
Setelah Arga meninggal kan kampus , Reyna bukan nya pulang ke rumah seperti yang suaminya suruh , Reyna malah mampir terlebih ke taman yang berada didekat kampus nya . Tentu di temani agung yang selalu setia mengikuti kemana reyna pergi . Di taman , Reyna duduk termenung memikirkan penjelasan dari kakaknya tentang hubungan dengan Arga kala mereka berdua masih bekerja di kantor yang sama . Kakak nya mengatakan , diantara mereka berdua tidak ada hubungan spesial selain teman . Lala pun mengatakan , jika Arga menyukainya mungkin karena dia menemukan kenyamanan seperti pada seorang kakak pada adiknya . Lala juga memperingati Reyna , agar berhati-hati menghadapi keluarga rahardian . Reyna benar-benar bingung , langkah apa yang akan diambil oleh nya setelah mengetahui fakta nya . Apa reyna akan tetap membangun dinding pertahanan nya , sementara dia tahu suaminya tidak seburuk yang dia sangka . Lagian secara tidak sadar , reyna pun sudah memakai hati nya pada hubungan yang dia anggap semu .
“ Kamu tahu tidak gung , kalo aku sedang galau . “ ujar reyna pada agung yang masih setia menunggu Reyna yang melamun .
“ Saya tidak tahu nona . “ reyna mencebikkan bibirnya , mendengar jawaban dari pengawal pribadi nya . Reyna dibuat menyesal berbicara dengan pengawal pribadi nya yang tetap menyebalkan , meski reyna sudah terbiasa dengan kehadiran agung sebagai pengawal nya .
“ Mulai sekarang , aku tidak mau lagi bicara sama kamu titik . “ rajuk reyna , saat respon pengawal pribadi nya malah membuat nya kesal .
“ Baik nona . “ reyna tercengang mendengar balasan dari pengawal pribadi nya . Reyna pikir karena agung seorang perempuan , reyna bisa mencurahkan kegundahannya nya
“ Benar - benar menyebalkan kamu tuh yah gung “ sungut Reyna dengan melipat kedua tangan nya di dadanya .
__ADS_1
Agung justru membiarkan nona nya merajuk seperti itu , lagian agung pun sadar diri jika dirinya hanya seorang pengawal dan tidak pantas juga seorang pengawal ikut campur masalah nona nya .
Dari kejauhan Reyna melihat ada sekrumunan orang , karena penasaran Reyna pun ingin melihat nya . Tapi pengawal pribadi yang menyebalkan nya menghentikan Reyna , saat Reyna baru beranjak dari tempat duduk nya. “ nona mau kemana ? “ agung langsung mencegah , padahal Reyna baru akan melangkah kan kaki untuk melihat ke rumunan orang - orang .
“ Nona mau kemana ? “ Reyna mencebikkan bibir nya , tanpa mengindahkan ucapan Agung . “ Nona tunggu ! biar aku yang melihat nya . “ Agung terus mencegah , agar Reyna tidak melihatnya . Agung tidak sengaja mendengar obrolan dua perempuan yang melintasi nya , mereka sedang membicarakan perempuan gila yang mengamuk sampai merusak tanaman yang ada di taman . Itu sebabnya agung melarang Reyna , agar Reyna tidak pergi ke krumunan .
Seperti biasa , Reyna tidak pernah mau mendengar ucapan agung yang melarang nya . “ kamu aja yang tunggu di sini , aku mau liat ke sana . “ Reyna terus melangkah , tanpa mengindahkan larangan pengawal nya . Reyna jadi semakin penasaran , apa yang orang-orang lihat sampai agung pun terus melarang nya untuk melihat .
“ Permisi , permisi . “ Reyna membulat kan matanya , saat berhasil melewati kerumunan . “ anne “ Reyna berlari mendekati perempuan gila yang menjadi pusat perhatian orang - orang yang berada di taman .
Reyna melihat di kening ibunya sudah mengeluarkan darah . Tidak hanya di kening , tangan serta kakinya pun penuh dengan luka cakaran tangan nya sendiri . “ Anne jangan lakukan lagi . “ Reyna tentu sedih melihat keadaan ibunya seperti ini , meski ibunya tidak pernah menyayangi nya tetap saja Reyna tidak tega melihat nya .
__ADS_1
“ Biar aku yang memegang nya Nona . “ agung mengambil alih memegang kedua tangan perempuan gila di hadapan nya , agar tidak sampai melukai Nona nya . “ sebaiknya kalian semua pergi . “ agung mengusir semua yang sedang menonton nya saja , tanpa mau menolongnya .
“ Gung bawa anne ke mobil dan bawa anne ke rumah sakit terdekat. “ ujar Reyna , Reyna ingin mengobati luka - luka ibunya terlebih dulu .
“ Apa gak sebaiknya kita panggil ambulan untuk membawa perempuan ini ke rumah sakit jiwa saja Nona , biar di obati di sana . “ agung tidak mau perempuan gila ini melukai Nona nya , saat berada di satu mobil yang sama .
“ Kelamaan Gung kalo kita nunggu ambulan , langsung aja kita bawa . Aku tidak mau terjadi sesuatu pada Ibuku , jika tidak langsung membawanya . “ Agung malah tercengang , saat Reyna mengakui perempuan gila yang dia pegang itu ibunya .
“ Ini ibu Nona ? “ ujar agung dengan lebih memperhatikan wajah perempuan gila di hadapan nya . Kalo di perhatikan , wajah Nona nya emang sangat mirip sih dengan perempuan gila ini . “ maaf Nona . “ Agung jadi tidak enak sendiri .
“ Sudahlah Gung , cepat bawa ibu ku dulu ke rumah sakit terdekat . Biar aku nanti yang membawa mobil nya , kamu pegangin ibuku . “ Balas Reyna .
__ADS_1
“ Usman, usman gara-gara aku melahirkan anakmu , Mas ahmad meninggal kan ku . “ ucap Ibu dengan tertawa .
“ Usman , ayahku bernama usman ? lalu siapa Ahmed , bukan kah ayah kandungku bernama Ahmed ? “ gumam Reyna , saat mendengar ucapan ibunya .