
“ Emang nya kamu punya berapa lobang yang ? “ Arga malah menanggapi ucapan ambigu Reyna , padahal Reyna pun berkata dengan tidak sadar .
“ Apa sih mas . “ Reyna mendorong kepala Arga , saat Arga hendak memeriksa lubang nya . “ sana ah menjauh . “ Reyna sedikit menjauh , agar Arga tak melihat rasa malunya saat ini . Reyna pun meraih satu baju yang ada di dekat nya , untuk menutupi tubuh polosnya dan secara kebetulan baju yang di ambil Reyna , baju kemeja milik Arga yang berwarna putih .
“ Is gimana sih kamu tuh yang , mas kan mau lihat . Kalo nanti mas salah masuk lubang lagi gimana coba ? “ sungguh tanggapan Arga , semakin membuat Reyna ingin menghilang dari hadapan Arga sekarang juga .
“ Bodoamat . “ Reyna hendak memakai baju Arga , untuk menutupi tubuh polosnya .
Arga langsung blingsatan melihat Reyna marah padanya , mana pedang saktinya masih berdiri tegak lagi . “ yang jangan marah dong , kan baru juga di masukin masa mau gagal lagi . Nanti deh marah nya bersambung dulu , di lanjut marahnya kalo sudah berhasil menabur benih berkualitas mas dulu . Nanti kalo semisalnya terasa sakit , gigit aja tangan mas . “ tutur Arga dengan mencegah Reyna memakai baju kembali .
“ Mana ada orang marah bersambung , yang ada itu _____ “ Arga menghentikan ocehan Reyna , dengan langsung membungkam bibir Reyna dengan bibir nya . Dari pada nanti gagal lagi , gara-gara perdebatan unfaedah nya .
Tak di sangka , meski awal nya Arga terkesan memaksa , Reyna ternyata tak menolak atau marah . Justru Reyna menyambut nya dengan membuka mulut nya , untuk akses Arga mengeksplor lebih dalam lagi . “ Tahan yang “ Karena Reyna terlihat sudah terbuai , tak membuang waktu lagi , Arga pun langsung memasukkan pedang saktinya dengan hati - hati ke Goa sempit .
Reyna menitikan air matanya , nyatanya teori dan praktik itu sungguh jauh berbeda dari yang kita bayangkan . “ Gigit aja pundak mas ! maaf mas tidak bisa berhenti sekarang . “ ujar Arga dengan terus berusaha menembus dinding selaput Reyna yang masih sangat rapat .
__ADS_1
Sebenarnya Arga pun tak tega melihat Reyna sampai menitikan air matanya , tapi Arga sudah kepalang tanggung . Jangan sampai malam ini gagal lagi , membuat Arga junior . “ Mas sakit . “ ujar Reyna , saat Arga menghentak nya sedikit kencang , agar bisa menembus nya .
Setelah berhasil menembus nya , Arga pun memelankan gerakan agar Reyna tidak terlalu merasakan sakit seperti saat Arga belum bisa merobek selaput nya . Ternyata tak berapa lama Arga melenguh , saat mencapai ******* .
Sementara Reyna tergolek lemah dibawah tubuh Arga , dia sama sekali tak menikmati nya , karena hanya ada rasa sakit yang Reyna rasakan saat pertama kali melakukan hubungan suami istri . “ turun mas . “ Reyna mendorong Arga , agar segera turun dari atas tubuhnya .
Arga langsung tepar di atas tubuh Reyna , setelah menyemburkan kecebong ke dalam rahim Reyna . “ Makasih sayang . “ ujar Arga dengan berbaring di samping Reyna dengan tangan mengusap perut Reyna , Arga berharap salah satu kecebong berkualitas nya bisa cepat menjadi embrio .
