Nasab Yang Berbeda

Nasab Yang Berbeda
Perlakuan manis Arga


__ADS_3

“ Mau kemana ? “ tanya Arga , saat melihat istrinya sudah berpakaian rapi setelah reyna keluar dari kamar mandi .


Sebenarnya Reyna masih merasa malu dengan kejadian di kamar mandi , tapi kemarin Reyna belum mengatakan pada suaminya , jika koas nya di maju kan menjadi hari ini . Jika seharusnya koas nya akan di laksanakan 2 bulan lagi , tapi pihak universitas memajukan nya . “ Hari ini, hari pertama ku koas di rumah sakit permata . “ balas reyna tanpa melihat wajah sang suami .


“ Kenapa baru bilang , kalo kamu mulai koas hari ini ? “ Arga menautkan kedua alisnya , saat reyna baru mengatakan tentang koas nya di rumah sakit permata , apalagi rumah sakit permata itu bukan rumah sakit yang Arga rekomendasi kan untuk reyna . “ lagian kenapa di rumah sakit permata sih ? kan rumah sakit permata itu cukup jauh , apalagi sekarang kita tinggal di tempat ayah jarak tempuh nya akan semakin jauh . “ papar Arga , saat reyna di tugas kan di rumah sakit yang cukup memakan waktu .


“ Kenapa gak koas di rumah sakit medika saja ? letak rumah rumah sakit medika kan berada di tengah - tengah kota , tidak terlalu jauh juga dari rumah ayah . Apalagi kalo dari penshouse lebih deket lagi , sekitar 10 menitan juga sudah sampai . “ ucap Arga dengan mendekati dan menciumi tengkuk sang istri yang tengah menguncir rambut nya dengan tinggi . Hari ini tampilan sang istri tampak berbeda , jika sehari - hari saat pergi ke kampus reyna selalu berpakaian serba tertutup seperti memakai switer hoodie dengan bawahan celana jeans pensil . Hari ini tampilan sang istri begitu sangat berbeda , reyna memakai baju blus berwarna putih hingga kulit putih reyna pun tampak lebih cerah lagi , belum lagi ukuran bajunya sangat pas di tubuh sang istri dan kerah nya model V jadi belahan dada Reyna sedikit terlihat .


“ Mas kamu kan belum mandi . “ reyna yang merasa terganggu dengan kegiatan suaminya yang tengah menikmati leher jenjang nya pun seperti nya lupa dengan kekesalannya yang semalam pada sang suami , apalagi setelah kejadian tak terduga saat Arga tiba-tiba sudah berada di dalam mandi . Itukan sangat memalukan . “ mas minggir ih ! “ ujar reyna dengan membalikkan tubuhnya , karena khawatir suaminya malah memberi tanda di lehernya . Apalagi hari ini koas pertama nya , Reyna tidak ingin citra nya sebagai calon dokter buruk gara-gara tanda merah yang Arga sematkan .


“ Yang “ Arga merajuk , karena Reyna mengganggu aktivitas nya .


“ Mas gak usah macam - macam ! hari ini hari pertama ku koas , jangan buat aku malu karena bintang buatan mu nempel di leher ku . “ ujar Reyna dengan gregetan , karena suaminya sudah mulai menggigit - gigit bagian tengkuk lehernya .


“ Baiklah - baiklah aku akan mandi . Tapi kasih aku morning kiss di sini . “ balas Arga dengan menunjuk pipinya .

__ADS_1


Karena tidak ingin telat di hari pertama koas , Reyna pun mengikuti apa yang suaminya ucapkan .


Cup


Reyna pun mengecup pipi kiri Arga . “ Kasian yang kanan nanti iri lagi . “ ucap Arga dan Reyna pun langsung menuruti permintaan suaminya , dengan mengecup pipi sebelah kanannya . Tapi Arga yang banyak akal bulus nya pun menengok kan wajah , alhasil bibir reyna yang ingin mencium pipi kanan Arga malah menempel di bibir Arga .


