
"Apa?? Mas Rangga mau dijodohkan denganku??" ujar Yuki tak percaya. Keningnya berkerut.
Rangga menganggukkan kepalanya.
"Berarti ... yang mau dijodohkan oleh mamiku adalah ...."
"Iya, waktu itu Mami menawarimu perjodohan dengan putra dari Tuan John Lee dan Nyonya Selly. Namun, kamu menolaknya sebelum mendengar siapa yang akan dicalonkan menjadi jodohmu!"
Suara Nyonya Marlina Moon mengagetkan mereka. Dua pasang suami-istri telah berada di belakang Yuki dan Rangga. Siapa lagi kalo bukan orang tua Yuki dan orang tua Rangga. Ternyata, Nyonya Marlina telah berbincang cukup banyak pada suami dan orang tua Rangga ketika mereka keluar dari gedung.
"Ternyata banyak hal yang menjadi kejutan saat ulang tahunmu, Nak! Aku telah bersiap tentang semua ini. Ini semua bisa terjadi pada siapa pun. Namun, yang terjadi padamu sungguh luar biasa."
Tuan Bhanu mendekati Yuki dan memeluk anak gadisnya. Setelah melepasnya, pria itu menatap pada Rangga.
"Jangan murka padanya karena telah merasa dibohongi, Rangga. Dia hanya menjalankan misi dariku. Misi untuk mendapatkan sejumlah uang dengan usahanya sendiri. Anakku adalah penyimpan rahasia terbaik meski dia harus mendapat cercaan dari sekelilingnya, tapi dia benar-benar konsisten menjaga rahasia. Dia anak yang kuat, tak berlindung pada kekuasaanku semata."
"Tuan Bhanu, saya tak menyangka semua ini terjadi. Entah ini serba kebetulan atau memang Tuhan menakdirkan garis jodoh kami ...."
" ... sepanjang jalan kesini, ketika tau bahwa dia adalah putri anda, sempat terbersit Kiki ... maksud saya Yuki, memakai nama anda untuk menyelamatkan perusahaan saya dan pelancar usahanya sendiri. Namun, ternyata tidak. Mohon maaf atas prasangka buruk saya."
Rangga membungkuk pada Tuan Bhanu.
"Aku tau, aku tau .... Semua orang bisa berprasangka buruk, tapi tak semua orang mencari kebenarannya. Bahkan meluapkan dengan emosi. Kamu nggak, Rangga. Mungkin kamu sempat merasa dibodohi, tapi dengan gentle kamu datang ke sini mencari tau kebenarannya, bukan?"
Rangga mengangguk lagi, tapi dia masih merasa bingung dengan semua itu. Dalam bayangannya semula, gadis yang dicintai adalah gadis sederhana dari kalangan biasa. Namun, dia harus mengubah persepsinya terhadap gadis itu. Dia adalah putri tunggal pengusaha terkaya di negeri ini.
"Jangan menyerah begitu mengetahui semuanya. Kalian telah berjuang hingga titik ini. Kamu bukanlah lelaki yang pantang menyerah. Demi seorang gadis yang kamu cintai dengan tak memandang statusnya, kamu mempertahankan dia walau kami sempat tak setuju karena identitasnya, Rangga."
__ADS_1
Tuan John Lee menepuk punggung anaknya.
"Maafkan kami telah berprasangka buruk juga dengan Nona Yuki, Tuan dan Nyonya Bhanu! Kami hanya tak ingin anak kami menikah dengan gadis yang belum jelas asal-usulnya."
Nyonya Selly berkali-kali memohon maaf, diikuti oleh suaminya.
Tuan Bhanu dan Nyonya Marlina saling tersenyum dan berpandangan.
"Kami telah memaafkan kalian, Tuan dan Nyonya Lee. Andai kami di posisi kalian mungkin kami pun akan mencari tau siapa identitas kekasih anak kami. Sudah kalo begitu, kita lanjut nikmati saja pesta ini. Biarkan mereka ngobrol berdua dulu di sini."
Tuan Bhanu mempersilakan orang tua Rangga untuk masuk kembali ke gedung. Tuan John Lee dan Nyonya Selly merasa sangat lega karena permintaan maafnya diterima oleh Tuan Bhanu.
Bola mata Rangga dan Yuki mengekori langkah keempat orang tua yang meninggalkan tempat itu. Usai mereka masuk kembali ke belakang gedung, mereka duduk di sebuah kursi taman, berjejer tapi berjauhan. Keduanya saling menunduk.
