
“ Akhirnya sampai rumah juga . “ ujar Reyna setelah turun dari taksi online “ ternyata lumayan jauh dan capek juga koas di rumah sakit permata . Tapi cukup nyaman juga sih koas disitu , soalnya dokter - dokter nya sangat ramah - ramah . “ gumam Reyna dengan melangkah masuk ke gerbang rumah nya . Tapi Reyna menghentikan langkah nya , saat melihat suami dan kakaknya tengah berpelukan di teras rumah nya . Apalagi jarak antara teras dan gerbang tidak terlalu jauh , jadi Reyna bisa melihat dengan jelas apa yang sedang suami dan kakaknya lakukan di teras .
Karena terlalu lelah dan ingin segera beristirahat di kamarnya , Reyna pun nekat menerus kan langkah nya untuk masuk ke dalam rumah meski nanti nya harus melewati kedua sejoli yang tengah asyik berpelukan . “ maaf ganggu “ ucap Reyna saat melewati suaminya yang tengah memeluk kakaknya .
Arga mencekal tangan reyna dan melepas pelukan nya pada Lala , saat reyna akan masuk rumah begitu saja . Padahal Arga memenuhi permintaan Lala untuk berbicara di teras , sekalian menunggu kedatangan reyna . “ Main masuk aja sih yang . “ Ujar nya Arga dengan santai , seperti tidak melakukan kesalahan .
“ Maaf mas aku capek banget , duluan ke kamar yah . Kak , aku langsung masuk yah . “ ucap reyna dengan melepas cekalan tangan Arga dan meneruskan langkahnya masuk ke dalam rumah .
“ Yang kok aku di tinggalin sih . “ rengek Arga dengan mengejar reyna masuk ke dalam kamar , meninggalkan Lala yang masih berdiri di luar .
Melihat Arga meninggalkannya dan lebih memilih mengejar adiknya , Lala jadi sadar jika adiknya sudah berhasil menggantikan posisi nya di hati Arga . “ Tak seharusnya aku mengharapkan perhatian Arga , apalagi sekarang Arga itu adik ipar ku . “ batin Lala dengan membuang foto yang Suster Eni temukan di penthouse Arga .
Masuk kamar , ternyata reyna langsung nyelonong ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya tanpa menghiraukan rengekan suaminya . Selain itu reyna juga ingin segera meluapkan kesedihannya di bawah guyuran shower , agar tidak terlalu kentara di lihat nya setelah keluar .
“ Kenapa setelah nikah , aku jadi cengeng dan sering nangis gini sih . Pantesan si dika terus komplen dengan perubahan ku yang lebih pendiem dan gampang nangis , sampai - sampai dia merasa telah kehilangan sosok sahabat nya yang cerewet dan manja . “ Mulai besok , reyna si jenong cantik akan kembali . “ ujarnya dengan menyudahi acara mandi dan tangisan nya . Sungguh Reyna pun sudah sangat lelah dengan kehidupan yang sekarang , jika Reyna belum memiliki cinta untuk Arga , mungkin tidak sesakit ini rasanya .
__ADS_1
Melihat reyna langsung menuju ke kamar mandi , Arga membaringkan tubuhnya di ranjang sembari menunggu istri nya selesai mandi . Arga membayangkan kegiatan Iya - Iya nya nanti dengan Reyna , Menurut Arga malam ini adalah momen yang pas buat dia mencetak gol , masa nikah udah lumayan lama belum juga buka labelnya . “ tunggu deh ! kenapa reyna dari tadi belum keluar juga , perasaan reyna kalo mandi gak pernah selama ini . “ gumam Arga dengan mendekati pintu kamar mandi .
“ Yang kamu ngapain sih di kamar mandi gak keluar - keluar ? Kalo hitungan ketiga tidak keluar juga , aku dobrak pintunya nih yang . “ ucap Arga dengan ancang-ancang ingin mendobrak pintu kamar mandi nya . “ 1 __ 3 “ ternyata hitungan ketiga reyna keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kimono dan wajahnya pun terlihat lebih segar , meskipun di dalam kamar mandi sempat menangis . Reyna pun tampak acuh , saat keluar dari kamar mandi tanpa ingin membalas perkataan Arga .
