
“ Bukan seperti itu mas , aku hanya ingin mas datang ke rumah ayah dan menjemput ku pulang . Mas tahu , ayah sama sekali tidak membolehkan aku pulang sendiri kerumah sebelum mas menjemput ku . Ayah bilang , mas yang mengantarkan ku ke rumah dan mas juga harus menjemput ku kembali . “ inilah salah satu alasan Lala mendatangi tempat kerja suami nya , jika suaminya masih memberikan kabar atau menyempatkan waktu sebentar saja untuk mengunjungi nya , Ayah nya tidak akan terus menanyakan nya .
Karena tekad fahri sudah bulat , dia tidak ingin berpisah lagi dengan istri dan anak nya yang selama ini dia sembunyikan , fahri pun akhirnya memilih mengungkapkan fakta yang sebenarnya pada Lala . “ Aku punya wanita lain selain kamu . “ ungkap fahri . Sebenarnya fahri pun tidak tega mengatakan nya , tapi sekali lagi fahri tidak ingin berpisah dengan istri yang di cintainya selama ini dan tentu bukan Lala . Karena fahri menikahi Lala demi mendapatkan sejumlah uang bukan atas dasar cinta .
Bagai tersambar petir , setelah mendengar pengakuan suaminya yang mengatakan jika suaminya punya wanita lain selain dirinya . Padahal dulu fahri menikahinya , karena fahri mengatakan sangat mencintainya dan berjanji tidak akan pernah meninggalkan nya atau pun berpaling darinya . Lala pun rela menikah tanpa adanya nafkah lahir dari sang suami , karena kondisi pekerjaan nya yang jauh di bawah lala dan lala sama sekali tidak mempersalahkan semua itu . “ kamu tega “ hanya itu yang Lala lontarkan , karena bibir lala tiba-tiba merasa keluh saat akan mengatakan lebih banyak lagi rasa kecewa nya pada laki-laki yang menikahinya .
Karena keadaan Lala tengah hamil 7 bulan , mau lari sejauh - jauhnya dari tempat ini pun tidak bisa , Lala pun memilih beristirahat sejenak di sebuah taman dan duduk di bangku panjang . Sepanjang duduk di bangku taman , tak terasa bulir bening nya terus mengalir tak henti - henti nya . Ingin rasanya Lala mendatangi perempuan yang telah menjadi penghancur rumah tangga , ingin rasanya mengadu bagaimana sakit nya di khianati tapi pada siapa Lala mengadu .
Tas yang pangku Lala terasa bergetar , Lala pun segera merogoh benda pipih yang ada di dalam tasnya . Ternyata Lili adiknya yang menelpon , sebelum Lala mengangkat telepon Lala terlebih dulu mengusap air matanya dan menghela napas dalam-dalam untuk menstabilkan suaranya agar adiknya tidak curiga Lala tengah menangis . “ Assalamu'alaikum , Dek “ Lala menjawab nya dengan suara seperti sediakala , tak kentara habis menangis .
“ Wa'alaikumusalam kak , lagi di mana ? ibu mau di bawah sekarang , katanya kakak mau ikut nganterin ibu . “ balas Lili . Semalam Lili sudah menjelaskan pada Lala dan juga ayahnya , jika Arga sudah mencari rumah sakit terbaik untuk mengobati sakit mental ibunya .
__ADS_1
“ Emang ibu mau di bawa ke rumah sakit mana dek ? “ tanya Lala , karena semalam Lili tidak menjelaskan secara detail rumah sakit yang di tuju untuk mengobati ibunya .
“ Tadi nya orang suruhan Arga akan membawa ibu ke rumah sakit bandung kak , tapi aku menolaknya karena terlalu jauh . Tapi setelah berunding lagi dan keadaan ibu juga sudah cukup stabil , jadi ibu hanya akan di bawah ke penthouse milik Arga dan Arga pun sudah menyiapkan perawat juga psikiater terbaik untuk merawat ibu di sana nanti . “ jelas Lili .
Hati Lala semakin mencelos , mendengar penjelasan bagaimana suami dari adiknya begitu baiknya hingga mau turun tangan mengobati ibunya . Sedangkan , uami nya sendiri malah berkhianat . “ Ya sudah kakak segera kesana . Kamu sudah menghubungi Za belum dek ? kalo ibu mau di pindahin . “ balas Lala .
“ Aku belum ngasih tahu za sih kak , tapi apa gak sebaiknya kita rahasiain dulu dari Za , kak ? kakak kan tahu bagaimana za , jika menyangkut tentang ibu . “ usul Lili .
****
Setelah makan siang , Reyna kembali berkutat dengan pasien - pasien . Sementara Arga dengan terpaksa harus ke kembali , karena harus mengurus ibu mertua nya terlebih dulu . Rencana awal ibu mertua nya akan iya kirim ke Bandung , karena rumah sakit di sana sangat bagus dan terjamin . Tapi kakak ipar nya menolak , dengan alasan terlalu jauh . Akhirnya Arga pun memutuskan untuk sementara waktu , ibu mertua nya dia izinkan tinggal di penthouse nya . Meskipun Arga sama sekali belum membicarakannya dengan Reyna perihal rencana nya yang akan mengobati ibunya .
__ADS_1
“ Jenong , loe sekarang mah gak asyik setelah meried sama si tuan muda sedeng itu . “ bisik dika , di sela - sela dokter senior memeriksa pasien .
“ Bodoamat . “ balas Reyna .
“ Nong , lihat deh perempuan yang pake daster bunga - bunga itu . “ dika menunjuk ibu yang tengah hamil sekitaran 7 bulanan . “ seperti nya umurnya masih di bawah kamu , dia juga dari tadi aku perhatiin hanya sendirian . Masa lo sebagai sesama wanita tidak ada empati - empatinya ama tuh bocah . “ jelas dika dengan sedikit berkelakar , karena Reyna terlihat murung .
“ Terus gue harus apa , dia sendiri yang mau hamil meskipun usia nya masih di bawah umur . “ balas Reyna .
“ Andika , Reyna . Kenapa kalian berdua malah sibuk berbisik bukan nya memperhatikan .
Bersambung
__ADS_1