"Kiki ... aku masih tak percaya semua ini terjadi. Aku mendapat kesempatan penting menghadiri ulang tahun seorang anak miliarder ternama tapi aku malah memilih untuk kebingungan mencarimu."
"Saat aku melihatmu untuk yang pertama kali, aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama. Menahanmu agar tak jatuh dan kamu meraba-raba dadaku, kan?"
Rangga sedikit terkekeh. Pipi Yuki memerah, malu.
"Dari awal kulihat kamu begitu rajin, bersungguh-sungguh meski bibiku galak, tapi kamu nggak menyerah. Semua kesalahan seolah kamu catat dan kamu perbaiki hingga bisa menjadi lebih baik."
Yuki masih diam mendengar curahan hati Rangga sekaligus bertanya-tanya dalam hati apakah Rangga akan marah pada kebohongan ini?
"Hampir saja aku mencuri ciumanmu malam itu. Untung saja tak jadi kita lakukan. Namun, aku merasa cemburu saat kamu berdekatan dan jadian dengan Ferry. Dia itu siapa? Kamu belum tau seluk-beluk seorang lelaki tapi udah mendeklarasikan diri sebagai kekasihnya. Jika dilihat dari sejarahmu, si Putra pun bukan orang baik yang menghempaskanmu. Saat itu kulihat kamu begitu polos ...."
" ... bahkan terperosok ke hutan pinus hingga tak sadarkan diri demi mencari temanmu pun kamu lakukan. Kamu tau? Betapa aku panik melihat kondisimu. Kugendong sekuat tenaga mengangkatmu ke atas karena aku nggak mau terjadi sesuatu yang buruk menimpamu. Kubawa ke rumah sakit, mengejar dokter agar dia menyelamatkanmu. Untunglah kondisimu tak separah yang kukira."
__ADS_1
Yuki menunduk lagi, siapa sangka saat itu Rangga pun memikirkannya sejauh itu.
"Saat itu aku ingin mengungkapkan perasaanku, tapi Ferry mendahuluiku, terlebih ternyata ada hal penting yang harus kulakukan karena papaku sakit dan seketika perusahaan kami di ujung tanduk, hingga aku harus kembali lagi ke rumah dan mengurusi perusahaan. Saat itu kukira kita tak akan pernah bertemu lagi. Namun, Tuhan berbaik hati mengirimkan kamu padaku lagi."
Yuki tersenyum mengingat hal itu.
"Semakin aku mengagumimu karena meski seorang asisten rumah tangga, tapi kamu gigih kuliah dan magang, bahkan membantuku menguak kasus besar. Lebih-lebih ternyata kamu sedang merintis sebuah usaha. Itu semua membuatku tak ingin lagi kehilanganmu untuk yang kedua kalinya. Itulah kenapa aku langsung melamarmu dengan cincin. Cincin itu simbol pengikat."
Yuki memutar cincin berlian di jemarinya.
"Betapa bodohnya kamu menganggap aku akan memberikan cincin itu untuk seseorang yang lain!"
Rangga tertawa. Yuki tersipu mendengar kebodohannya saat itu lalu ikut tertawa.
"Tak kusangka kedua orang tuaku sedikit kaku untuk menerimamu. Malah akan menjodohkanku lagi setelah perjodohan pertama gagal karena wanita itu bukan wanita yang baik malah akan merusak perusahaan demi mendapatkanku."
"Aku menolaknya, menolak putri miliarder dengan satu syarat jika kamu berhasil dalam usahamu dan mengangkat derajat keluargamu yang kukira pedagang kecil, maka kita bisa bersatu. Kamu tau? Aku hanya akal-akalan, kalo toh kamu tak bisa mengembangkan usahamu, hal yang akan kulakukan adalah membawamu pergi jauh dan menikahimu di sana!"
Yuki terperangah mendengar hal itu. Lelaki ini nekat juga untuk ingin bersamanya.
"Ini yang kedua kalinya aku kebingungan mencarimu kemana-mana, setelah saat kamu pulang dan mematikan ponselmu! Kenapa kamu selalu membuatku gila?"
Rangga mengembuskan napas kasar.
"Kiki, kita putus ...."
******
__ADS_1
Siap-siap Otor ditimpuki netijen .... Kabuuurr ....