Melihat sikap acuh reyna , Arga pun mendorong reyna dengan kasar hingga ke ranjang dan mengungkungnya . “ apa aku punya salah ? apa jangan - jangan kamu cemburu , melihat ku memeluk Nurmala ? “ ucap Arga .
Untuk menutupi perasaan kesalnya karena suami tidak pekanya , reyna pun tersenyum sinis mendengar apa yang di lontarkan Arga . “ cemburu , gak usah ngarep . Kamu mau peluk , cium kakak juga terserah . “ balasnya dengan mendorong tubuh Arga yang mengungkungnya .
Arga tersenyum senang melihat sikap yang di tunjukkan reyna seperti perempuan yang tengah cemburu , Arga jadi pengen liat seberapa jauh reyna mencintai nya dan bisa menahan rasa cemburu nya . “ masa , kamu beneran ngebolehin aku melakukan hal itu pada Nurmala ? kalo gitu , sekalian aja deh nanti kakak nya aku kawinin kan bentar lagi juga Nurmala pisah dari suami nya . “ Arga berkelakar sekaligus bertujuan memberitahu pada reyna apa yang sedang menimpa kakaknya , tapi Arga tidak sadar jika ucapan sangat menyakiti hati reyna .
Reyna malah terlihat biasa saja dan cenderung cuek , Reyna benar-benar pandai menyembunyikan perasaan nya . “ Silahkan tuan Arga Rahardian , pinta ku selesai kan dulu dengan adiknya baru setelah itu melanjutkan dengan kakaknya . Gampang kan ? “ balas reyna . Setelah lepas dari kungkungan Arga , Reyna melangkah ke lemari untuk mengambil satu stel baju tidur nya dan berniat memakai nya di kamar mandi .
Ucapan sang istri ternyata berhasil menyentil hatinya bahkan sampai ginjal nya , karena tidak ingin kehilangan istri yang dicintainya Arga menghampiri Reyna yang tengah memilih pakaian dan memeluknya dari belakang . Arga sudah benar-benar mencintai istri dadakan nya dan tidak ingin kehilangan Reyna sampai kapan pun . “ aku mohon , jangan pernah mengatakan kata perpisahan dan sampai kapan pun aku tidak akan menyelesaikan hubungan ku dengan kamu sayang . “ ujar Arga dengan lirih.
Reyna geleng-geleng kepala mendengar ungkapan suaminya , Reyna sungguh tak mengerti apa yang sebenarnya Arga ingin kan . Bukan nya dia ingin hidup bersama dengan cinta matinya yaitu dengan kakaknya , kenapa Arga tidak mau melepaskan nya . “ Egois . “ balas Reyna dengan melepas pelukan Arga dan berlari ke kamar mandi .
__ADS_1
Melihat Reyna masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya , Arga mengerang frustasi karena sudah salah berucap . Sungguh Arga sangat menyesal dengan kata-kata yang keluar dari mulut nya , karena sudah membuat istri nya salah faham . “ Sayang , aku mohon buka pintunya ! aku bisa jelasin semua nya . “ ucap Arga di balik pintu kamar mandi .
Dor
Dor
“ Sayang aku mohon “ Arga terus berteriak agar reyna mau keluar dari kamar mandi .
Sementara Reyna sendiri yang berada di dalam kamar mandi , terus menarik dan menghembuskan nafasnya agar air mata nya tak kembali jatuh . “ ayo Reyna kamu pasti bisa menghadapi nya , rela kan Arga jika memang kakak menginginkan nya juga . “ ujar Reyna mensugesti dirinya .
Cek lek
Akhirnya Reyna keluar dari kamar mandi setelah Arga beberapa kali menggedor - gedor pintu nya , tak membuang kesempatan Arga kembali memeluk Reyna dari belakang . “ aku mohon maaf kan aku sayang . “ ucap Arga . Tapi Reyna terus bungkam dan memilih naik ke atas ranjang nya .
Bersambung
__ADS_1