North Pole Couple

North Pole Couple
Episode 10(Revisi)


__ADS_3

...🌺 Assalamualaikum 🌺...


...{Welcome to my novel, terimakasih sudah memilih novel ini untuk di baca. Semoga suka dengan cerita nya. Ini novel pertama, banyak kesalahan dalam setiap kata maupun kalimat.}...


...Harap di maklumi....


...Mohon dukungan nya❤️...


Sudah tiga hari,dua kursi paling belakang dekat jendela tidak berpenghuni.


Namun hari keempat ini sudah berpenghuni satu pria berparas tampan, lebih tepat di puji imut.


"Yura belum datang ?"tanya Yoon so yang baru saja duduk di kursi nya sembari melihat jam di pergelangan tangan yang menunjukkan pukul 0 6.59.


"Yura enggak masuk."Jawab Rachel singkat.


"Kenapa ?"


"Dia sakit." Sahut Arin.


"Sakit apa ?"


"Sakit hati."Jawab Fitri asal.


"Apa karena Jin hyung."


"Ko lo ngomong gitu ?"tanya Arin pura-pura marah


"Jin hyung udah bikin Yura sakit hati." Yoon so serius.


Fitri dan Arin menahan tawa, rencana yang mereka jalankan berjalan mulus.


Yuki yang mendengar kata-kata Yoon so hanya diam menahan hatinya yang terasa sakit.


"Lah, bukannya mereka memang pasangan ya?"


"Kalian dapat berita hoaks dari mana lagi ?"


"Lo enggak peka ya,Jin oppa itu nembak Yura secara enggak langsung."


"Yura juga udah nerima."


Wajah putih Yoon so memerah kesal ia ingin beranjak dari kursinya.


"Mau kemana ?"Tanya Rachel.


"Ke kelas Jin hyung, "ujarnya dengan tatapan serius penuh kekesalan.


Fitri dan Arin tertawa terbahak bahak berhasil mengalihkan perhatian Yoon so.


"Kalian kenapa tertawa ?"tanya Yoon so bingung.


"Lo dikerjain tu sama mereka."


"Kalian!!" teriak Yoon so tidak terima telah di permainkan oleh kedua sahabat Yura.


Bel istirahat berbunyi empat serangkai yang kekurangan satu anggota tengah duduk di kantin untuk menyantap makan siang.


"Oppa Yoon so jangan cemberut terus dong,aku jadi pengen nyubit."Goda Fitri.


"Gue malah pengen nampol."Gerutu Arin kesal.


"Lo sih udah ngerjain gue, gue baru nongol enggak tahu apa--apa."ujar Yoon so kesal.


"Yah oppa jangan pake lo gue dong."Pinta Fitri manja.


"Kalau oppa Yoon so udah pake lo gue berarti Oppa lagi marah besar nih" Timpal Arin.


"Yoon so."panggil pria populer dengan gaya cool tulen bukan cool dibuat-buat.


"Kenapa ?"


Yoon jin mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut kantin namun tidak menemukan sosok yang ia cari--cari.


"Kenapa ?"tanya Yoon so lagi.


"Hmm,kemana.." Yoon jin tak melanjutkan kalimatnya.


"Siapa ?"tanya Yoon so penasaran

__ADS_1


"Tidak jadi,"ucap Yoon jin yang kini duduk tepat di samping Yoon so.


"Yura sakit,"ucap Arin yang mengerti dengan kalimat Yoon jin meski terpotong.


"Dia belum masuk sekolah ?"tanya Yoon jin datar.


"Jin hyung tahu kalau Yura selama ini enggak masuk,memang sudah berapa hari Yura enggak masuk, kenapa kalian enggak bilang aku,"tanya Yoon so beruntun dengan wajah serius yang belum pernah ia tunjukan di depan teman-temannya.


"Gila nih orang siapa ya,"goda Fitri yang baru pertama kali melihat wajah serius Yoon so.


"Udah deh Fit,lo Jangan becanda mulu lagi serius nih." Arin tampak kesal dengan sifat Fitri yang terus bercanda.


"Yaudah gimana kalau hari ini kita jenguk Yura di rumahnya."Saran Rachel.


Fitri dan Arin terdiam bisu ia tahu kalau Yura sudah memberi alamat palsu rumahnya. Yura sudah cerita pada dua sahabatnya kalau rumah yang Yoon so,Yoon jin,dan Yuki lihat adalah rumah Arin bukan rumah Yura yang sebenarnya.


Karena Yura tidak ingin ada orang lain tahu dimana dia tinggal.


