Nasab Yang Berbeda

Nasab Yang Berbeda
Hari pertama koas


__ADS_3

“ Ehem “ untuk mengurangi rasa gugup nya , reyna pun berdeham karena sudah mengganggu pembicaraan antara suami dan profesornya . “ maaf ponselku ketinggalan “ reyna pun langsung ke meja dimana reyna meletakkan ponsel nya , setelah mengambil ponsel nya reyna kembali keluar . Selain terburu - buru , hati reyna pun seperti teriris pisau belati setelah tanpa di sengaja mendengar obrolan suaminya dengan sahabat sekaligus profesor nya . Tapi reyna mencoba untuk setenang mungkin menyikapi nya dan menutupi rasa sakit nya , karena di hadapannya ada profesor sekaligus pemilik rumah sakit di mana dirinya bekerja . “ silahkan di lanjut ! saya cuma mau ambil ini . “ reyna menunjukkan ponsel nya yang tertinggal , kemudian langsung meninggal kan ruangan nya dengan tergesa-gesa tanpa terlebih dulu menyapa suaminya .


Di balik pintu reyna menghentikan langkah nya dan menghapus air matanya nya yang tumpah tanpa permisi , setelah reyna menahan nya . Dada reyna pun terasa sangat sesak , setelah mengetahui kenyataan yang sebenarnya . “ ternyata aku hanya terlalu ke PD an karena menganggap mas Arga sudah benar-benar melupakan kakak . “ gumamnya dengan mengipas - ngipas wajahnya dengan tangan nya dan menghirup udara dalam - dalam agar air mata nya tidak kembali menetes , setelah melakukan tritmen seperti tadi dan reyna sedikit lebih tenang , reyna kembali menerus kan langkah nya ke ruangan di mana rekan - rekan koas nya berkumpul .


“ Gawat , seperti nya reyna mendengar obrolan ku dengan si kupret zilan . “ batin Arga , saat reyna masuk tapi sama sekali tak menyapanya atau pun menatap nya .


“ Loe sih dari tadi ngebahas kakak ipar gue terus , pasti istri ku mendengar dan salah faham lagi . “ ujar Arga dengan meletakkan leptop nya di atas meja terlebih dulu sebelum mengejar reyna .


Zilan sama sekali tidak tahu , jika istri dari sahabat nya benar adik dari wanita yang dulu sahabat nya cintai . “ Siapa yang ngebahas kakak ipar loe , bukan nya dari tadi kita sedang membicarakan tentang wanita dambaan loe dulu . Kecuali , kalo loe nikah nya sama adiknya nurmala itu baru namanya maruk . “ balas zilan yang tidak mau di salah kan .

__ADS_1


“ Heh Profesor menang nembak , loe gak merhatiin wajah bini gua mirip dengan wajah Nurmala . Mereka berdua itu memang kakak beradik , Udah loe pergi sana ! gua mau ngejar istri gua pasti dia salah faham dan itu gara-gara loe , awas aja kalo sampai istri ku tidak bisa memaaafkanku . “ Arga yang kesal malah menghardik zilan .


“ Ini kan rumah sakit punya gua , ngapa jadi loe yang nguruh gua pergi . “ sungut zilan


Tanpa menghiraukan zilan lagi , Arga keluar untuk mengejar reyna yang sudah salah faham terhadap ucapan nya . Seperti yang Arga ketahui , jika itu calon dokter obygyn , yang pertama Arga datangi untuk mencari keberadaan istrinya , Arga terlebih dulu mencari reyna ke ruangan bersalin . Tapi saat masuk ruangan bersalin , Arga tak melihat keberadaan istri nya dan rekan - rekan istri nya berada di ruang bersalin Arga pun keluar dan mencari tempat lain .


Saat Arga masih berdiri di depan ruang bersalin , Arga melihat istri nya dan beberapa rekan koas reyna baru datang menuju ke ruang bersalin dengan tergesa-gesa seperti nya ada pasien darurat yang harus segera di tangani . Tak menunggu lama , Arga pun langsung berlari mendekati reyna . “ sayang , kamu jangan salah faham dengan ucapan ku . Aku tadi mau bilang kalo _______ “ reyna menghentikan ucapan Arga dengan menempel kan telunjuk nya di bibir sang suami , agar Arga tidak meneruskan penjelasan nya . Lagian menurut reyna , percuma juga Arga menjelaskan apa yang sudah reyna dengar dengan telinga reyna sendiri , toh perasaan Arga pada kakaknya tidak akan hilang sampai kapan pun , karena jelas - jelas suaminya mengatakan jika kakaknya itu cinta matinya .


