Nasab Yang Berbeda

Nasab Yang Berbeda
Kepergian Arga


__ADS_3

“ Akhirnya kamu sudah sadar za . “ ujar ayah ahmad , saat mata reyna sedikit demi sedikit terbuka .


“ Ayah , kak Lala , kak Lili . Kok kalian semua berkumpul disini ? “ reyna belum menyadari , jika saat ini dirinya berada di rumah sakit setelah di temukan pingsan oleh dika di kawasan yang belum jauh dari penthouse nya . “ Emang aku di kenapa yah ? terus ini di mana ? “ tanya reyna dengan memegang dahinya , karena kepalanya masih terasa pusing dan penglihatan nya pun masih agak kabur .


“ Kamu gak merhatiin , seluruh ruangan ini berwarna putih . Pasti kamu tahu kan ini lagi dimana , secara kamu kan punya profesi di sini . “ sahut Lili , Lili terlihat kesal bukan karena Lili membenci sang adik atau bagaimana , Lili hanya tidak suka pada sang adik yang selalu saja bersikap kekanak-kanakan karena sang adik selalu saja kabur - kaburan dari dulu sampai sudah mempunyai suami pun masih sama .


“ Lili “ tegur Lala , karena Lili sangat kentara sekali kesalnya pada sang adik . Mungkin Lili kesal , karena reyna benar-benar telah membuat semua orang khawatir , terutama dirinya . Sama halnya dengan sang kakak dan sang ayah , meski Lili acapkali berantem atau sering tidak akur dari pada akurnya dengan sang adik , tapi Lala tahu Lili pun begitu menyayangi dan mengkhawatirkan sang adik sama seperti dirinya .


’ Kok aku bisa ada di rumah sakit ' batin reyna dengan bingung dan mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan , reyna pun melihat semua keluarga nya berkumpul ada ayah nya , serta kedua saudara perempuan nya . “ Mas Arga “ panggil reyna , karena sosok suaminya justru tidak terlihat sama sekali di penjuru ruangan ini .


“ Kak , mas Arga di mana ? " tanya reyna yang masih terlihat lemah pada kakak sulungnya .

__ADS_1


Sementara di luar ruangan , Arga di temani fahri bahkan Ibu Nur pun ikut menunggu di luar ruang rawat reyna . Ibu Nur memaksa sang suami untuk ikut ke rumah sakit , saat mendengar reyna ternyata di larikan ke rumah sakit . Arga berdiri tidak jauh dari luar pintu kamar ruangan sang istri sambil berbicara dengan seseorang di balik gawangnya , sehingga Arga terlihat sangat sibuk dengan gawangnya sejak fahri datang sampai saat ini . Sedangkan ibu Nur duduk di kursi tunggu pasien di temani fahri , fahri menemani ibu mertuanya duduk di bangku yang sama , karena wajah ibu Nur terlihat sedikit pucat , mungkin ibu Nur terlalu mengkhawatirkan kondisi reyna yang tak kunjung siuman .


Setelah menutup sambungan ponsel nya , arga mendekati ibu mertua serta kakak ipar nya . “ Maaf semua nya , seperti nya aku harus pergi sekarang juga , karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan sama sekali . “ pamit arga .


“ Kamu gak masuk dulu ga , ke dalam ? mungkin sekarang za sudah siuman , jadi sekalian pamit sama za . “ ujar fahri dengan heran .


  Fahri perhatikan pun dari fahri sampai rumah sakit dengan sang istri dan juga Lili , hingga sekarang pun Arga tetap berada di luar , tanpa terlihat masuk ke ruang rawat sang adik ipar untuk melihat kondisinya bagaimana di dalam . Entah ada apa dengan pasangan suami istri itu , tapi fahri berharap semua baik - baik saja .


“ Sampein saja ke reyna , aku ada pekerjaan penting . Mungkin selama satu minggu atau lebih aku akan berada di negara Turki , untuk menyelesaikan masalah pekerjaan . “ Arga pun langsung meninggalkan rumah sakit , setelah berpamitan pada ibu mertua serta suami dari kakak ipar nya .


Sementara ibu Nur menatap nanar kepergian sang menantu , ibu Nur merasa ada sesuatu yang tidak beres pada anak dan juga menantu nya . Ibu Nur pun tidak bisa berbuat apa pun , apalagi menghentikan kepergian sang menantu , karena ibu Nur hanya seorang ibu yang punya banyak kesalahan terutama pada putri bungsu nya yang malang . ’ semoga saja tidak terjadi sesuatu apapun pada rumah tangga beyza , putri ku berhak bahagia . Sudah cukup putri ku yang malang menderita gara-gara aku , sekarang waktu nya putriku bahagia dengan mendapatkan pasangan yang putri ku cintai . Aku pun sangat yakin , jika Arga suami yang pantas untuk beyza . ’ batin ibu Nur .

__ADS_1


Cek lek


“ Loh Ibu kok masih di sini , Lala pikir ibu sudah dianterin mas fahri pulang . “ ujar Lala , saat masih mendapati sang ibu masih berada di luar . Padahal ayah sudah meminta ibu untuk kembali ke penthouse dan sang ayah pun sudah meminta fahri untuk mengantarkan ibu ke penthouse terlebih dulu . “ Mas kamu gak mau anterin ibu pulang , kamu gak lihat jika ibu terlihat pucat seperti itu . “ cecar Lala pada sang suami . Lala justru terlihat marah pada sang suami , karena sang suami tak mengikuti perintah ayah ahmad .


Saat fahri akan membalas perkataan sang istri , ibu Nur pun langsung menyerobot jawaban fahri . “ bukan nya suami kamu gak mau mengantarkan ibu pulang , tapi ibu sendiri yang gak mau pulang karena ibu mau menunggui putri bungsu ibu sampai pulih . “ potong ibu Nur dengan sangat kekeh .


“ Bu dengerin Lala baik - baik , Lala ngerti ibu khawatir dengan kondisi za , tapi lihat lah kondisi ibu sendiri pun tidak jauh dengan za jika ibu memaksakan diri tetap berada disini . Lagian za sudah sadar bu dan tujuan Lala keluar , karena za mencari keberadaan Arga . Lalu sekarang Arga kemana ? kenapa sedari tadi terus berada di luar , emang dia gak khawatir dengan kondisi istri nya . “ papar Lala dengan sedikit mencecar .


“ Arga barusan pergi , katanya ada pekerjaan penting yang tidak bisa dia tinggal kan . “ balas fahri dengan sedikit menggeram kesal , karena Lala terus mencecar nya .


“ Kok mas biarin dia pergi , lagian kenapa dia pergi begitu saja tanpa berpamitan . “ lagi - lagi Lala menyalahkan sang suami .

__ADS_1


’ Kenapa pula istri ku malah menyalahkan ku terus , emang aku yang telah mengusirnya . ’ Batin fahri


Bersambung


__ADS_2