Nasab Yang Berbeda

Nasab Yang Berbeda
Perkembangan kondisi Ibu


__ADS_3

Tok


Tok


Mendengar suara ketokan pintu , Lala yang tengah menonton televisi pun langsung membukakan pintunya .


Cek lek


Lala memicing kan matanya , saat melihat mantan suami nya berdiri di depan rumah nya .


“ Mau apa kamu ke mari mas ? Oh saya tahu , kamu pasti kesini karena ingin mengantarkan surat gugatan dari pengadilan atau kamu menalak ku mas ? “ cerca Lala


“ Gimana kabar kamu , mas datang kemari karena ingin melihat keadaan istri mas ? “ balas fahri dengan mengulurkan tangannya pada Lala seperti kebiasaan nya .


Lala sebenarnya enggan menyambut uluran tangan sang suami , tapi Lala tetap mencium tangan fahri , terlepas dari kesalahan yang di perbuat nya , pria di hadapan nya masih berstatus suaminya apalagi fahri belum sama sekali mengucapkan kata talak padanya .


Fahri tak memperdulikan sikap dingin Lala padanya , karena sejatinya fahri memang pantas mendapat perlakuan seperti itu dari wanita yang selama ini dia khianati . Coba kalo dulu fahri tidak mengambil tawaran pak Arya kakek dari Arga , mungkin fahri tidak akan jadi laki-laki tak bertanggung jawab seperti ini pada wanita baik seperti Lala , sungguh fahri sangat menyesal .


“ Tidak usah basa basi , Mas bisa lihat sendiri kan kabar ku baik - baik saja meskipun kamu memilih wanita itu . Sekarang jawab saja mau apa kamu kemari mas ? “ sekali lagi Lala bertanya dengan nada dingin , agar mantan suami nya segera pergi . Hati Lala masih sangat sakit melihat suami yang telah menorehkan luka di hati nya , berada di hadapan nya .

__ADS_1


“ Syukur lah kalo kamu baik - baik saja . Tujuan mas kemari hanya ingin minta maaf sama kamu La , mungkin mas tidak pantas mendapat maaf dari kamu , tapi sungguh dari lubuk hati mas paling dalam , mas sangat menyesal karena sudah menyakiti hati mu sedalam - dalam nya . Mas juga ingin memberikan ini untuk biaya melahirkan anak kita nanti , mas harap kamu mau menerima nya . “ tutur fahri dengan memberikan amplop berwarna coklat di tangan Lala , Lala pikir itu amplop dari pengadilan .


“ Maaf , mas baru bisa memberi nafkah sama kamu La setelah sekian lama kita menikah , tapi percayalah mas sungguh menyesal melakukan semua itu . Mas mohon sama kamu jangan menolak , mungkin isinya tak seberapa tapi uang itu adalah hak kamu sebagai istri mas selama ini , karena uang itu mas sudah kumpulkan dari mas mengucapkan ijab kobul di depan ayah . “ tutur fahri .


“ Sudah selesai bicara nya ? baiklah aku akan terima uang ini , jika uang ini memang hak ku . Sekarang mas boleh pergi , aku tidak ingin keluarga ku melihat keberadaan mas di rumah ini . “ balas Lala .


“ Ternyata kamu masih perduli padaku , meski pun aku telah menorehkan luka di hati mu . Aku pamit , sekali lagi maafkan segala kesalahan ku . “ ucap fahri sebelum pergi .


Setelah fahri pergi , Lala pun membuka amplop yang di berikan fahri dengan mata berkaca - kaca . “ kenapa kamu tega melakukan semua itu padaku mas , aku tidak ingin ini semua mas . “ ujar Lala dengan terus memandang isi amplop yang di berikan fahri .


Fahri memberikan uang tunai sekitar 5 juta , buku tabungan dengan nominal 50 juta serta kartu ATM nya .


******


“ Ibu tahu , saat ini kakak anak kebanggaan ibu , sangat membutuhkan ke hadiran ibu untuk memberinya kekuatan . Ibu harus segera sembuh , karena kakak butuh ibu . Bahkan tidak hanya kakak , adek pun butuh ibu . “ celoteh Lili .


Melihat respon ibu menitikan air mata , sang dokter pun menyuruh Lili agar tetap bercerita tentang apa yang membuat Ibu nya memberi respon . “ Bu , kakak ingin bercerai dari mas fahri . Karena ternyata kakak hanya di jadikan istri kedua oleh mas fahri , Ibu tidak ingin membalas rasa sakit hati kakak pada mas fahri ? Adek sama Za saja saat ini tengah menyusun rencana membalas mas fahri , bu . Adek gak terima , kakak di buat sakit hati sedemikian rupa oleh lelaki tak bertanggung jawab seperti mas fahri . “ tutur Lili dan tanpa sadar Lili menyebut nama za , sehingga air mata ibu semakin deras saja keluar nya .


“ Bey___za “ panggil ibu .

__ADS_1


Beyza adalah panggilan ibu untuk Reyna .


“ Dok gimana ini , tadi aku tidak sengaja memanggil _____ “ Lili meminta saran pada dokter Risa Psikiater yang mendampingi ibunya .


“ Sebentar Li . “ balas dokter Risa dengan terus memperhatikan ibu , karena dokter Risa tak melihat adanya perubahan wajah ibu . Karena ingin melihat reaksi ibu selanjutnya , dokter Risa pun menginstruksi Lili agar Lili kembali bercerita tapi membawa nama za adiknya .


“ Emang nanti ibu tidak histeris dok ? “ saut Lili dengan bingung


“ Kita coba aja dulu Li , jika raut wajah Ibu Nur langsung berubah kamu hentikan cerita mengenai adik mu . “ saran dokter Risa .


Lili menganggukkan kepala tanda faham dengan instruksi sang dokter . “ ibu tau adek dan zza __ akan membalas mas fahri , karena sudah menyakiti kakak kesayangan adek dan zza bu . “ dokter Risa menginstruksi Lili agar menghentikan cerita nya , karena melihat ada perubahan di wajah ibu setelah Lili dua kali menyebut nama za .


“ Ma___af . “ kata maaf keluar dari mulut ibu , tapi tak di sertai tangisan histeris seperti biasa


Melihat respon ibu yang tidak menangis histeris saat mendengar nama za , dokter Risa kembali menginstruksi Lili agar kembali menerus kan cerita nya mengenai reyna .


“ Ibu tahu saat ini za sudah menikah dengan seorang pengusaha , za juga sebentar lagi akan menjadi dokter seperti yang ibu ingin kan . Sebenarnya adek sebel sama za bu , karena za sudah melangkahi adek . “ Lili kembali menceritakan tentang Reyna .


Ibu menutup telinga nya , saat mengingat apa yang pernah di lontarkan nya pada Reyna .

__ADS_1


Anne menyesal karena mempertahankan mu hidup Beyza .


Bersambung


__ADS_2