Nasab Yang Berbeda

Nasab Yang Berbeda
Sudah lumayan ada peningkatan


__ADS_3

Semenjak membuka matanya , arga sama sekali tidak ingin beranjak dari ranjang . Arga terus saja memandang wajah sang istri yang masih memejamkan matanya , arga pun merapikan rambut Reyna yang menutupi wajahnya . Jika biasanya arga akan melakukan sesuatu jika Reyna tertidur , tapi kali ini arga hanya meraba bagian wajah sang istri . Arga baru menyadari jika istri nya sangat cantik , meskipun dalam keadaan tertidur . “ selamat pagi istri ku . “ Reyna membuka matanya , saat tangan menyentuh bibir ranum nya .


Reyna langsung berjingkrak , saat tangan arga menyentuh bibir nya . “ Kamu mau apa ? “ tanyanya , Reyna pun memeriksa keadaan pakaian nya dan alhamdulillah pakaian nya masih seperti semula , kemudian Reyna turun dari ranjang menuju ke violet untuk memeriksa bagian leher dan juga dadanya . Reyna khawatir Arga kembali memberi nya tanda merah seperti tempo lalu , Reyna kemudian menengadah kan kedua tangan nya , saat tak melihat tanda merah di lehernya . “ untung orang nya lagi sadar ya Allah . “ Arga mengernyitkan kan keningnya mendengar doa dari istri nya .


“ Emang siapa yang kamu bilang lagi sadar itu ? “ tanya arga .


“ Kamu lah , emang siapa lagi yang omes di rumah ini . “ balas Reyna kemudian berlalu ke kamar mandi tanpa memikirkan kebingungan arga .


“ AHHH “


“ Arga Rahardian “ pekik Reyna dengan sangat kuat .


Sementara arga malah tersenyum di atas ranjang , saat Reyna berteriak dari dalam kamar mandi . Semalam saat Reyna sudah terlelap , arga memang menyusu dengan sangat puas . Arga menjilat , hingga menyesap nya bahkan Arga memberikan tanda merah sangat banyak di area dada nya .


Untung Reyna sama sekali tidak terganggu dengan kegiatan arga semalam , Reyna hanya melenguh kecil . Mungkin Reyna pikir hanya bermimpi , sampai tidak terbangun .


Keluar dari kamar mandi , Reyna menatap tajam Arga yang asyik bermain ponsel nya . Saat Reyna akan membuka mulutnya untuk mencaci - maki suaminya , Arga malah lebih dulu membuka mulut nya . “ Ingat kesepakatan kita yang nomor 1 ? kalo lupa , perlu saya bacakan istri ku . “ ucap arga dengan mengulum senyum .


Kepala Reyna benar-benar mau pecah menghadapi kemesuman suaminya . Reyna pikir dengan tinggal di rumah ayah nya , arga semakin tidak leluasa melakukan kesepakatan nya . Ternyata di sini arga malah semakin banyak mendapatkan kesempatan , apalagi semua keluarga nya malah mendukung nya .

__ADS_1


“ Aku mau pulang ke Penthause . “ ucap Reyna dengan geram .


“ Tidak bisa , karena aku suka di sini . Bukankah tinggal di rumah ayah itu persyaratan mu ? “ balas arga .


“ Pulang sekarang “


“ Tidak “


“ Pulang “


“ Tidak mau “


“ Tidak mau istri ku . Tolong pasangkan dasi ku istri ku ! “ Reyna menerima dan memasang kan dasi suami nya dan berharap arga mau mengubah pikiran nya kembali ke Penthause , karena Reyna sudah tidak ada cara lain selain kembali ke Penthause .


“ Pliss pulang ke Penthause suamiku . “ mungkin dengan memohon dan berbicara dengan Lembut , suami mau mengikuti nya .


Cup


“ Hayu keluar , kira - kira bibi bikin sarapan apa yah . “ Arga mengalihkan pembicaraan , setelah mengecup sekilas bibir Reyna , arga malah mengajaknya keluar dari kamar , Bukan nya memenuhi permintaan nya .

__ADS_1


Arga menaruh satu pelayan di rumah sang mertua , karena tidak ingin membuat repot keluarga sang istri . Awalnya Arga malah menaruh 3 pelayan sekaligus , tapi karena tempat nya tidak memungkinkan , akhirnya hanya satu pelayan yang Arga pilih . Itu pun kalo malam pulang , karena sudah tidak ada kamar lagi untuk di tempati.


“ Pagi pengantin Kawak . “ sapa Lili , saat Arga dan Reyna sampai meja makan . “ yang lama aja kalian tinggal di sini , biar aku gak susah - susah masak dulu . “ ujar Lili .


“ Gak mau , nanti keenakan kamu nya , kalo bi idah terus - terusan di sini . “ celetuk Reyna .


“ Tenang saja kak , kita bakalan lama ko di sini nya . Lagian bi idah aku tugaskan untuk membantu rumah ayah kok , meskipun aku dan istri ku sudah kembali . “ balasan Arga sangat bertolak belakang sekali dengan reyna , jangan kan mendukung ucapan reyna , membela reyna pun tidak .


' Sebenarnya istrinya dia siapa sih ? kenapa malah mendukung kakak ku , bukan nya aku yang istrinya . ’ batin reyna reyna kesal , saat Arga sama sekali tidak mendukung nya .


“ Pagi semua . “ sapa Lala saat baru bergabung di meja makan .


“ Kenapa Kak , pusing lagi ? “ tanya reyna , saat Lala terus memijat pelipis nya sendiri saat baru sampe meja makan . a


“ Biasalah za , nanti juga kalo kamu hamil akan merasakan nya sendiri . “ Lili lah yang menjawab pertanyaan reyna , karena Lala terlihat pucat .


“ Mas Azzam masih lama di luar kota nya ? “ reyna bertanya tentang kakak iparnya , karena kasian melihat kakak sulungnya . Pasti di saat seperti ini , kakak nya membutuhkan kehadiran suami nya .


“ Bilangnya sih masih lama za , tapi ya sudah lah , kakak tidak ingin mengganggu pekerjaan mas Azzam gara-gara ini . “ balas Lala . Sebenarnya Azzam jarang menghubungi Lala , selama berada di luar kota . Tapi Lala tidak ingin keluarga nya mengetahui hubungan nya dengan sang suami yang sedang tidak baik - baik saja .

__ADS_1


Sementara arga hanya menyimak obrolan ketiga saudara itu , tanpa ikut memperhatikan ke adaan Lala . Arga takut reyna kembali mendiamkan nya , karena Arga pernah memperhatikan Lala saat baru melihat keadaan Lala yang seperti ini .


__ADS_2