
“ Sayang , kok jadi kamu yang marah sih . “ keluh Arga .
Setelah sampai rumah sampai ingin tidur , reyna ternyata masih mendiamkan arga . Reyna masih merasa kesal dengan sikap Arga , mungkin pikir jika reyna menghubungi dika sahabat nya , suami nya cemburu itu wajar . Lah reyna kan hanya menghubungi mami dan reyna sudah menganggap mami itu sebagai ibu reyna , karena reyna bisa mendapatkan kasih sayang seorang ibu kan dari ibu sahabat nya , kok suaminya malah melarang reyna untuk tidak lagi berhubungan dengan dika mau pun ibunya . Sungguh Reyna tidak bisa terima , saat Arga menyuruh nya untuk tidak lagi berhubungan dengan mami . Mungkin jika Arga hanya menyuruh nya untuk menjauhi dika , Reyna pasti akan melakukan nya . Tapi tidak dengan menyuruh nya menjauhi mami .
Saat dalam perjalanan pulang ke rumah Ayah , reyna dan juga arga sempat berdebat . Arga tidak suka reyna menghubungi Ibunya dika , karena jelas - jelas sahabat laki-laki dari istri nya itu memiliki hati pada nya . Terlebih reyna menghubungi nya hanya untuk meminta maaf dan kenapa juga reyna malah mewakili dirinya meminta maaf pada ibu dika , itu kan sama aja reyna menjatuhkan harga diri Arga sebagai suaminya . Seharusnya reyna tidak perlu minta maaf segala , karena menurut Arga sendiri yang salah itu hanya dika , Udah tahu reyna itu sekarang sudah punya suami , kenapa main peluk reyna seenaknya saja .
****
“ Yang “ Arga pun ikut membaringkan tubuhnya , saat reyna membelakangi nya . Arga yang tidak kehabisan akal , memeluk reyna dari belakang . “ Yang aku minta maaf deh , kalo kamu merasa aku salah . “ ujar Arga dengan mencium pucuk rambut sang istri . Arga merasa dirinya tidak mempunyai kesalahan apa pun pada sang istri , Arga meminta maaf karena Reyna terus mendiamkan nya tanpa memberitahu kesalahan nya .
__ADS_1
Sementara reyna tidak menolak atau pun membalas apa yang sedang di lakukan suaminya padanya . ’ ternyata nih orang sama sekali tidak merasa bersalah atau pun menyadari kesalahan yang sudah di perbuat nya ’ batin reyna dengan terus memunggungi Arga .
“ Ya sudah istirahat lah ! mungkin setelah tidur kamu sudah lebih baik dan mau berbicara lagi padaku . “ ujar Arga kemudian menutupi tubuh sang istri dengan selimut , sementara dirinya beranjak dari ranjang untuk mengambil Tablet nya yang dia simpan ke dalam tas kerja nya , karena di rumah sang mertua Arga tidak mempunyai ruang kerja sendiri , Arga pun langsung kembali lagi ke ranjang untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang sempat tertunda karena masalah yang alamin istrinya , padahal tubuh nya sudah sangat lelah tapi Arga harus menyelesaikan pekerjaan nya malam ini juga .
Keesokan harinya Arga bangun kesingan karena semalaman dia benar-benar harus menyelesaikan kerjaannya dan Arga baru tertidur sekitar pukul 3 malam . “ sayang “ Arga membuka matanya , tapi sudah tak melihat keberadaan istri nya di sisi ranjang nya . Arga yang kuwatir istri nya akan kembali pergi meninggalkan nya , buru - buru turun dari ranjang dan mencari keberadaan istrinya. Sebelum keluar kamar untuk mencari keberadaan Reyna , Arga terlebih dulu mencari istri nya ke kamar mandi .
Cek lek
Reyna yang merasa mendengar suara seseorang pun langsung mematikan shower nya , untuk memastikan kalo Reyna tidak salah mendengar sayup-sayup suara seseorang sedang berbicara . “ mas Arga “ Reyna membulat kan matanya , saat melihat keberadaan suaminya di dalam kamar mandi . Seketika Reyna pun meraih handuknya , untuk menutupi tubuhnya padahal busa - busa di rambut Reyna pun belum sepenuhnya bersih .
__ADS_1
Sementara Arga masih sangat terpana dengan tubuh mulus Reyna , sampai matanya tak ingin berkedip . Reyna pun langsung mendorong sekuat tenaga tubuh Arga setelah mengikat handuknya dengan benar , agar keluar dari kamar mandi . “ mas ngapain di sini ? keluar , keluar ! “ Reyna pun langsung
mengunci pintu kamar mandi nya setelah berhasil mengeluarkan tubuh Arga dari dalam kamar mandi .
Di balik pintu kamar mandi , ternyata Arga masih terngiang - ngiang bagaimana molek dan mulusnya tubuh sang istri . Sungguh untuk pertama kalinya Arga melihat tubuh Reyna tanpa sehelai benang pun , tidak hanya adik kecilnya yang sudah bereaksi , kedua jari tangan Arga yang sudah merasakan liang sempit milik Reyna pun ikut berkedut setelah melihat dengan jelas kemulusan tubuh sang istri . Jika dulu saat Reyna di pengaruhi obat perangsang , Arga hanya menggunakan kedua jarinya untuk memuaskan Reyna dan Arga pun harus memadamkan lampu kamar nya , agar hasrat nya tidak terpancing tubuh molek sang istri .
Saat Arga masih berdiri di depan pintu kamar mandi , Reyna yang sudah selesai mandi dan berpakaian lengkap pun keluar dan betapa kagetnya, saat melihat Arga masih berdiri di depan pintu . “ apa lihat - lihat , mau aku colok mata kamu . “ ujar Reyna dengan ketus , untuk menutupi rasa malu dan gugup nya saat melewati Arga yang terus memperhatikan nya .
Reyna melangkah kan kakinya menuju meja rias untuk merias diri , karena hari ini adalah hari pertama Reyna koas di rumah sakit yang di tunjuk pihak kampus . “ mau kemana ? “ tanya Arga , saat Reyna sedang memakai alat make up nya dan sudah berpakaian rapi seperti ingin pergi .
__ADS_1
Bersambung