
“ Nurmala , reyna masih di dalam kan ? “ tanya arga , saat melihat Lala keluar dari kamar Lili .
“ Gak ada si za kok di dalam kamar Lili , orang dari tadi cuma aku sama Lili doang di dalam . Emang si za , bilangnya mau kemana ? bukan nya kamu langsung membawa istri mu ke dalam kamar kalian yah . “ selesai makan malam , memang arga langsung kembali ke kamar mereka . Tapi setelah masuk kamar , reyna justru meminta izin padanya untuk datang ke kamar Lili barang sebentar , dengan alasan ingin membicarakan sesuatu , apalagi Lili tidak ikut makan malam bersama .
“ Emang sih tadi selesai makan , kita berdua langsung kembali ke kamar . Tapi reyna langsung keluar lagi , reyna bilang mau bicara sesuatu yang penting dengan Lili . Kamu tidak sedang ______ “
“ Tunggu deh , berarti si za keluar dari kamar sudah satu jam yang lalu dan dia bilang mau menemui Lili ? Jangan - jangan si za ______ “ potong Lala dengan kembali masuk ke dalam kamar Lili dengan panik . “ Dek gawat - gawat ini , seperti nya si za habis dari sini dan mendengar semua pembicaraan kita . “ ujar Lala pada Lili .
Dor
Dor
“ Nurmala , sebenarnya ada apa ini ? kamu tidak sedang bekerja sama dengan reyna , karena ingin mengerjaikukan ? “ teriak arga di balik pintu kamar Lili .
Arga benar-benar tidak mengerti , kenapa Lala kembali masuk ke kamar Lili begitu saja , tanpa menjelaskan apapun padanya . Sedangkan Arga sendiri segan masuk ke kamar kakak iparnya , tanpa ijin dari si pemilik kamar , mengingat si pemilik kamar seorang perempuan . “ Ada apa ga ? “ bukan Lala atau Lili yang bertanya , saat Arga sendiri tengah bingung untuk masuk ke kamar atau tetap menunggu di depan pintu kamar , melainkan ayah ahmad . Ayah ahmad keluar dari kamarnya , karena mendengar suara gedoran pintu yang cukup keras . Pasalnya , kamar nya dengan kamar Lili bersebelahan , jadi jelas ahmad mendengar kegaduhan yang di buat sang menantu . Sedangkan kamar reyna dan Lala berada di lantai dua , jadi fahri yang berada di kamar seperti nya tidak mendengar kegaduhan di bawah .
Mendengar suara sang ayah keluar dari kamar , Lala dan Lili pun buru - buru keluar dari kamar untuk menjelaskan . “ ayah gawat , seperti nya si za tahu perempuan yang ayah nikahi itu ibu . “ terang Lala .
__ADS_1
“ Apa ? “ bukan ayah atau Lili yang menyahuti ucapan Lala dengan sedikit berteriak , melainkan arga lah . Arga benar-benar kaget mendengar penjelasan sang kakak ipar , mengenai berita pernikahan kedua orang sang istri . “ jangan - jangan reyna tidak ada sekarang , karena kalian menyembunyikan semua ini dari reyna ? “ dugaan Arga dengan sedikit mengeram kesal pada keluarga sang istri .
“ Gak usah memperkeruh keadaan deh , emang nya kamu sudah mencari keberadaan za ke setiap sudut rumah ini ? “ sahut Lili yang tidak terima , karena arga seolah menyalahkan keluarga nya , meski hati kecilnya merasakan kekhawatiran yang sama dengan Arga pada sang adik .
“ Bukan seperti itu maksudku _____ ’ Lebih baik aku langsung mencari keberadaan istri ku , dari pada harus berdebat di sini . ’ batin Arga , dengan meninggalkan semua keluarga sang istri begitu saja .
Arga sangat terlihat sekali paniknya sekaligus khawatir dengan keadaan sang istri
, Arga khawatir sang istri pergi dari rumah seperti sebelum - sebelum nya . “ Arga tunggu ! “ ayah memanggil Arga , karena Arga berlalu begitu saja tanpa mengucapkan sesuatu apapun . “ Jika kamu ingin mencari za , ayah ikut . “ pinta nya .
“ Aku juga “ sahut Lili .
Sama halnya dengan Arga , kedua bersaudara itu pun mengkhawatirkan kondisi sang adik bungsu , walau bagaimana pun reyna pergi dari rumah karena mendengar pembicaraan mereka pastinya .
“ Sebaiknya kalian berdua tunggu di sini , biar ayah sama Arga yang mencari keberadaan za . Jika kalian ikut semua , lalu siapa yang nunggu di rumah siapa tahu za kembali ke rumah . “ papar ayah .
“ Tapi yah , za pergi kan karena mendengar kan pembicaraan Lala dengan Lili . Jadi akan lebih baik , Lala ikut mencari za . “ Lala merasa bersalah karena menjadi penyebab perginya sang adik bungsu .
__ADS_1
“ Biar aku sama ayah yang mencari reyna , kalian tunggu di rumah saja . Lagian ini sudah malam , kamu kalo mau membantu mencari reyna biar besok pagi saja seandainya reyna belum juga di temukan . “ sentak Arga dengan sedikit menohok .
Waktu nya akan habis sia - sia , seandainya terus meladeni keinginan Lala . Lagian waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam , rasanya tidak mungkin juga kedua perempuan yang ada di hadapan nya bantu mencari keberadaan sang istri yang belum tahu kemana . “ Ayo yah kita berangkat sekarang . “ ajak Arga pada sang ayah mertua .
Lebih baik Arga mencari keberadaan sang istri di temani ayah mertua nya , mungkin saja dengan mengajaknya , ayah mertua nya tahu biasanya istrinya pergi kemana . “ bentar ayah ambil jaket dulu . “ ayah pun buru - buru kembali masuk ke kamar untuk mencari pakaian yang tak tembus hawa dingin nya malam . “ yuk “ ajaknya dengan langkah tergesa-gesa .
Saat Arga dan ayah tengah terburu - buru melangkah ke arah mobil Arga , ponsel ayah yang di simpan di saku depan celana panjang ayah berdering . Panggilan pertama dan ketiga , ayah sama sekali tidak menghiraukan seruan ponsel nya karena ayah benar-benar tengah terburu - buru . Tapi saat ayah dan Arga sudah berada di dalam mobil , ayah baru akan mengangkatnya karena suara dering nya sangat mengganggu nya . Ayah memicing kan matanya , saat melihat nama yang tertera di layar ponsel nya . “ Kenapa Nur terus menghubungi ku . “ ujar ayah dengan heran .
“ Angkat saja yah , takut ada yang penting . “ sahut Arga dengan tangan berada di atas kemudi nya .
Mendengar saran Arga , ayah pun langsung mengangkat panggilan dari ibu anak - anaknya . “ Assalamu'alaikum Nur “ jawab ayah .
“ _____ “
“ Aku akan segera kesana . “ balas ayah .
Bersambung
__ADS_1