya kembali histeris saat melihat kehadiran nya , Reyna malah terlihat sibuk menghubungi kakak nya yang tak kunjung di angkat . ’ halo kak , lama banget sih ngangkat nya . ’ keluh Reyna saat lili mengangkat telepon nya .
’ Ada apa ? mau nyuruh bawain tas kamu . Ambil sendiri , enak aja nyuruh orang yang lebih tua dari kamu . Gak sopan itu namanya kamu tuh . ’ balas Lili dengan sengaja , agar Reyna kembali datang ke Klinik . Setelah sadar , ibunya terus menyebut adik bungsu nya . Padahal Lili tahu , ibunya tidak pernah sekali pun menyayangi dan menganggap adik bungsu nya .
’ Dimintain tolong segitu doang pelit banget sih , kan tasku gak berat hanya ada dompet, HP sama buku kuliah ku . Gitu doang gak mau sih . ’ balas Reyna , yang tetap tidak mau kembali datang ke Klinik .
’ Kalo gak mau ambil sendiri , kakak bakalan tinggalin tas kamu . ' ancam Lili , agar adiknya kembali datang ke Klinik .
' Ea nanti aku ambil sendiri tas ku . Sial banget jadi aku , punya saudara tidak berprikemanusiaan seperti kakak . ' sungut Reyna dengan mematikan ponsel nya , saat Lili tidak bisa di mintain tolong .
“ Kenapa ? “ tanya Arga saat istri nya terlihat kesal setelah menelpon kakak nya .
__ADS_1
“ Ahhhhhh mas kamu apa - apa sih ?
Bersambung