Nasab Yang Berbeda

Nasab Yang Berbeda
Sepenggal Masa Lalu


__ADS_3

Flashback


Pov Ahmad


“ Akhirnya istri ku akan pulang ke Indonesia “ ungkapan kegembiraan ku setelah 4 tahun lamanya Nur berada di negri orang .


Awal nya aku kurang setuju saat Nur memutuskan untuk berangkat ke luar negri , seperti para wanita - wanita di tempat tinggal ku . Tapi kala itu Nur memberi ultimatum , jika mau melarang untuk berangkat , sediakan uang perbulan 5 juta untuk memenuhi kebutuhan ku .


Aku tercekat saat Nur menyuruh ku menyediakan uang yang belum sama sekali aku lihat , aku hanya seorang kuli bangunan bagaimana bisa aku menyediakan uang 5 juta perbulan untuk biaya hidup keluarga ku . Akhirnya mau tidak mau aku mengizinkan Nur berangkat dan yang aku dengar Nur akan berangkat ke negara Eropa lebih tepat nya Turki .


Selama 4 tahun berada di negri orang , Nur sama sekali tidak memberikan kabar apapun sampai aku merasa seperti seorang duda beranak 2 . Tapi saat tengah bekerja di rumah pak karsa , tiba-tiba istri dari pak karsa mendatangiku dan memberitahu jika Nur malam ini akan pulang . Maklumlah kala itu yang punya telepon rumah hanya pak karsa , karena pak karsa satu - satu nya orang terkaya kala itu .


Pulang dari rumah pak karsa aku langsung memberitahu kabar gembira ini pada kedua putri ku dan benar saja , kedua putriku sangat terlihat bahagia terutama anak bungsuku mendengar Ibu nya akan pulang . Malam pun tiba , aku dan kedua putriku langsung menuju stasiun untuk menjemput istri yang ku rindukan selama 4 tahun ini .


Beberapa saat menunggu , akhirnya orang yang kami tunggu datang . Tanpa terasa aku sampai menitikan air mata ku karena bahagia bisa kembali melihatnya , Nur juga terlihat sangat berubah dari segi penampilan dan wajahnya pun terlihat sangat putih , bersih seperti bukan Nur istriku 4 tahun yang lalu aku lihat .


Deg


Ternyata Nur tidak pulang sendiri melainkan menggandeng bocah perempuan mungkin usia nya sekitar 2 tahunan . Tapi kala aku memperhatikan wajah bocah yang di gandeng Nur , ada kemiripan dengan wajah putri sulung ku hanya saja anak kecil yang di gandeng Nur itu sangat putih bersih dengan hidung mancung nya . Aku sangat yakin bocah kecil itu anak yang di lahir oleh istriku , Tapi dengan siapa ? tidak mungkin anak kecil itu anakku , sementara aku pun tidak berhubungan selama 4 tahun lebih . “ Nur “ panggil ku .

__ADS_1


Wajah Nur langsung menegang kala aku memanggilnya , tapi sejurus kemudian Nur mendekati ku untuk bersalaman sekaligus mengatakan sesuatu di telinga ku . “ Mas , nanti aku jelasin jika sudah berada di rumah . “ ucap Nur .


Sampai rumah , di luar dugaan ku Nur ternyata mengabaikan bocah kecil yang dia bawa . Nur meninggalkan bocah kecil itu di luar dan Nur melenggang masuk ke dalam rumah begitu saja dengan kedua putri ku tanpa menghiraukan nya . Karena tak tega , aku pun menggendong nya masuk kedalam rumah , meski bocah kecil itu terlihat biasa saja tidak ada wajah sedih atau ingin menangis kala di tinggalkan oleh Nur , seperti sudah biasa mendapat perlakuan seperti itu oleh Nur istri ku .


“ Tesekkurler baba “ ucap bocah kecil .


Karena tidak mengerti arti dari ucapannya , aku pun hanya menganggukkan kepalaku saja dan membawanya ke kamar kedua putri ku . Sampai di kamar kedua putriku , aku melihat Nur tengah menidurkan kedua putriku tanpa ingat dengan bocah kecil yang dia tinggal kan di luar . “ Nur , tidur kan juga anak ini setelah itu kita harus bicara . “ ucap ku .


Beberapa saat , akhirnya Nur masuk ke kamar yang dulu pernah menjadi tempat aku dan Nur memadu kasih sebelum Nur pergi . Tanpa di duga , Nur bersimpuh di kakiku untuk memohon maaf padaku . “ Nur bangunlah , mas hanya butuh penjelasan dari mu bukan permintaan maaf mu . “ ucap ku .


Nur pun menjelaskan siapa bocah kecil yang dia bawa itu . Nur mengakuinya jika bocah kecil itu anak yang di lahir kan nya , dengan kata lain anak kandung nya . Nur mengatakan , jika dirinya adalah korban pelecehan majikan biadabnya . Tidak hanya menjadi korban pelecehan , Nur juga mengatakan dirinya korban kekerasan dari keluarga majikan nya dan Nur pun menunjukkan bekas luka - luka di punggung nya .


Setelah mendengar penjelasan dari Nur , aku pun mendekapnya . Aku merasa jadi suami tak berguna melihat penderitaan istriku , selama di negri orang . Istriku menderita di sana dan aku malah berpikir istriku sudah melupakan kami , karena tak kunjung memberi kabar selama 4 tahun lebih berada di negri orang .


