
Saat ini Reyna tengah dalam perjalanan menuju Klinik dekat kampus di mana ibunya di rawat . Reyna terpaksa kembali ke Klinik , karena tas beserta isinya tertinggal di sana . Reyna sangat kesal dengan kakaknya , karena Lili sama sekali tidak mau membawakan tas miliknya , padahal Reyna ingin bertemu lagi dengan ibunya . Reyna takut ibunya kembali histeris , setelah melihat Reyna datang seperti tadi . “ hey , kok bengong ? “ ujar Arga dengan membenahi rambut istri nya yang menutupi wajahnya , karena Reyna membuka kaca mobil nya dengan lebar . Istri nya pun sama sekali tidak bersuara , Arga seperti seorang diri di dalam mobilnya .
Reyna menoleh , saat Arga membantu membenahi rambutnya yang berantakan . “ Mas , apa aku ini memang tidak pantas mendapat kasih sayang , terutama dari seorang ibu ? “ Arga mengernyitkan dahinya , saat tiba-tiba istrinya menanyakan sesuatu yang belum di pahami nya . Apalagi istri nya sama sekali tidak bercerita pada Arga , apa yang sudah terjadi dengan nya .
“ Sayang , apa ada yang ingin kamu katakan ? “ Arga sampai menghentikan mobilnya di bahu jalan , untuk mendengarkan apa yang sudah terjadi dengannya sebelum menjawab pertanyaan Reyna padanya .
Reyna kembali melihat ke arah jendela , karena reyna sendiri tidak sanggup bercerita pada suaminya bagaimana ibunya tidak pernah menyayangi nya . Jangan kan menyayangi nya , menganggap reyna sebagai anaknya pun tidak sama sekali . “ lupakan ucapan ku tadi mas , aku hanya sedang banyak pikiran saja . “ balas Reyna tanpa melihat wajah sang suami yang terus memperhatikan nya .
Melihat istri nya malah memilih memandang jalanan , Arga meraih dagu Reyna untuk menuntunnya agar melihat nya . “ sayang ___
“ Arga belum menyelesaikan ucapan nya tapi Reyna malah menubruk dada Arga dan menumpahkan kesedihan nya dalam pelukan sang suami .
“ Ya Allah sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan istriku ? kenapa istri ku terlihat sangat sedih dan terpukul . “ batin Arga , saat Reyna menangis dalam pelukan nya . Arga benar-benar memberikan waktu untuk sang istri menuntaskan segala kesedihan nya , dengan membiarkan Reyna menangis dalam pelukan nya .
Setelah puas menumpahkan kesedihan nya di dada sang suami , Reyna melepas pelukan nya “ Maaf mas , baju kamu sampai basah . “ ucap Reyna dengan mengusap sisa air mata nya .
__ADS_1
“ Air mata kamu ternyata deras juga yah . Aku kira , seorang Reyna beyza itu tidak ada air mata nya . “ kelakar Arga , agar istri nya bisa tersenyum .
Reyna mencubit paha Arga , karena telah menggoda dirinya seperti menganggap Reyna bukan manusia biasa saja tidak bisa nangis . “ mas rese ih , lain kali aku mau nangis di pelukan dika aja deh . “ Reyna balas menggoda suaminya dengan membuat nya kesal . Reyna tahu suaminya pasti akan sangat marah dan kesal jika sudah berkaitan dengan sahabat nya padahal Reyna sudah menjelaskan diantara dirinya dan juga dika murni hanya sebatas sahabatan .
Arga langsung melotot saat istri nya berkelakar dengan membawa nama laki-laki yang berkedok sahabat nya , padahal Arga tahu betul sahabat laki-laki dari istri nya itu mencintai Reyna . “ awas saja kalo kamu berani macam - macam apalagi sampai memeluk laki-laki itu lagi , aku buat kamu tidak bisa jalan . “ ternyata ancaman sang suami membuat Reyna mengulas senyum , bukan nya merasa takut dengan ancaman sang suami . Reyna justru merasa terhibur dengan tingkah posesif suami nya yang terlalu berlebihan rasa cemburu nya pada sahabat nya Dika .
“ Kapan sampai nya kalo mobilnya gak jalan - jalan ini , apa aku minta anterin dika saja yah ? Dika pasti dengan senang hati mau mengantarkan ku kemana pun aku mau seperti dulu . “ Reyna malah tambah tak mengindahkan ancaman Arga padanya , dia benar-benar membuat wajah sang suami merah dan seperti ingin keluar tanduknya .
