
“ Jenong , ngapa jalannya kaya bebek gitu sih ? Habis di gempur loe semalaman sama suami posesif loe ? “ tanya Dika dengan menautkan kedua alisnya , saat melihat cara jalan sahabat nya ketika hendak jalan berdua menuju ke kantin rumah .
Reyna sudah berada di rumah sakit untuk memulai aktivitas nya sebagai calon dokter , setelah semalam di gempur suami nya . Padahal Arga sudah meminta Reyna untuk tidak berangkat ke rumah sakit , mengingat Reyna terlihat lelah dan mengantuk .
Kalo Reyna tidak ingat tanggung jawab nya , mungkin Reyna juga memilih beristirahat di hotel tempat menginap semalam . Badan Reyna terasa remuk , belum lagi bagian intinya sangat perih dan terasa mengganjal . “ Dika , gue mau ke ruangan aja deh , gak jadi ke kantin nya . “ Mumpung jam istirahat , jadi Reyna akan memanfaatkan waktu sejamnya untuk membaringkan tubuhnya di sofa yang sudah di siapkan suaminya di ruangan Reyna .
“ Bukan nya tadi loe bilang lapar Nong , kenapa gak jadi ke kantin sih . “ tanya Dika dengan meneliti keadaan sahabat nya yang terlihat sangat lemas dan mengantuk .
Sebenarnya cacing dalam perut Reyna sudah berkoar-koar untuk segera di isi , tapi rasa kantuk Reyna seperti mengalahkan rasa lapar nya . “ Nanti gue nyusul deh , udah sana loe duluan ke kantin nya . “ ujar Reyna dengan menguap , kemudian beralih haluan ke arah ruangan nya .
Sampai ruangan nya Reyna langsung menuju ke sofa , Reyna membaringkan tubuhnya dengan tengkurap dan memejamkan matanya . “ Gara-gara Mas Arga ini badanku terasa sakit semua . “ gumam Reyna . Tapi sedetik kemudian , Reyna membuka kembali mata nya dengan lebar , karena malah teringat kejadian semalam . Rasa kantuk Reyna pun seperti nya hilang begitu saja , saat ingat tongkat sakti milik Arga yang sudah menjadi kan nya mantan perawan semalam .
“ Seperti nya aku sudah terkontaminasi virus mesum suami dadakan ku . “ ujar Reyna dengan memukuli kepala nya sendiri . “ Ternyata benar apa yang di katakan banyak orang , kalo ML ternyata bikin nagih meski masih ada rasa perih di bagian intim ku . “ ujar Reyna dengan tersenyum geli karena mengingat ke jadian semalam .
Reyna membalikkan tubuhnya menjadi terlentang . “ seperti nya aku harus mengkonsumsi pil kontrasepsi dulu , aku harus memastikan terlebih dulu pada mas Arga , jika mas Arga tidak akan melakukan hal seperti mas fahri . “ Reyna seperti nya lupa tujuan nya datang ke ruangan nya untuk apa , dia malah terbuai dengan pikiran nya , Sehingga rasa kantuk nya semakin hilang .
Dret
__ADS_1
Dret
Ponsel Reyna bergetar dan tertera nama Kak Lili yang ada di layar kaca ponsel nya . Reyna terlebih dulu bangun dan duduk , sebelum menerima panggilan dari Lili .
“ Assalamu'alaikum kak . “ jawab Reyna .
“ Wa'alaikumusalam , Za semalam kamu gak pulang , kamu pulang ke Penthouse Arga ? “ Lili menelpon Reyna , karena khawatir Reyna pulang ke Penthouse Arga . Sementara di Penthouse Arga ada ibu , Lili sedikit khawatir saja Reyna bertemu dengan Ibu sebelum ibu benar-benar di nyata kan sembuh dari sakit depresi nya . Meskipun keadaan ibu sekarang semakin membaik setelah di tangani dokter psikiater handal , tetap saja Lili masih merasa khawatir penyakit ibunya kembali kambuh lagi .