Setelah ketiga putriku beranjak dewasa , ya aku sudah menganggap beyza putri kandungku sendiri meski beyza bukan darah daging ku . Aku membeli rumah yang cukup layak untuk di huni keluarga ku , itu semua karena penjualan beras yang ku tanam sendiri dari sawah yang ku sewa dari pak kades sangat laku di pasaran . Aku pun sekarang bekerja di kantor kecamatan , bukan sebagai kuli bangunan lagi .


Tak ku sangka , kehancuran ku datang di kala aku merasa menjadi laki-laki paling bahagia di dunia ini , karena aku mempunyai keluarga yang harmonis . Kala itu , aku ingin membuat kejutan pada Nur dengan membawa kotak perhiasan yang ku beli dari hasil penjualan beras , karena mendapatkan keuntungan 2 kali lipat dari biasanya . Siang itu aku kembali ke rumah dengan terus mengembangkan senyum ku karena terlampau bahagia nya , aku pun sengaja meninggal motor ku dan memilih naik angkutan umum agar Nur tidak tahu aku datang . Tapi sampai rumah , aku lihat motor dari paman Juki terparkir di halaman depan rumah ku dan keadaan pintu pun ternyata terbuka . Aku pun memutuskan akan masuk dan menyapa paman dari istriku , sebelum memberi kejutan pada Nur istriku .


Saat aku melangkah masuk , sayup-sayup aku mendengar perdebatan antara ponakan dan pamannya itu . Tapi yang ku dengar paman juki tengah meminta uang pada istriku , dengan berdalih tutup mulut . Aku pun memutuskan tidak melanjutkan masuk dan menunggu di luar saja , karena aku segan jika ikut campur urusan keluarga dari istriku .

__ADS_1


Tapi saat aku berbalik , aku dengar suara lantang istriku yang mengatakan Jika dirinya di deportasi karena ulah paman , karena paman dirinya sampai di usir oleh Usman . Aku pun mengurungkan niatku untuk keluar dan bersembunyi untuk mendengar pembicaraan antara istriku dan paman Juki .


Seperti nya paman Juki terlihat marah pada istriku , karena dia malah menampar istriku . Aku ingin mendekat karena tak Terima melihat istriku di tampar oleh paman Juki , tapi langkah ku berhenti saat paman Juki membalas perkataan istriku dengan menyebut nya bodoh karena tidak bisa menjadi istri yang berguna buat Usman .


“ Istri dari Usman . “ ucap ku dengan kilat amarah . Aku sudah tak tahan lagi , akhirnya aku pun mendekati istri dan paman Juki yang tengah membahas laki-laki bernama Usman . “ Sekarang jelas kan siapa Usman paman Juki ? “ aku lebih memilih bertanya langsung pada paman Juki , jika aku bertanya pada Nur yang ada Nur akan menambah ke bohongan baru lagi .


“ Kenapa kamu malah bertanya padaku , tanyakan saja pada istrimu itu . “ balas paman Juki .


Karena paman Juki tak mau bicara dan aku tahu paman Juki kesini karena sedang membutuhkan uang , aku pun memberikan kotak perhiasan yang awalnya akan aku berikan pada Nur . “ Ini ambillah ! dan jawab pertanyaan ku . “ paman Juki terlihat berbinar saat aku menyodorkan kotak perhiasan padanya . Tidak sulit membuat paman Juki bicara , karena paman dari istriku itu dari dulu emang mata duitan akut .


“ Baiklah kalo kamu memaksa . Sekarang dengar baik - baik , Usman itu laki-laki yang sudah menikahi istri yang kamu cintai 3 tahun lalu dan kamu tahu apa yang sudah di perbuat istri tercinta mu agar bisa menikah dengan pengusaha kaya raya itu ? memalsukan Identitas nya . Dia mengaku seorang janda yang sudah di tinggal mati suaminya , bodohnya si Usman percaya karangan nya tanpa mencari tahu kebenarannya . Puncak nya saat istri tercinta mu mulai tak sadar diri dan berani macam - macam padaku karena tak memberiku uang tutup mulut , aku pun memberitahu kebenarannya pada Usman jika Nur masih memiliki keluarga di Indonesia . Tidak sampai itu , aku pun memberikan bukti pada Usman dan akhirnya Usman pun percaya. “ penjelasan paman Juki .


“ Apa paman punya bukti ? “ aku tidak ingin percaya begitu saja dengan ucapan paman dari istriku jika belum melihat buktinya .


Paman tersenyum menyeringai saat aku meminta menunjukkan bukti tapi sejurus kemudian , paman Juki mengeluarkan ponsel yang dia simpan di jaketnya dan paman memberikan ponsel itu padaku . “ Lihat di galeri ponsel ku , ada banyak foto - foto resepsi pernikahan keponakan ku yang ku simpan . Tidak hanya itu , aku pun menyimpan video pas akad pernikahan keponakan ku tersayang ini . “ ucap paman .


Plak


“ Nur syamsiah , mulai detik ini aku talak . “ ucapku tanpa ragu .

__ADS_1


Flashback of


Bersambung


__ADS_2