Nasab Yang Berbeda

Nasab Yang Berbeda
Pengawal pribadi Reyna


__ADS_3

“ Dika tunggu “ bodyguard perempuan yang di utus arga , langsung mencegat reyna saat reyna akan mendekati dika yang sudah berdiri menunggu nya .


Reyna membiarkan suaminya menyiapkan pengawal pribadi untuknya , lagian pengawal yang di siapkan suaminya itu seorang perempuan , anggap saja pengawal pribadi nya itu temannya dan Reyna pun hanya memilih satu dari dua pengawal pribadi yang siap kan arga untuknya , karena dari dulu reyna tidak terlalu suka jika teman perempuan nya lebih dari satu orang .


“ Sudah ku bilang , jangan terlalu mencolok sebagai pengawal pribadi ku jika sedang di area kampus . “ ujar reyna dengan kesal , karena pengawal nya itu menyingkirkan orang - orang yang menghalangi jalan sang majikan . Reyna benar-benar di perlakukan bak seorang ratu oleh pengawalnya itu , Reyna justru tidak menyukai pengawal pribadi nya yang memperlakukan nya seperti itu , karena bagi Reyna sangat berlebihan . “ bisa kamu jangan menghalangi jalanku , temanku sudah menunggu ku . “ imbuhnya .


“ Maaf nona “ ujar bodyguard itu dengan menundukkan kepalanya . “ tuan menyuruh ku menjaga nona , agar nona tidak berdekatan dengan laki-laki manapun selain tuan . “ jawabnya dengan sopan


“ Jenong cepetan ! capek berdirinya bego . “ saut dika , saat reyna tak kunjung mendekati nya .


Tak ingin dika meninggal kan nya , reyna pun langsung menggandeng lengan pengawal pribadi nya untuk jalan bersama dengan nya . Reyna tahu , pengawal nya melakukan itu karena sedang menjalankan tugas dari suami nya yang menyebalkan itu . “ siapa nama kamu ? “ tanya reyna .


“ Agung nona “ balasnya dengan berusaha melepas tangan reyna dari lengannya .


“ Oke . Agung , laki-laki di depan sana itu sahabat ku . Jika bos mu takut aku berbuat macam - macam dengan nya , ikutlah ! agar kamu bisa melihat sendiri “ ujar reyna . Bagaimana reyna tidak emosi menghadapi pengawal pribadi nya , Agung terus saja melarang reyna ini itu dengan alasan perintah dari tuannya . Sungguh menyebalkan , reyna pikir dengan arga berangkat keluar kota , reyna bisa bebas dari jangkauan suami mesumnya .


“ Jenong dia siapa ? “ tanya dika pada perempuan yang reyna gandeng . Lagian sejak kapan , sahabat nya punya temen perempuan . Bukan nya dia bilang , paling males punya teman perempuan .


“ Dia sepupuku. “ balas reyna dengan sembarang .

__ADS_1


Tentu jawaban reyna membuat dika heran , sejak kapan sahabat yang dia kenal sejak kecil mempunyai sepupu perempuan . “ Gak usah hallu punya sepupu perempuan jenong . “ jelas dika tak mempercayai ucapan reyna .


“ Dia mata - mata yang di utus suamiku . “ jawab Reyna dengan jujur . Sungguh reyna tidak pernah bisa bohong , jika di depan dika . Dika menautkan kedua alisnya , mendengar penjelasan aneh sahabat nya .


“ Mata - mata , maksudnya ? “ tanya dika yang tidak mengerti ucapan reyna .


Reyna melepas pegangan nya pada Agung dan beralih ingin menggandeng dika , tapi lagi - lagi Agung mencegah reyna agar tidak sembarangan menggandeng laki-laki lain . “ maaf Nona . “ cegah Agung . Reyna tersenyum mengejek saat Agung langsung mencegah tangannya , sebenarnya Reyna tidak benar-benar ingin menggandeng tangan dika , dia hanya ingin mengejek Agung yang terus melarang nya .


Setelah Reyna menjelaskan siapa Agung , Reyna dan dika langsung menuju ke ruangan konsultasi karena ada konsulen dengan dokter pembimbing mereka berdua . Setelah selesai konsulen , Reyna lebih memilih untuk pulang ke rumah ayahnya , dari pada ikut nongkrong tapi ruang geraknya terus di batasi oleh pengawal pribadi nya .


Sampai rumah ayahnya , Reyna langsung masuk begitu saja ke dalam rumah . Karena Reyna tidak ada niatan untuk keluar lagi , Reyna pun menyuruh Agung untuk pulang . “ Pulang lah gung , aku gak akan kemana-mana lagi . “ ucap Reyna , karena Agung terus mengikuti dirinya sampai masuk ke dalam rumah ayahnya .


“ Terserah kamu. “ ucap Reyna dengan melenggang masuk kedalam kamar nya , tanpa memperdulikan pengawal nya lagi .


Brak


Reyna menutup pintu kamar nya dengan keras , saking kesalnya .


Lala keluar dari kamar nya , setelah mendengar suara bantingan pintu . “ kamu siapa ? “ tanya lala , saat melihat seorang perempuan berdiri di depan pintu kamar adiknya .

__ADS_1


“ Saya Agung Nona , saya di tugaskan tuan arga untuk menjaga Nona Reyna . “ balas Agung .


“ Oh kamu pengawal pribadi za . Terus tadi siapa yang banting pintu kenceng banget ? “ tanya lala pada Agung .


“ Maaf , tadi Nona marah gara-gara aku ikut masuk kesini . “ jelas Agung .


Lala menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan Agung , Mungkin adiknya merasa terganggu dengan kehadiran Agung , karena pihak keluarga tidak pernah se posesif itu memperlakukan adik bungsunya itu . “ ya sudah kamu duduk gih ! di sofa ruang tamu , apa tidak capek berdiri terus seperti patung manekin . “ ujar Lala yang merasa kasihan pada Agung .


“ Terimakasih Nona , aku di sini aja . “ tolak Agung . Agung menolak tawaran Lala , karena dirinya bekerja untuk menjaga istri dari tuannya , bukan untuk bersantai .


“ Assalamu'alaikum “ Lili pun heran , saat masuk rumah melihat orang asing berada di dalam rumah nya , tepat nya Lili melihat seorang perempuan berdiri dengan tegak di depan kamar adiknya seperti seorang pengawal .


“ Wa' alikumusalam “ jawab lala . “ dek baru pulang ? “ tanya lala , saat melihat kehadiran adiknya yang lain baru pulang kerja . “ Dia pengawal pribadi za “ Lala langsung menjelaskan pada Lili , saat Lili terus memperhatikan Agung yang dengan setia berdiri di kamar adiknya .


“ Eh buset dah , si za gaya - gayaan punya pengawal pribadi . Dia aja mukanya udah kaya preman pasar , ngapain dia pakai pengawal pribadi segala kak . “ komen Lili , saat adiknya mempunyai pengawal pribadi . “ terus Anaknya mana kak ? “ imbuhnya .


“ Ada dia dalam , habis ngamuk sama pintu. “ balas LaLa .


“ Siapa yang habis ngamuk La ?“

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2