Nasab Yang Berbeda

Nasab Yang Berbeda
Kabar Reyna


__ADS_3

“ Di mana za sekarang Nur ? “ saat ayah akan mencari keberadaan reyna , ibu Nur menghubungi nya dan memberitahu jika reyna sempat datang ke penthouse . Ayah ahmad dan Arga pun langsung meluncur ke penthouse tanpa membuang waktu .


Ibu Nur menghela napas panjang sebelum menjawab pertanyaan lelaki paru bayah yang saat ini sudah menjadi suaminya kembali , setelah cukup lama berpisah . “ Seperti nya mas datang terlambat , karena beyza sudah pergi . “ balas ibu Nur dengan sorot mata yang penuh dengan penyesalan dan kesedihan .


Entah itu hanya kebetulan atau bagaimana , ibu Nur baru pulang setelah berbelanja barang kebutuhan nya bersama dengan suster eva yang selama ini menjaganya , ibu Nur berniat akan pindah dari penthouse sang menantu dan itu pun atas persetujuan sang suami , karena ibu Nur merasa tidak pantas terlebih penthouse yang dia tempati nya milik dari suami putri nya yang selama ini dia sakiti .


Awalnya suster eva yang melihat keberadaan reyna , meski suster eva hanya tahu wajah Reyna dari sebuah foto yang setiap malam selalu ibu Nur tangisi , tapi suster eva yakin jika perempuan muda yang berdiri di lorong itu putri dari perempuan paruh baya yang dia rawat . Suster eva pun memberitahu ibu nur jika dirinya melihat kehadiran putri dari ibu nur dan benar saja reaksi ibu Nur terlihat sangat syok , air mata penyesalan pun sudah benar-benar tidak bisa di elakkan lagi untuk keluar , melihat putri yang selama ini dia sakiti berada di tempat yang sama .


Tatapan mata ibu Nur dan Reyna pun sempat bertemu , tapi saat ibu Nur berniat mendekat justru Reyna pergi menjauhinya . “ Jika saja dulu aku tidak membuat kesalahan dengan terus menyalahkan kehadiran beyza , mungkin beyza tidak akan lari melihat ku . “ ujar ibu Nur dengan penuh penyesalan .


’ Apa aku salah mengambil keputusan untuk kembali dengan Nur ? harus nya aku mempertimbangkan perasaan za terlebih dulu , sebelum melakukan nya . “ batin ayah ahmad terselip rasa penyesalan , karena dengan keputusan kembali lagi dengan sang istri , justru membuat putri nya yang lain kecewa .


“ Kenapa kamu gak mencegah nya Nur , jangan - jangan sikap kamu sama za masih sama seperti dulu . “ tuduh ayah ahmad dengan nada bicara menyentak , karena terlalu mengkhawatirkan Reyna .

__ADS_1


Ibu Nur menundukkan kepala nya dengan menangis , sungguh ibu Nur pun sangat ingin mendekat dan memeluk nya , seraya mengatakan permintaan maaf nya . Tapi seperti nya itu hanya ilusi ibu Nur , karena yang sesungguhnya putri bungsu nya begitu membencinya . Apalagi mendengar sang suami malah menyalahkan diri nya , kalo saja kesalahan nya tidak terlalu besar pada putri bungsunya , ibu Nur pun ingin rasanya mendekat dan memeluk sang putri , apalagi dari sorot mata sang putri terlihat tidak sedang baik - baik saja . “ maafin aku mas . “ ujar ibu Nur dengan menjatuhkan bobot tubuhnya ke lantai , sungguh ibu Nur pun tidak bermaksud membuat Reyna menjauh .


“ Maaf Pak jika saya lancang , tapi sebaiknya bapak tidak menyalahkan atau pun membentak ibu Nur , bapak tahu kan kondisi Ibu Nur baru sembuh . Kalo bapak benar-benar perduli dengan kesehatan istri bapak , sebaiknya bapak lekas mencari putri bapak yang hilang . “ sahut suster eva dengan membantu ibu Nur kembali berdiri , suster eva tidak ingin Ibu Nur kembali ke kondisi seperti semula , karena terlalu banyak tekanan .


“ Sebaiknya kita cari lagi keberadaan reyna , jika benar reyna sempat kesini kemungkinan besar reyna belum terlalu jauh dari sini . “ sahut Arga .


Ayah ahmad menganggukkan kepala pada Arga , tapi sebelum melanjutkan mencari keberadaan Reyna , ayah ahmad mendekati ibu Nur dan membawa nya ke dalam pelukan nya . “ Maafin mas , Nur . Mas tidak bermaksud membentak mu atau menyalahkan mu , mas hanya terlalu khawatir dengan putri kita yang belum ada kabar . “ ujar ayah ahmad dengan mengusap kepala sang istri .


’ Terima kasih mas , karena sudah menyayangi dan menerima beyza dengan sepenuh hati mu . ’ batin ibu Nur , saat berada di pelukan sang suami .


“ Maaf ibu , sebaiknya ibu tetap di sini . “ sambar suster eva “ aku tahu ibu mengkhawatirkan putri ibu , tapi kondisi ibu belum 100 persen sembuh . “ tambah suster eva .


“ Suster benar , sebaiknya kamu tunggu di sini . Nanti mas akan terus mengabari mu dan ingat kamu jangan dulu pindah dari sini , sebelum mas menyelesaikan masalah ini . “ pinta ayah ahmad .

__ADS_1


Dret


Dret


Ponsel ayah ahmad bergetar , tanda panggilan masuk dan benar saja saat melihat layar ponsel nya tertera nama PUTRI SULUNG memanggil . “ Sebentar Nur , Lala menghubungi mas . “ ayah ahmad pun melepas pelukan dari sang istri , sebelum mengangkat panggilan telepon dari Lala . “ Assalamu'alaikum kak . “ balas Ayah ahmad .


“ Ayah , tadi dika menghubungi ku . Katanya za pingsan di pinggir jalan dan sekarang dika akan membawa za ke rumah sakit terdekat . Sebaiknya ayah sama Arga langsung ke rumah sakit saja , Lala sama mas fahri dan juga ade akan ke rumah sakit sekarang . “ ujar Lala di sebrang telepon .


“ Baik , ayah langsung ke rumah sakit sekarang . “ balas ayah ahmad kemudian langsung memutuskan sambungan telepon dari putri sulung nya .


“ Siapa yang sakit mas ? “ tanya ibu Nur .


“ Za pingsan dan sekarang dika sedang membawa za ke rumah sakit . “ balas ayah ahmad pada sang istri . “ yuk ga , kita ke rumah sakit sekarang . “ ujar ayah ahmad pada sang menantu .

__ADS_1


’ Kenapa kamu selalu mencari laki-laki itu di saat seperti ini . ’ batin Arga , saat perasaan khawatir sekaligus sakit bercampur jadi satu , karena sang istri lebih memilih datang pada laki-laki lain , dari pada menumpahkan perasaan sedih padanya .


Bersambung


__ADS_2