Mata reyna membulat , saat kecupannya malah mengenai bibir sang suami . Meskipun bukan pertama kali nya , tetap saja reyna merasa canggung . Untung nya Arga hanya mengecup , tidak sampai mengeksplor mulut nya . “ masih sama manisnya . “ ujarnya dengan menyentuh bibir Reyna dengan tangan nya . “ Mas mandi dulu , nanti mas antarkan . “ Arga melangkah kan kakinya menuju kamar mandi .


Reyna geleng-geleng kepala , setelah mendapat serangan mendadak . “ semoga kamu benar-benar sudah melupakan kakak . “ gumamnya , setelah Arga benar-benar masuk ke kamar mandi .


Beberapa saat setelah kedua nya berpakaian rapi , pasangan suami istri itu langsung keluar dari kamar , padahal waktu masih menunjukkan pukul setengah enam pagi . Bi siti pun belum selesai menyiapkan sarapan , karena biasanya keluarga reyna mulai sarapan pukul 7 pagi . Bi siti terperanjat , saat melihat kedua majikan nya sudah siap untuk pergi . Padahal sarapan nya belum di hidangkan di atas meja . “ Den Arga sama Nona Reyna mau pergi sekarang ? bibi kan belum menyiapkan sarapan . “ tanya nya dengan sedikit tidak enak .


“ Yang kamu juga belum bilang sayang ayah kalo hari ini mulai koas ? “ tanya Arga .


“ Belum sempat . Yuk mas berangkat sekarang ! “ Setelah memakai sepatu , Reyna buru - buru mengajak Arga untuk berangkat . Reyna takut hari pertama koas langsung mendapat teguran karena terlambat masuk , mengingat perjalanan menuju rumah sakit permata membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam Belum lagi nanti kena macet . “ apa gak masalah kalo mas nganterin aku dulu ? kamu nanti pasti telat masuk kantor nya “ tambah Reyna .

__ADS_1


“ Udah hayu ! nanti kamu telat . “ karena istri nya sudah beberapa kali mengatakan seperti itu , Arga pun langsung membawa Reyna masuk ke dalam mobil .


Dalam perjalanan , ternyata Arga malah memperlambat laju mobilnya , karena Arga hanya mengemudikan mobil nya dengan satu tangan . Satu tangan nya lagi Arga gunakan untuk menggenggam tangan Reyna , tanpa ingin melepasnya . “ kalo kamu bawa mobilnya seperti ini , kapan sampai nya coba . Mana perjalanan masih sangat jauh , belum ada setengah perjalanan lagi . “ keluh Reyna .


“ Nanti kalo mobil nya di kencengin , teriak - teriak kaya waktu itu . “ balas Arga tanpa mau melepas tangan Reyna .


“ Gak sepelan ini juga kali . “ keluh Reyna , karena Arga mengemudikan mobilnya dengan kecepatan 30 . “ lagian waktu itu kan , emang mas Arga bawa mobilnya udah kaya orang kesetanan . Jadi , wajar saja kalo aku teriak - teriak minta turun . “ balas Reyna tanpa mau di salah kan .


“ Oke deh ibu negara , aku tambahin kecepatan nya . Tapi jangan lepasin tangan kamu . “ balas Arga dengan mengecup tangan Reyna .


“ Terserah . Yang penting tambahin kecepatan nya , Aku tidak mau kalo telat sampai nya . “ balas Reyna .


Selama satu setengah jam perjalanan , Arga benar-benar tidak melepaskan tangan nya hingga sampai rumah sakit . “ lepas ih , tangan aku sampai kesemutan gini . “ setelah sampai rumah sakit , Reyna baru berani melepas tangan Arga , karena Arga benar-benar erat menggenggam tangan nya.


Arga pun melepas tangan Reyna , karena memang sudah sampai parkiran rumah sakit . “ tunggu ! biar aku bukain pintunya . “ Arga pun turun dan berjalan memutar mobil untuk membuka kan pintu untuk sang istri . “ silahkan tuan putri . “ Arga benar-benar memperlakukan Reyna dengan istimewa .

__ADS_1


Reyna pun turun dari mobil , setelah di buka kan pintu oleh Arga . Untung masih ada waktu , jadi Reyna pun tidak terlambat .


“ Jenong “


__ADS_2