
“ Assalamu'alaikum za , kamu ada di mana sekarang ? “ Lili memutuskan menghubungi sang adik terlebih dulu , sebelum mengantarkan Ibu nya yang sangat ingin bertemu dengan sang adik . Pasalnya waktu kemarin Lili mengantarkan Ibu nya ke tempat di mana sang adik tinggal , sang adik justru sama sekali tidak terlihat batang hidungnya di kediaman Rahardian , padahal Lili dan sang ibu sudah menunggu sampai satu setengah jam lebih di depan pos security .
“ Wa' alaikum salam , aku lagi di rumah sakit kak . Memang nya ada apa kak , ayah baik - baik saja kan ? atau terjadi sesuatu lagi sama kandungan kak Lala ? “ cerocos reyna , saat menerima sambungan telepon dari Lili . Reyna pun belum memberitahu keluarga nya , jika saat ini reyna bertugas di rumah sakit permata yang lumayan dekat dengan rumah sang ayah , bukan di rumah sakit Husada yang membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam untuk sampai .
“ Dasar anak kesayangan ayah , yang kamu khawatirkan hanya ayah saja . Tapi kalo kamu ingin tahu kondisi ayah , kenapa kamu tidak lihat sendiri keadaan ayah di rumah za . Kamu juga sekarang sombong , tidak pernah lagi mampir ke rumah . Oh iya , kakak sulung kita juga saat ini lagi mabok karena lagi hamil , kamu gak mau mampir ke rumah dan mengucapkan selamat sama kakak sulung kita . Kamu tahu za , kehamilan kakak kali ini benar-benar berbeda dari kehamilan sebelum nya . Mungkin kehamilan yang dulu , morning sickness nya gak terlalu parah za , tapi kehamilan kakak yang sekarang benar-benar membuat kakak berubah drastis . Kamu kan seorang dokter , pasti tahu lah obat untuk mengurangi mual muntah - muntah kakak yang parah . “ reyna menghela napas panjang , mendengar aduan - aduan mengenai keluarga nya .
Reyna pun sebenarnya sangat ingin datang ke rumah laki-laki yang selama ini membesarkan nya dengan penuh kasih seperti anak kandung nya sendiri , hanya saja Reyna masih belum siap bertemu dengan perempuan yang melahirkan nya ke dunia ini , karena Reyna tahu perempuan yang dulu menganggap nya putri pembawa sial atau putri pembawa malapetaka kembali tinggal bersama ayah nya . “ Kak Lili bawa aja kakak ke rumah sakit di mana aku bertugas , biar aku periksa dan kasih resep untuk kakak . “ ternyata balasan Reyna membuat Lili mendengus sebal karena harapan Lili mempertemukan sang adik dengan Ibu nya seperti nya sirna sudah , padahal Lili kira dengan menjual nama sang ayah yang Lili tahu sangat berarti untuk adik nya dan Lili juga membawa nama kakaknya juga , agar reyna bisa datang ke rumah dengan sendirinya biar sang adik bisa bertemu dengan Ibu nya yang selalu menanyakan sang adik dan berharap bisa bertemu dengannya .
Lili juga sama sekali tidak menyinggung nama Ibu nya yang ingin sekali bertemu dengan sang adik , tapi dari jawaban sang adik kenapa justru terdengar sang adik seperti sudah tidak memperdulikan keluarga nya semenjak tinggal di kediaman suami nya . “ Kamu ini apa - apaan sih za , ngapain juga aku bawa periksa kakak jauh - jauh ke rumah sakit kamu , emang nya di sekitar sini tidak ada rumah sakit yang bonafit . Lagian tuh yah di mana-mana anak yang paling berkunjung ke tempat orang tuanya apalagi kamu itu paling kecil , bukan malah sebaliknya . Apa karena sekarang kamu sudah tinggal di istana Rahardian , sampai - sampai kamu sudah tidak mau menginjakkan kaki kamu di rumah ayah yang sudah reot ini . Ingat kamu tuh di besar kan dengan penuh kasih sayang di rumah reot ini , bukan di rumah bak istana itu . “ Lili yang memang pada dasarnya emosian , tentu saja merasa kesal . Tanpa mendengarkan balasan dari reyna , Lili pun langsung memutuskan panggilan telepon reyna .
Tut
__ADS_1
Tanpa sadar , air mata reyna jatuh setelah mendengar luapan emosi dari sang kakak , bahkan sang kakak langsung mematikan sambungan telepon nya . ' Nih orang kenapa bicara ngelantur kaya gini sih , memang nya siapa juga yang melupakan kasih sayang ayah padaku . Aku juga sangat ingin bertemu dengan ayah kak , tapi aku masih belum siap seandainya bertemu dengan Anne . Tolong kak , kasih aku waktu sedikit lagi agar aku benar-benar bisa melupakan masa - masa yang menyakitkan itu . ' reyna membalas ucapan Lili dalam benak nya , meskipun Lili sudah memutuskan panggilan telepon nya dan sebisa mungkin juga reyna menahan air mata nya agar tidak kembali jatuh , karena reyna sadar di ruang kerja nya reyna tidak sendiri , melainkan ada seorang suster yang membantu nya bertugas .
“ Minum dulu dokter reyna . “ suster yang masih berada di ruangan reyna , langsung memberikan air putih untuk sang dokter , meskipun reyna sendiri tidak menampakkan kesedihan di depan nya , tapi suster Rini masih bisa menilai dari gelagatnya jika sang dokter sedang tidak baik - baik saja .
Reyna pun menerima air putih yang di berikan oleh susternya kemudian meminum nya . “ Terima kasih suster Rini . Oh iya , silahkan di lanjut saja pasien berikut nya . “ pinta reyna setelah sedikit tenang .
Meski hati reyna sedang tidak baik - baik saja , tapi reyna harus menyelesaikan tugasnya sebagai dokter , apalagi di luar pasien tentu saja masih menunggu giliran masuk . “ Dokter reyna yakin mau melanjutkan lagi ? kalo sekira nya dokter reyna masih membutuhkan waktu , biar nanti pasien dokter reyna saya limpahkan pada dokter Risa . “ suster rini yakin jika atasannya sedang dalam keadaan tidak baik - baik saja .
Tapi saat reyna tengah memeriksa data - data pasien yang akan dia periksa hari ini , reyna membulat kan mata nya ketika menemukan satu nama yang sangat reyna kenali di tengah tumpukan data - data pasien . Seketika reyna pun ingat dengan ucapan Lili , jika kakak sulungnya mengalami kondisi kehamilan yang cukup mengkhawatirkan . “ suster rini bisa langsung panggil kan atas nama ibu Nurmala dulu . “ pinta reyna pada susternya .
“ Baik dok “ suster rini pun keluar dari ruangan untuk memanggil pasien yang di minta reyna .
__ADS_1
“ Seperti nya aku harus buat kejutan deh , kakak kan belum tahu aku di pindah tugas kan di rumah sakit ini . “ reyna pun beranjak dari mejanya , kemudian melangkah mendekati pintu untuk menyambut sang kakak di balik pintu .
Tok
Tok
Cek lek
“ Selamat siang ibu Nurmala . “ sambut reyna , saat kakak nya mulai masuk ke ruang kerja nya .
“ Kakak sudah di panggil , ibu kira masih la ____ ma
__ADS_1
Bersambung