Di tempat lain

__ADS_1


Lala masih menunggu suaminya di depan pintu hotel dimana suaminya bekerja . Lala mendatangi tempat suaminya bekerja , karena semenjak Lala tinggal di rumah ayah nya , suaminya sama sekali tidak memberi kabar atau pun menanyakan kabar nya . Awal perubahan sikap suaminya , di picu karena ketidaksetujuan nya sang suami saat Lala memutuskan untuk risegn dari Rahardian grup . Sedangkan Lala sendiri memutuskan untuk risegn karena kondisi tubuhnya benar-benar tidak bisa di ajak kompromi setelah dirinya hamil .


Suami Lala sendiri bekerja sebagai pelayan pengangkut barang atau bisa di sebut porter di sebuah hotel berbintang 5 . Lala pun awal bertemu dengan sang suami di hotel dimana sang suami bekerja , saat itu secara tidak sengaja Fahri atau suami dari Lala menumpahkan minuman di baju Lala , saat Lala sedang mengikuti rapat di hotel di mana Fahri bekerja . Entah itu hanya modus Fahri , agar bisa lebih kenal dan dekat dengan Lala atau Fahri benar-benar tidak sengaja menumpahkan minuman di baju Lala .


Saat Lala malah terhanyut dengan pikiran - pikiran awal pertemuan nya dengan sang suami , ternyata Fahri keluar dengan rekan - rekan nya . Karena memang sekarang sudah waktunya makan siang , jadi rekan - rekan Fahri yang lain pun berhamburan keluar . “ mas Fahri . “ sapa Lala , saat Fahri dan kedua teman nya baru keluar dari lobi hotel . Lala rela menunggu suaminya di depan pintu hotel , padahal petugas keamanan pun sudah menyuruh Lala agar menunggu suaminya di dalam tapi Lala lebih memilih di luar .


Fahri pun menghentikan langkah nya dan berbalik , saat mendengar suara istri nya memanggilnya . “ ngapain kamu kesini La ? “ Fahri sama sekali tidak merasa bersalah ataupun menyesal karena sudah menghubungi Lala sama sekali . “ Regi, danu kalian duluan gih makan siang nya . “ ujar Fahri kepada kedua teman nya kemudian membawa Lala menjauh dari hotel dimana Fahri bekerja .


Sementara Lala sama sekali tidak berbicara apapun , saat suaminya menarik tangannya dengan kasar dan membawa nya menuju ke jembatan penyebrangan . Lala tak habis pikir kenapa suaminya bisa sekasar ini padanya , padahal dia tahu Lala tengah mengandung anaknya . Lala pun dari dulu tak pernah menuntut atau pun mengeluh saat suaminya sama sekali tidak pernah memberikan nafkah sepeser pun pada Lala , Fahri selalu beralasan gajian nya hanya cukup untuk membayar cicilan motor nya dan juga bensin nya . Dengan polosnya Lala pun percaya dengan apa yang di ucapkan Fahri , mungkin Lala percaya karena dulu perlakuan Fahri pada Lala sangat manis hingga ketutup perbuatan buruk Fahri . “ mau apa kamu kemari . “ Ujar Fahri , setelah membawa Lala keatas jembatan penyeberangan yang ada di depan hotel .

__ADS_1


“ Mas kamu gak mau nanyain kabar aku atau calon anakmu dulu ? padahal udah sebulan lebih aku tinggal di rumah ayah , kamu sama sekali tidak ada menghubungi ku atau pun datang ke rumah ayah untuk menemui ku atau menjemput ku pulang ke rumah . Kamu kenapa sih mas ? apa aku punya salah , sampai mas seperti ini pada ku ? “ cerca Lala dengan berlinang air matanya .


Bersambung


__ADS_2