
“ Mas , kenapa malah ngajak aku kemari sih ? “ tanya Reyna dengan bingung , saat Arga malah membawanya ke hotel yang tidak jauh dari rumah sakit di mana Reyna bekerja .
Arga memilih mengalah dan mengikuti kemauan istri nya untuk memberi pelajaran pada fahri , dari pada nanti istri nya malah tidak mau bicara dengan nya .
“ Mas sudah sangat kebelet ini sayang . “ balas Arga dengan menggandeng tangan Reyna untuk masuk ke sebuah kamar hotel yang sudah Arga pesan sebelum nya .
“ Mas kamu tuh ada - ada aja deh , mau pipis aja make acara cek in ke hotel segala . Padahal kan bisa di pom bensin juga , hambur - hamburin uang aja sih . Mending uangnya buat aku , kan lumayan buat ngisi dompet yang sudah mulai menipis . “ cerocos Reyna yang tidak tahu maksud suami nya kebelet itu apa .
Arga geleng-geleng kepala mendengar ucapan istri nya yang malah mengira ingin buang air , sementara seorang Porter laki-laki yang tengah mengantar Arga dan Reyna ke kamar yang mereka tuju , menahan tawa mendengar ucapan ambigu Reyna . “ Silahkan Tuan dan nyonya , ini kamar nya . “ ucap sang Porter , karena sudah sampai di depan kamar yang sudah Arga pesan sebelum nya .
“ Tidak usah masuk . “ Arga melarang sang Porter untuk mengantarnya masuk ke dalam kamar . “ pergi . “ Arga langsung mengusir Porter nya agar segera meninggalkan nya , setelah memberi tip pada Porter nya .
“ Bilang makasih dulu kek , ini malah langsung mengusir nya . “ sahut Reyna , melihat ke angkuhan suaminya .
Arga langsung membawa Reyna masuk ke dalam hotel , tanpa menanggapi ucapan Reyna . Arga kali ini benar-benar tidak bisa menahan nya , sampai Arga langsung memepet Reyna ke dinding dan mencium Reyna dengan rakus .
“ Mmphhh _____ “ Reyna mencoba untuk melepas serangan dadakan dari suaminya dengan mendorong nya .
__ADS_1
Akhirnya serangan dadakan dari Arga bisa terlepas , setelah Reyna mendorong suaminya dengan sekuat tenaga nya . “ Astagfirullah mas , kamu ini kerasukan setan mesum dari mana sih ? “ ucap Reyna dengan ngos - ngosan , tidak lupa Reyna menutup pintunya terlebih dulu , karena suaminya langsung menyerang Reyna begitu masuk ke kamar dan melupakan pintu yang belum tertutup . Untung tidak ada yang lewat , saat Reyna mendapat serangan dadakan .
“ Yang , mas sudah tidak bisa menahan nya lagi . “ ujar Arga dengan frustasi , karena tongkat sakti nya sudah menggeliat .
“ Mas , kamu tuh kalo sudah tidak tahan sana ke kamar mandi , bukan nya malah nyosor kaya soang . “ tutur Reyna .
Arga mengerang frustasi , karena istri nya tak kunjung mengerti maksud dari ucapan nya . “ yang , mas itu bukan kebelet pipis . Tapi kebelet mau buat Arga junior , mas sudah tidak bisa menahan nya kali ini . Sekarang mas tanya ? boleh kah mas bercocok tanam , maksud ku minta hak mas padamu . “ Reyna menelan ludah nya , mendengar suaminya akan meminta hak nya .
“ Tunggu mas . “ ujar Reyna , kemudian sedikit menjauh dari Arga dan membuka ponsel nya .
“ Yang . “ Arga merengek , karena Reyna bukan nya menjawab malah bermain ponsel .
Arga tertegun mendengar ucapan Reyna . Sepertinya Reyna sedikit Parno , jika mengingat rumah tangga kakaknya . Arga pun membawa Reyna untuk duduk di atas ranjang , sebelum Arga membalas ucapannya . “ Aku bukan fahri yang , aku Arga Rahardian orang yang sangat mencintai Reyna beyza . Mas bodoh jika meninggal kan pemilik hati ini , Mas juga bisa mati jika meninggalkan separuh nyawa mas , karena kamu itu ______ “ Arga menghentikan ucapan nya , karena Reyna membungkam mulut Arga dengan mengecup nya sebentar .
“ Cup _____
Jangan ngomong terus ih , nanti gak mulai - mulai materi utama nya . “ balas Reyna .
__ADS_1
“ Yang berarti udah boleh sekarang ? “ balas Arga dengan berbinar , dengan sudah mendapat lampu hijau . Tak menunggu waktu lama lagi , Arga pun mengecup bibir ranum sang istri yang begitu menggoda dengan melepas baju yang di kena kan sang istri .
“ Ayu kita mulai materi utama nya Reyna beyza , pemilik hati Arga Rahardian . “ ujar Arga dengan melepas baju yang dia masih dia kena kan .
Reyna membalikkan tubuhnya dengan malu - malu , saat melihat tubuh Arga yang hampir polos . Ternyata tubuh Arga terlihat sexy , bikin jantung Reyna makin berdegup kencang .
“ Kenapa malah berbalik badan , bukan nya kita akan mulai materi utama nya . Kamu tidak ingin memegang perut sixpack mas ? “ ujar Arga dengan menuntun tangan Reyna untuk memegang perut nya .
“ Mas ih ____ “ ucap Reyna dengan menyingkirkan tangan nya dengan malu - malu .
Tanpa berlama-lama , Arga kembali membalikkan tubuh Reyna dan ******* bibir ranum sang istri yang begitu menggoda . Reyna yang awalnya malu - malu , kini mengangkat tangannya untuk menyentuh roti sobek milik Arga , meski belum sempurna matangnya .
Arga menuntun Reyna , agar Reyna berbaring di ranjang . Tidak lupa Arga menggunakan tangan nya untuk membuka penghalang squash milik istrinya yang sejak tadi Arga mainkan , setelah berhasil meloloskan semua yang di gunakan istrinya .
Arga melepas pagutannya , untuk melepas kain yang masih Arga kena kan . Reyna menelan ludah nya , saat tongkat sakti milik Arga terpampang nyata di hadapan nya . “ Mas itu gak salah , kok gede banget . “ ujar Reyna , tanpa mengalihkan pandangan nya dari tongkat yang sudah sangat siap di gunakan untuk menerobos gawangnya .
“ Kalo kecil , nanti gak berasa yang . “ jawab Arga dengan kembali memagut bibir Reyna . “ Yang sudah siap merasakan tongkat ajaibnya . “ tanpa menunggu jawaban dari Reyna , Arga pun memasukkan tongkat sakti nya ke gawang sempit milik Reyna .
__ADS_1
“ Mas sakit _____ “ teriak Reyna dengan mendorong Arga , agar menyingkir dari nya . “ Mas punya kamu ke gedean kali atau mas tadi salah masuk lubang ______
Bersambung