Nasab Yang Berbeda

Nasab Yang Berbeda
Sikap acuh Reyna


__ADS_3

“ Siapa yang habis ngamuk La ? “ tanya Ayah , saat baru sampai rumah mendengar ucapan anak sulung nya dengan adiknya .


“ Anak kesayangan Ayah lah , emang siapa lagi anak Ayah yang suka ngambek selain Za . “ bukan Lala yang menjawab , melainkan Lili . Sedangkan Lala hanya geleng-geleng kepala , jika Lili sudah seperti itu .


Mendengar ribut - ribut di ruang tamu , Reyna pun keluar dari kamar untuk melihat ada keributan apa di depan kamar nya.


Cek lek


Saat keluar dari kamar , Reyna melihat semua keluarga nya berkumpul di depan kamar nya . Entah apa yang mereka ributkan , karena Reyna saat masuk ke kamar nya langsung menuju ke kamar mandi , jadi tidak mendengar pembicaraan orang di luar . “ Ayah “ reyna malah langsung berlari mendekati ayah nya , tanpa mencari tahu terlebih dulu ada apa mereka semua berkumpul di depan kamar nya . “ baru pulang yah . “ Reyna langsung menempel seperti perangko pada ayah nya , mumpung tidak ada suami mesumnya .


Melihat kemanjaan Reyna pada Ayah nya , Lili mendengus sebal . “ mulai - mulai . “ ucap Lili , saat adiknya terus menempel pada ayahnya , padahal sudah memiliki suami .


“ Apa sih , iri bilang bos . “ balas Reyna tanpa melepaskan diri dari ayah nya.


Ayah pun balas membelai rambut Reyna dengan sayang , saat Reyna mulai bermanja - manja padanya . Lagian sudah lama juga , putri nya tidak bertingkah manja padanya . “ dia teman kamu sayang ? “ tanya ayah , dengan menunjuk ke arah Agung yang masih setia berdiri di depan kamar reyna .

__ADS_1


“ Bukan . “ balas Reyna dengan singkat . Reyna sudah terlanjur sebal dengan agung , itu sebabnya Reyna tidak mau mengakui agung sebagai teman lagi .


“ Dia pengawal pribadi si Za yah . “ sambar Lili , yang menjelaskan siapa agung .


“ Pengawal pribadi , maksudnya gimana Li ? “ tanya ayah dengan bingung .


“ Tanya aja sama yang bersangkutan nya yah. “ Lili sendiri pun tidak tahu , asal muasal agung jadi pengawal adiknya . Lili lihat adiknya seperti merasa terganggu dengan ke hadiran pengawal pribadi nya . Entah apa yang sudah di perbuat pengawal pribadi nya pada adiknya . “ Aku mau masuk kamar dulu , mau bersih - bersih “ Lili pun berlalu masuk kedalam kamarnya , tanpa memperdulikan lagi ke hadiran pengawal adiknya .


“ Lala juga mau masuk kamar yah . “ Lala pun mengikuti adiknya masuk ke dalam kamar nya .


“ Gak , kata siapa aku habis ngamuk sih yah . Kalo aku ngamuk , yang ada seisi rumah ayah akan terbalik . “ Balas reyna .


“ Ini rumah kamu juga sayang . “ ujar Ayah dengan membenahi ucapan anaknya . Reyna sungguh merasa sangat bahagia dan beruntung memiliki Ayah seperti nya , meskipun reyna bukan anak kandungnya , Ayah tidak pernah membedakan kasih sayang nya dengan yang lainnya .


“ Oke ini rumah Za dan Za boleh kan jual rumah ayah ? “ Candanya. Sebelum menikah, momen seperti ini hampir setiap hari Reyna lakukan dengan ayah membesarkan nya ini . Reyna sudah terbiasa saling melempar candaan dengan ayahnya , jika kedua nya sedang menghabiskan waktu di rumah .

__ADS_1


“ Boleh “ balasnya dengan enteng . Lagian Ayah tahu anak nya hanya sekedar bercanda ingin menjual rumah nya . “ Tapi kalo jual rumah ayah , dapat duit nya cuma sedikit . Coba kalo jual rumah kakek suami kamu, pasti akan kaya sampe tujuh turunan . “ balas ayah dengan gurauan .


Momen seperti ini lah yang reyna rindukan setelah dia menikah . Reyna tidak bisa lagi bermanja - manja , saling melempar candaan dengan ayah nya , saling bercerita .


“ Emang ayah pernah ke rumah kakek ? “ tanyanya dengan heran . Karena Reyna sendiri pun belum tahu seperti apa rumah keluarga Rahardian , Suaminya tak pernah sekali pun membawa Reyna ke rumah kakeknya . Jangan kan rumah keluarga rahardian , kedua orang tua dari suaminya pun Reyna tidak tahu apa - apa .


“ Tahu luarnya doang . Kamu pasti tahu dalamnya rumah keluarga rahardian seperti apa ? secara , putri ayah kan sudah menjadi bagian dari keluarga rahardian . Coba - coba jelasin ma ayah , seperti apa rumah gedong keluarga rahardian . “ tanya ayah dengan antusias .


Reyna yang bingung ingin menjawab apa , hanya menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal . “ aku belum pernah ke sana yah . “ jawab Reyna dengan jujur .


“ Apa , ko bisa kamu belum pernah ke rumah rahardian ? “ tanya ayah dengan sedikit tidak percaya dengan ucapan putrinya . “ Tapi za sudah pernah bertemu dengan kedua orang tua suami belum ? “ Reyna pun menggelengkan kepalanya , tanda belum pernah ketemu . Jangan kan ketemu , nama kedua mertua nya saja Reyna tidak tahu .


Ayah menggeleng kan kepalanya , putri nya benar-benar sangat acuh dan tidak peka dari dulu . “ kamu ini Za , nikah kok gak tahu asal usul suami sendiri . “ ucap ayah .


“ Kan kalian yang maksa za nikah sama dia . “ balas Reyna dengan enteng .

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2