Reyna membiarkan Arga mengusap perut nya , Reyna tahu Arga berharap salah satu kecebong nya membuahkan hasil . Reyna sendiri belum siap punya anak sekarang , karena takut apa yang menimpa kakaknya akan menimpanya dan Reyna tidak mau itu terjadi , meski Arga sudah menyakinkan nya . Lagian Reyna sudah menghitung masa suburnya dan sudah terlewat seminggu yang lalu , jadi Reyna sama sekali tidak merasa khawatir akan hamil .
Di saat pasangan suami istri tengah terkulai lemas setelah pertempuran singkat nya , Di rumah , lebih tepat di kamar sang kakak ternyata Lili sedang melakukan interogasi pada kakaknya .
Lili baru mendengar berita perceraian Lala dan Lili terlihat sangat kecewa pada kakaknya , karena Lala menyembunyikan masalah nya dari Lili . Mungkin kalo Lili tidak melihat secara langsung kakak ipar nya datang ke tempat kerja Lili dengan membawa perempuan lain , Lili tidak tahu apa yang tengah menimpa kakak nya saat ini .
Pulang kerja , lebih tepat nya setelah melihat keadaan ibunya terlebih dulu di penthouse , Lili langsung menuju ke kamar kakaknya untuk memastikan ucapan fahri yang mengatakan akan berpisah dengan Lala . “ kak , mas fahri bilang akan bercerai dengan kakak . Apa itu benar ? “ tutur Lili dengan hati - hati .
__ADS_1
“ Kamu bertemu dengan dia di mana de ? “ balas Lala .
Lili menarik napas dalam-dalam sebelum berbicara , Lili takut kakaknya kenapa - napa setelah mendengar apa yang akan Lili katakan . “ Tadi aku bertemu mas fahri di Bank . Dia datang dengan seorang perempuan dan mas fahri bilang , perempuan itu istri pertama nya . Apa kakak tahu , mas fahri selama ini sudah menyembunyikan status nya dari kakak ? “ tutur Lili .
Lala mengusap air matanya yang tanpa sengaja menganak pinak , saat mendengar cerita adiknya . Sungguh hati Lala seperti tertusuk belati , setelah mengetahui fakta baru jika dirinya hanya orang kedua . “ De . “ karena tak kuat menahan nya , tangis Lala pun pecah di pelukan Lili . “ apa kakak tidak pantas mendapat kebahagiaan ? kenapa di saat kakak mulai merasa bahagia , justru takdir tak menghendaki nya . “ ucap Lala di sela tangisan nya .
Lili ikut menangis , melihat kakak yang dia bangga selama ini menangis pilu di pelukan nya . Sungguh Lili tidak pernah melihat kakaknya serapuh sekarang , dari dulu kakak nya selalu kuat dan sabar menjalani kehidupan . “ kak , bukan nya kakak selalu bilang sama Lili dan za , akan indah pada waktunya kita akan bahagia . Tapi kenapa sekarang kakak seolah menyalahkan takdir ? kakak tahu kan dari dulu diantara kita bertiga , si za yang selalu mendapat predikat anak cengeng ayah . Apa sekarang kakak mau menggantikan si za ? tapi menurut ku sih gak pantas , kakak kan orang terkuat seperti panji manusia Millenium , masa mau - mau nya menggantikan posisi si za . “ kelakar Lili .
Lala sedikit mengangkat bibir nya , saat mendengar ucapan adiknya . Dari dulu ketiga bersaudara itu sangat dekat , sampai - sampai baik Lala , Lili maupun Reyna sama sekali tidak mempunyai sahabat dekat perempuan di luaran sana . Karena bagi ketiganya , persaudaraan ya persahabatan .
“ Kak nanggung amat sih itu senyum nya , kalo mau senyum tuh yang niat coba . “ Lili kembali berkelakar untuk menghibur Lala .
Lala mengacak-acak rambut Lili dan kembali memeluk nya . “ De , bisa bantu kakak tidak ? kamu tahu de , ayah sama sekali tidak setuju kakak bercerai dengan mas fahri . Ayah beralasan , ayah tidak ingin melihat kakak lebih hancur lagi setelah memilih bercerai .
Bersambung
__ADS_1