Dengan cepat Arga membawa Reyna ke dalam pangkuan nya , karena Reyna terus membicarakan dan memuji laki-laki lain . Padahal istrinya tahu , Arga tidak menyukai sahabat laki-laki nya . “ sudah aku bilang , aku akan membuat mu tidak bisa berjalan jika terus membicarakan laki-laki lain di hadapan ku . “ Reyna menelan ludah nya sendiri karena menyesal telah menggunakan nama sahabat nya untuk menggoda suaminya yang jelas tidak menyukai sahabat laki-laki nya .
“ Emang kamu pikir , aku mau ngapain kamu sih ? “ balas Arga dengan menyentil telinga Reyna , karena sudah berpikiran ke arah sana . Padahal Arga membawa Reyna ke pangkuan nya , agar istrinya bisa diam tidak lagi membicarakan pria lain apalagi tentang sahabat laki-laki nya.
Reyna mengaduh kesakitan mendapat sentilan dari Arga “ Mas sakit tahu . Lagian kalo tidak ingin berbuat mesum , mau ngapain lagi coba ? “ ujar Reyna dan mulai melupakan rasa sedih nya .
Ternyata di luar dugaan Reyna , Arga nya malah menggelitiki pinggang Reyna bukan ingin berbuat mesum di dalam mobil seperti dalam pikiran nya . “ mas geli , nanti aku bisa - bisa kencing di celana ini . “ ucap Reyna , saat Arga terus menggelitiki nya . Mungkin kalo orang melihat nya , mengira pasangan suami istri ini tengah berbuat mesum di dalam mobil Apalagi keadaan mobil terus bergoyang-goyang .
__ADS_1
Setelah puas memberikan hukuman pada sang istri , Arga kembali melanjutkan perjalanan menuju ke klinik . Saat sampai parkiran klinik , Arga langsung turun dan mengitari mobil nya untuk membukakan pintu mobil nya . “ silahkan istri ku , kita sudah sampai di tempat tujuan . “ kelakar Arga .
Reyna tersenyum melihat tingkah konyol suaminya . “ mas boleh aku minta tolong sekali lagi ? “ ucap Reyna , tanpa beranjak dari tempat duduk nya .
“ Silahkan kan istriku . Jangan kan minta tolong , minta kehormatan aku pun akan aku berikan dengan suka rela kok . “ Arga masih menanggapinya dengan bercanda . Reyna lagi - lagi tersenyum mendengar suaminya berkelakar .
“ Itu mah maunya kamu . Tapi tenang saja , aku tidak minta kehormatan kamu mas tapi aku hanya mau minta tolong agar mas saja yang masuk ke dalam mengambil tasku . “ Arga tentu mengernyitkan dahinya mendengar permintaan istri nya . Karena Arga tidak mau melihat istri nya kembali sedih , Arga memilih menuruti permintaan Reyna tanpa banyak tanya lagi .
“ Siap laksanakan . “ Arga langsung meninggal kan istri nya di parkiran dan masuk seorang diri ke klinik tanpa di temani Reyna .
Karena suasana di malam hari , klinik terlihat sepi tidak ada yang berlalu lalang seperti di siang hari . Saat Arga mencari ruangan ibu mertuanya , Arga mendengar suara jeritan yang cukup keras apalagi klinik nya terbilang kecil jadi Arga bisa mendengar dengan jelas . “ Suara jeritan siapa itu . “ gumam Arga sedikit merinding mendengar nya .
“ Bu tenang lah bu , za sedang dalam perjalanan kemari bu . “ ucap Lili saat menenangkan ibunya yang terus berteriak memanggil nama anak bungsunya . Keadaan ibu akhir - akhir ini semakin membaik , karena ibu sudah bisa mengenali orang - orang terdekat nya . Hanya saja ibu masih sering menjerit dan melukai diri nya sendiri , jika diri nya teringat bagaimana bisa dirinya terus menyalahkan kan anak bungsu nya . Bisa di kata kan penyesalan ibu yang sangat dalam , karena terus menyakiti hati putri bungsu nya . Itu sebabnya , ibu terus menyakiti dirinya sendiri .
Arga langsung mencari di mana asal suaranya , karena Arga merasa mengenal pemilik suara tersebut . Saat melihat ada pintu ruangan terbuka dengan lebar , tidak membuang waktu Arga pun langsung masuk untuk melihat nya karena asal suaranya pun berasal dari kamar yang pintunya masih terbuka dan benar saja , Arga melihat pemilik suara yang dia kenali yaitu kakak ipar nya . Arga melihat kakak iparnya itu sedang memegang tubuh seorang wanita paruh baya yang belum sekali pun Arga temui . “ kakak ipar , siapa perempuan ini . “ tanya dengan kaget sekaligus bingung .
__ADS_1
Bersambung