Nasab Yang Berbeda

Nasab Yang Berbeda
Keinginan Ibu Nur


__ADS_3

“ Pagi - pagi sudah cari muka . “ sahut Shania , saat reyna mendapat dukungan atau terima kasih dari kakek Arga .


Arga sebagai suami dari reyna , tentu saja tidak terima dengan apa yang sudah di lontarkan putri dari wanita yang sudah merebut papa nya . “ siapa yang kamu maksud cari muka sama kakek ? “ timpal Arga pada Shania .


Kalo saja bukan permintaan sang istri yang ingin sarapan bersama di meja yang sama dengan sang kakek , Arga tentu saja tak sudi dan muak satu meja dengan laki-laki yang sayang nya papa kandung nya sendiri beserta perempuan yang sudah membuat mama nya memilih pergi dari rumah ini . “ mau kakek usir mereka bertiga dari rumah ni ga ? “ Timpal kakek Arga dengan santai nya .


“ Jangan lupa , aku dan istri ku juga masih punya hak di rumah ini dan Shania juga putri ku juga . “ sahut tuan Ardan , tuan Ardan tidak terima karena putra dan papi nya seperti biasa tidak pernah menganggap nya .


’ Hadeh , seperti nya aku salah deh menyatukan mas Arga dengan keluarga nya . ’ batin reyna , saat melihat perdebatan keluarga sang suami . Padahal niat reyna hanya ingin membuat keinginan kakek dari sang suami terlaksana seperti yang selalu di ingin kan nya dari dulu .


Arga beranjak dari meja makan , Arga sungguh tidak tahan satu meja dengan laki-laki yang sudah membuat wanita yang telah melahirkan nya pergi dari hidup nya . “ Hayu yang , kita cari sarapan di luar saja . “ Tidak lupa Arga pun membawa serta kan sang Istri pergi .


“ Mas mau kemana ? mas kan belum menyentuh sarapan mas . “ tukas reyna , saat sang suami menarik tangannya begitu saja .


“ Kita sarapan bubur ayam di pengkolan dekat rumah ayah saja , sekalian kita mampir ke rumah ayah . “ balas Arga .


Reyna menghentikan langkah nya , ketika Arga mengatakan akan mampir ke rumah ayah nya . “ Tunggu mas ! bisakah kita tetap sarapan di sini saja , mas tahu kenapa aku kekeh ingin kita sarapan bersama di sini ? karena kakek mas . Mas masih ingat , kapan terakhir kali mas makan bersama keluarga mas di sini ? kata kakek saat usia mas Arga masih belasan tahun , benar begitu mas ? “ reyna mencoba memberi pengertian , sekaligus untuk menghindari keinginan sang suami yang mengatakan akan mampir ke tempat ayah nya .


Dari lubuk hati nya yang paling dalam , reyna pun sungguh merindukan laki-laki yang sudah membesarkan nya dengan penuh kasih sayang , meskipun laki-laki tersebut bukan lah ayah kandung nya . Reyna juga sangat merindukan kedua saudara nya , tapi yang menjadi keengganan reyna datang ke rumah sang ayah adalah wanita yang melahirkan nya kini tinggal di rumah sang ayah . Bukan reyna membenci nya , hanya saja reyna masih membutuhkan waktu untuk berdamai dengan hati nya .

__ADS_1


“ Yang , tapi mas tidak bisa satu meja dengan mereka bertiga . Gini deh yang , seandainya posisi kamu berada di posisi mas , apa kamu masih bisa makan dengan tenang saat di hadapan orang yang kita sayang tapi orang tersebut terus saja memberikan rasa kecewa , bahkan bukan hanya itu saja tapi orang itu tidak pernah menganggap kehadiran mas penting dari dulu . “ kekeh Arga .


’ Kalo seperti itu cerita nya , gimana bisa aku memberi pengertian pada suami ku . Orang aku pun tak ubah nya seperti yang mas Arga , bahkan aku mah lebih parah dari mas Arga . ’ batin reyna , ucapan sang suami benar-benar seperti telak untuk dirinya .


“ Ya sudah lah terserah mas kalo mas tidak mau sarapan di rumah ini , tapi bisakah sarapan nya pakai lontong sayur saja jangan bubur ayam . Soalnya sok mual kalo liat bentuk bubur ayam saja , apalagi kalo memakan nya coba . Kalo bisa , penjual lontong sayur nya mempunyai kumis seperti komedian tukul mas . “ Arga terlihat syok mendengar keinginan sang istri , yang menurut Arga sangat aneh .


“ Yang , mana ada tukang lontong sayur bentukannya seperti pelawak tukul ? kamu lagi ngigo atau bagaimana sih . “ tukas Arga dengan geleng-geleng kepala mendengar keinginan aneh sang istri .


Reyna pun langsung terlihat sedih , melihat sang suami tak menuruti kemauan nya .


“ Mas , itu semua kan keinginan calon anak kamu , bukan keinginan ku semata . “ air mata reyna pun sudah meluncur dengan bebas di pipi mulus reyna , karena Arga malah mengatainya tengah ngigo padahal reyna tengah ngidam dan benar-benar ingin seperti itu .


“ Benar-benar memuakkan mereka . “ timpal Shania setelah reyna dan Arga sudah tidak terlihat lagi di ruang makan .


****


Berbeda di kediaman Rahardian yang penuh dengan konflik , keluarga ayah ahmad justru tengah menikmati sarapan yang di buat ibu Nur dengan tenang . Tapi Lala tidak ikut menikmati sarapan bersama di meja makan , di karenakan Lala selalu saja mengalami morning sickness setiap pagi di kehamilan yang kedua ini . “ Bu , nanti siang kita keluar yuk cari baju untuk ibu mumpung weekend bu . “ ajak Lili .


“ Tidak usah Li , baju - baju ibu masih banyak yang masih bisa di pakai kok . “ balas ibu Nur , kemudian ibu Nur kembali termenung .

__ADS_1


“ Lagian ibu gak bosen apa , di rumah terus . Perasaan dulu sebelum ibu sakit , ibu sering mengajak ku pergi - pergi . “ tandas Lili .


Ibu Nur ternyata tidak membalas perkataan Lili , ibu Nur malah terlihat melamun dengan wajah murung . “ bu , ibu . “ Lili sedikit meninggikan suara nya , karena Ibu nya tidak menanggapi ucapan nya . “ Ibu sedang memikirkan apa bu ? “ tanya Lili , setelah ibu nya tersadar dari lamunan nya .


“ Iya Nur , kenapa kamu pagi - pagi malah melamun seperti itu ? “ timpal ayah ahmad .


“ Mas , apa mas hari ini ada kerjaan ? “ tanya ibu Nur pada sang suami .


“ Kalo sekarang mah tidak ada , tapi nanti siang mau ngadain kerja bakti . Emang nya ada apa Nur ? “ balas ayah ahmad


“ Apa mau sama Lili saja yang nganterin ibu , kalo ibu mau pergi ke suatu tempat . “ tawar Lili .


“ Kalo kami gak keberatan , bisa kah kamu mengantarkan ibu ke tempat di mana beyza tinggal Li ? “ balas Ibu Nur .


“ Tapi bu , za pasti belum ____ mau bertemu ___ Ibu . “ balas Lili dengan hati - hati , agar ucapan nya tidak menyakiti sang ibu .


“ Ibu tahu , ibu hanya ingin melihat beyza dari kejauhan saja Li .


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2