
Dalam perjalanan , Reyna ternyata sama sekali tak menceritakan pada Arga , apa yang membuat nya menangis saat di rumah sakit . Arga pun sama sekali tak bertanya , karena dalam pikiran Arga , istri nya menangis seperti tadi di rumah sakit di sebabkan karena kondisi lala yang belum pulih dan calon ponakan nya yang tidak bisa di selamat kan . “ Mas bisa kita mampir ke penthouse sebentar , sudah lama aku gak datang ke penthouse . “ Arga sampai menghentikan mobilnya secara mendadak , saat mendengar keinginan sang istri . Untung di belakang mobil Arga , tidak ada mobil lain . “ Mas kalo mau berhentiin mobil , jangan di tengah jalan seperti ini dong . “ omel Reyna , dengan memegang dadanya .
“ Maaf yang , kamu tidak apa - apa kan ? “ tanya Arga dengan kembali menjalankan mobilnya . “ Mau apa ke penthouse yang ? bukan nya kamu tidak betah tinggal di penthouse yah ? “ Arga mencoba mencegah , agar Reyna tidak dulu datang ke penthouse sebelum mendapat persetujuan dari dokter yang menangani ibu mertua nya . Pasalnya di penthouse masih ada ibu mertua nya , dan Arga belum tahu kondisi terakhir ibu mertua nya seperti apa . Jadi tidak mungkin ke penthouse sekarang , tanpa bertanya terlebih dulu pada sang dokter atau Lili .
Lagian tidak mungkin Arga menghubungi Lili , karena kondisi kakak ipar nya masih terlihat syok dengan apa yang menimpa Lala . Arga juga tidak mungkin menghubungi sang dokter , di depan Reyna . “ yang , bagaimana kalo kita ke pantai saja untuk menenangkan hati kamu yang sedih ? dari pada ke penthouse , kamu nanti malah suntuk . “ cegah Arga .
Reyna menggeleng kan kepalanya mendengar ajakan sang suami , entah kenapa Reyna saat ini sangat ingin sekali pulang ke penthouse , seperti ada yang menanti . “ gak ah , lagi males ke pantai . Paling nanti ujung-ujungnya mas bawa aku menginap di hotel dan praktek biologi lagi , kita menginap di penthouse aja yah mas malam ini , aku benar - benar kangen kamar penthouse kita . “ pinta Reyna .
’ Setidaknya jika malam ini menginap di penthouse , aku bisa sedikit melupakan kejadian di rumah sakit tadi . aku hanya ingin menenangkan hatiku , bukan ingin menghindari saudariku yang terkena musibah atau pun menghindari ayah , aku butuh waktu untuk mencerna semua yang terjadi hari ini . ’ batin Reyna .
“ Baiklah malam ini kita menginap di penthouse , apa sih yang gak buat kamu yang . “ Arga akhirnya mengikuti kemauan Reyna menginap di penthouse , masalah ibu mertua nya biar nanti yang mengurusnya Devan assisten nya dan sang dokter .
__ADS_1
“ Tapi bolehlah , suamimu yang ganteng ini di beri kecupan , anggap saja itu sebagai kompensasi atau hadiah buat suami mu yang ganteng ini . “ pinta Arga dengan sedikit berkelakar .
Karena Reyna tak merespon atau pun menyahut ucapan nya , Arga pun menoleh ke samping kemudinya . “ pantas saja tidak menyahut ucapan ku , ternyata dia masih sibuk dengan pikiran nya sendiri . Kasian sekali istriku , pasti dia masih kepikiran kepergian calon keponakan nya , belum lagi kondisi Nurmala yang belum pulih . “ gumam Arga tanpa berniat menyadarkan istrinya yang masih asyik dengan dunia lamunan nya .
*****
Di rumah sakit Lili masih belum bisa melupakan kejadian yang merenggut nyawa ke ponakan nya , meski sang kakak sama sekali tidak menyalahkan nya . “ Dek , si za kemana ? perasaan dari tadi kakak tidak melihat nya . “ tanya Lala di sela lamunan sang adik . “ Dek _ Dek “ panggil Lala dengan menyentuh pundak Lili .
Ayah seperti nya melupakan apa yang sudah dia perbuat pada Reyna , saking paniknya saat melihat kondisi Lala yang drop . “ Za , kan pergi setelah ayah menamparnya tadi . Emang ayah gak ingat , apa yang sudah ayah lakukan pada anak itu . “ sahut Lili .
Ayah yang baru sadar , dengan apa yang sudah dia lakukan pun langsung lemas . “ Li hubungi Mba siti ! tanyain, anak itu sudah sampai rumah apa belum . “ ayah langsung terlihat khawatir .
__ADS_1
Sementara ayah sendiri langsung menghubungi nomor ponsel anak bontot nya . “ Tut _ Tut _ “ nomor tersambung , tapi si pemilik ponsel seperti nya enggan mengangkatnya , karena sudah beberapa kali ayah menelpon nya tetap saja yang menjawabnya operator bukan si pemilik ponsel . “ Angkat za ! ayah tidak sengaja menamparmu za , maafin ayah . “ gumam ayah .
“ Gimana Li , adik kamu sudah berada di rumah atau belum ? “ tanya ayah dengan raut wajah khawatir .
“ Kata mbak siti , za tidak ada di rumah yah . “ balas Lili , setelah menghubungi mbak siti .
“ Dek , za perginya bareng Arga tidak ? “ sela Lala .
“ Setahu aku , tadi za pergi sendiri . Kan Arga , ikut mas fahri ngurus pema__ kaman ____ . “ balas Lili dengan terbata .
Mendengar ucapan adiknya , hati Lala seketika mencelos . Sungguh rasanya amat sangat sakit mendengar nya , meski Lili tak melanjutkan ucapan nya .
__ADS_1
Bersambung