
“ Silahkan Nona muda ! “ salah satu pengawal tuan usman menyodorkan kursi roda yang dia bawa untuk Reyna naiki , di luar dugaan Reyna pun naik ke atas kursi roda yang di dorong pengawal tuan usman , entah ingin di bawa kemana lagi Reyna pada pengawal tuan usman .
' Seperti nya ada sesuatu yang terjadi ’ batin Lala , saat melihat sang adik naik ke kursi yang sodorkan pengawal tuan usman begitu saja tanpa bantahan sama sekali .
“ Za mau kemana lagi ? bukan nya kamu janji mau bantu Ibu. “ timpal Lili dan di angguki Lala .
Bahkan bukan hanya kedua saudara Reyna yang heran , Arga tentu lebih heran lagi . “ kamu mau membawa istri ku kemana ? “ ujar Arga dengan memegang punggung dari pengawal tuan usman , saat pengawal tuan usman itu akan menjalankan kursi roda nya . Jika arga lebih memilih bertanya pada pengawal yang akan membawa sang istri pergi , dari pada bertanya langsung pada sang istri , Arga tahu sang istri terlihat sedang tidak bersahabat padanya .
“ Kantor polisi . “ bukan pengawal tuan usman yang menjawab , melainkan Reyna . “ kakak , sama kak Lili ikut lah ! aku akan menepati janji ku untuk melepaskan Anne dari jerat hukum . “ tambah Reyna pada kedua kakak nya .
“ Kamu tidak bohong kan za ? “ Lili kembali memastikan , dengan mengikuti ,,langkah pengawal yang mendorong roda sang adik .
Sebenarnya Reyna masih cukup kuat untuk melangkah , tapi tuan usman meminta nya untuk menggunakan kursi roda , karena terlalu khawatir dengan Reyna dan calon bayi nya .
__ADS_1
*
“ Tuan usman , Profesor Permana . “ Reyna langsung berdiri , ketika tuan usman dan pemilik ruangan berbarengan masuk dan duduk di sofa tamu yang ada di ruangan Profesor Permana .
“ Duduk lah Dokter Reyna . “ pinta Profesor Permana , saat Reyna belum beranjak untuk duduk seperti diri nya dan tuan usman yang sudah langsung duduk . “ Bagaimana keadaan Dokter Reyna , apa Dokter Reyna sudah lebih baik ? “ tanya Profesor Permana , ketika Reyna sudah duduk seperti yang di pinta Profesor Permana .
Melihat Reyna duduk agak jauh dari nya dan Profesor Permana , tuan usman beranjak dan berpindah duduk nya di dekat Reyna . Tuan usman sudah sangat tidak sabaran memberitahu pada Reyna , jika Reyna adalah Putri satu - satunya dan dirinya adalah ayah kandung satu - satunya bukan laki-laki yang membesarkan nya . “ yanına oturabilir miyim? ( Bisakah aku duduk di dekat mu ? ) “ tanya tuan usman , ketika sudah duduk tepat di samping kanan Reyna .
“ Tuan usman meminta ijin pada dokter Reyna , untuk duduk di samping dokter Reyna . “ Reyna menganggukkan kepalanya tanda memperbolehkan tuan usman duduk di samping nya, kala Profesor Permana mengartikan ucapan tuan usman , karena Profesor Permana melihat kebingungan Reyna saat tiba-tiba tuan usman duduk di samping nya , bahkan tuan usman menggunakan bahasa yang Reyna belum mengerti .
“ Baba , panggil Baba saja . “ Reyna menautkan kedua alisnya , saat tuan usman jelas - jelas bisa menggunakan bahasa Indonesia , tapi kenapa dari awal bertemu , tuan usman terus menggunakan bahasa nya .
“ Tuan , bisa menggunakan bahasa kita ? “ tanya Reyna dan diangguki tuan usman .
__ADS_1
“ Baba beyza , bukan tuan seperti seorang majikan . “ tuan usman sekali lagi meminta Reyna untuk memanggilnya Baba yang artinya ayah .
' Allahuakbar , dia bisa bahasa Indonesia tapi sejak tadi malah menggunakan bahasa yang tidak aku mengerti . Pasti Profesor menganggap ku bodoh , karena aku sama sekali tidak mengerti bahasa Turki . ’ batin Reyna .
“ Baiklah jika Dokter Reyna sudah tidak sabaran , sebenarnya Tuan usman Ahmed meminta ku kemari karena ada yang ingin beliau tunjukkan pada dokter Reyna . “ sahut Profesor Permana .
Kemudian Profesor Permana memberikan kertas berlogo rumah sakit di mana Reyna bertugas , yaitu rumah sakit PERMATA . “ buka dan bacalah Dokter Reyna ! Aku yakin dokter mengerti tanpa harus aku menjelaskan . “ ujar Profesor Permana , setelah memberikan kertas yang berisikan laporan DNA pada Reyna .
“ Apa ini Prof ? “ tanya Reyna sebelum membuka nya .
“ Itu laporan mengenai Dokter Reyna dan tuan usman . “ Reyna semakin bingung , kala Profesor Permana mengatakan laporan dirinya dengan tuan usman , memang ada kaitan apa dirinya dengan tuan usman . Untuk memusnahkan pikiran yang tidak - tidak nya , Reyna pun dengan cepat membuka surat yang ada di dalam amplop kemudian membacanya .
Reyna menjatuhkan kertas yang ada di tangan nya , ketika Reyna selesai membaca laporan DNA tersebut . “ Tidak mungkin . Aku anak Ayah ku , ini semua pasti bohong dan palsu . “ ujar Reyna dengan menyangkal fakta yang sebenarnya .
__ADS_1
“ Tidak beyza , kamu benar-benar putri Baba . “ tuan usman berusaha memeluk Reyna , karena Reyna tampak nya tidak senang , atau malah terlihat bersedih kala mengetahui fakta yang sebenarnya tentang dirinya .
Bersambung