" Za gak pulang ke Penthouse kok kak , tapi menginap di hotel dekat rumah sakit permata dengan mas Arga . “ jawaban Reyna ternyata membuat Lili bernafas lega
“ Za , kamu sudah tahu apa yang sudah menimpa kakak kita sekarang ? kakak yang biasa kita sebut Panji Manusia Milenium , benar-benar rapuh za sekarang . Sepertinya sudah saatnya kita membalas semua kebaikan kakak , terutama kamu za , adik ke sayangan kakak . Dari dulu , kakak selalu menjadi perisai saat ibu menghukum Kamu . Kakak juga dari dulu selalu mementingkan kita terlebih dulu , sebelum kepentingan dirinya . “ terang Lili
Reyna pun merasakan sakit yang sama dengan Lili , saat mengingat apa yang di rasakan kakak sulungnya . “ apa kak Lili punya rencana ? “ tanya reyna
“ Jadi gini za _____ bla _____ bla “ Lili menjelaskan semua rencana yang sudah Lili susun semalam pada Reyna .
Setelah panggilan dari Lili berakhir , ternyata ponsel Reyna kembali bergetar . Tapi kali ini di layar ponselnya tertera nama Suami dadakan yang menelpon .
__ADS_1
“ Assalamu'alaikum mas . “ Sejenak Reyna melupakan masalah yang di alami kakak sulung nya saat mendapat panggilan dari Arga , Reyna sebenarnya masih merasa malu setelah kejadian semalam yang membuat Reyna menjadi mantan perawan .
“ Wa'alaikumsalam , yang lagi apa ? sudah makan belum ? Coba saja kalo hari ini gak ada meeting penting , mas pasti samperin kamu dan mengulang kejadian yang semalam . “ cerocos Arga
Tanpa Arga ketahui , wajah Reyna seperti kepiting rebus . Untung bukan panggilan video , jadi suaminya tak melihat nya . “ Mas ih ____ Nelpon aku cuma mau ngomongin gitu doang . Sudah ah tutup aja telpon nya , waktu istirahat ku sudah hampir satu jam lagian . “ rajuk Reyna yang tidak ingin membahas kejadian semalam , karena masih terlalu malu untuk membahasnya .
“ Yang kok mau di tutup sih , mas masih kangen banget tahu sama kamu . Apalagi setelah kejadian semalam , mas semakin tidak bisa melupakan mu walaupun hanya sedetik loh . Coba kalo jam setengah 2 tidak ada meeting , mas langsung meluncurkan dan mengulang ke jadian seperti semalam lagi . Kamu juga belum jawab pertanyaan mas , sudah makan atau belum kamu yang ? “ Reyna semakin tersipu malu mendengar ucapan Arga .
“ Ih pikiran nya kesana mulu kamu mas . “ ujar Reyna , padahal Reyna sendiri juga masih memikirkan kejadian semalam . “ Aku Sudah makan siang kok . “ dusta Reyna , dari pada suaminya kasih kultum yang panjang , padahal secara tidak langsung kan gara-gara suaminya Reyna malas makan siang .
“ Makan siang bareng siapa yang ? pasti sama laki-laki yang mengaku sahabat yah . “ balas Arga .
Reyna menghela napas dalam-dalam , saat Arga mulai cemburu dengan sahabat nya . Padahal Reyna sudah berkali-kali menjelaskan , jika Dika itu sahabat nya dari kecil . “ Mas aku tutup dulu telepon nya , Assalamu'alaikum . “ Reyna langsung mengakhiri panggilan telepon dari Arga , saat Arga mulai membahas dika .
Arga selalu meminta Reyna menjauhi sahabat laki-laki nya , karena Arga selalu mengatakan Dika menyukai nya . Bukan Reyna tidak mau mengikuti kemauan Arga untuk menjauh dari Dika , tapi dari kecil hanya Dika sahabat yang selalu ada untuknya . “ Kenapa sih mas , kamu selalu cemburu dengan Dika . Dika itu sahabat ku dari kecil mas , aku juga tahu batasan ku sebagai seorang istri . Mungkin saat kamu menyuruhku untuk tidak lagi kontak fisik dengan Dika , aku akan menurutinya Karena aku akan menjaga marwah ku sebagai seorang istri .Tapi saat kamu menyuruh ku untuk tidak lagi bersahabat dengan laki-laki lain seperti Dika , sungguh aku tidak bisa mas . “ gumam Reyna dengan terus melihat layar ponsel nya , karena suaminya kembali menghubungi nya setelah Reyna memutus panggilan nya .
Bersambung
__ADS_1