"Hhmm, tapi Yura jarang di rumah."ucap Arin bohong.


"Dia kan sakit,apa dia berobat di luar negeri."Tanya Yoon so serius.


"Hmm,enggak tahu juga sih."jawab Arin sedikit gugup dengan tatapan mata Yoon jin yang mengintimidasi.


"Hari ini pokoknya kita harus ke rumah Yura."Tegas Yoon so.


Arin dan Fitri bingung tidak bisa menolak. Jika Yoon so yang meminta pasti mereka berdua bisa mencari berbagai macam alasan. Namun tidak dengan Yoon jin.


...****************...


Mereka sedang menuju rumah Arin yang disangka sebagai rumah Yura.


Yoon so dan Yoon jin sudah berdiri di depan rumah Arin,di susul Rachel.


"Ayo,"ajak Yoon so penuh semangat ketika sudah berdiri tepat di gerbang rumah Arin.


"Hmm sebenarnya.."Ucap Arin ragu.


Yoon jin mengangkat sebelah alisnya bingung.


"Ada apa ?"tanya Rachel penasaran.


"Sebenarnya ini rumah Arin bukan rumah Yura, rumah Yura yang di depan itu yang mewah bak istana,ya kali rumahnya kek gubuk Arin"jawab Fitri sekali tarikan tanpa jeda.


"Asem lo,rumah mewah gini lo bilang gubuk."Kesal Arin.


"Yah kalau dibandingkan dengan rumah Yura,rumah lo gubuk rumah gue kandang."Elak Fitri.


Arin mendengus kesal dengan sifat random Fitri.


"Yuk kita ke rumah Yura,"ajak Yoon so berjalan menyusul Yoon jin yang sudah jalan duluan membawa beberapa kantong plastik penuh.


Arin dan Fitri berlari mengejar tiga pria yang berjalan cepat dengan kaki panjang yang melangkah lebar.


Yoo jin memencet bel yang berada di dekat pagar tinggi sangat mewah.


Tak lama pria paruh baya membukakan pintu gerbangnya mempersilakan mereka masuk karena Arin dan Fitri sudah biasa asal masuk ke rumah Yura.


"Terimakasih pak,"ucap Yoon so ramah sambil tersenyum.


"Tiga lelaki itu siapa ?"tanya pak Damar.


"Itu teman-teman nya dek Yura."sahut pak Komar.


"Ganteng-ganteng ya."


"Ya wajar lah dek Yura nya aja bidadari nyasar di bumi."


Dua satpam penjaga pintu gerbang. asik bergosip sambil menyeruput kopi hitam kesukaannya.


"Asalamualaikum!"ucap mereka berempat bersamaan saat Umi sedang menyiram bunga di teras.


"Waalaikumsalam,"jawab Umi Yahra yang terkejut kedatangan tamu--tamu tampan.


Yang Umi tahu temannya Yura cuma Arin dan Fitri, Yura tidak pernah membawa teman--temanya berkunjung.


"Wah siapa ini,"tanya Umi sambil memberikan punggung tangan nya untuk di salami.


"Teman--teman sekelas Yura sama kakak senior Umi."Jawab Arin sopan.

__ADS_1


"Ganteng--ganteng ya teman kalian."Goda Umi. Membuat ketiga lelaki itu tersenyum tipis.


"Mau jenguk Yura ya ?"Tanya Umi kembali.


"Iya Umi."


"Ya udah langsung aja ke kamar tapi nanti cek dulu ya Rin, takutnya Yura lagi gak pakai kerudung.


"Tenang aja Umi, kita naik dulu,"sahut Arin berjalan menaiki tangga. Menuju kamar Yura.


Sampai lah mereka didepan pintu yang bertulisan 'i'm here.'


"Ini kamar Yura ?"tanya Yoon so melihat-lihat sekeliling ruangan mewah megah sambil menunjuk pintu kamar yang bertulisan i'm here.


"I'm here,unik ya."Ucap Rachel.


"Ternyata cewek kutub bisa manis juga,"ucap Yoon jin datar.


"Dia memang manis,"protes Yoon so dan Rachel serentak.


"Aku masuk ya kalian tunggu di sini dulu,"ucap Arin masuk ke kamar Yura yang tidak di kunci.


"Yur, Yura bangun Yur!!"ucap Arin menggoyang-goyang kan tubuh Yura yang masih tertidur pulas.


"Apa sih," jawab Yura malas tetap memejamkan mata.


"Yura,di luar ada Yoon jin,Yoon so dan Rachel."


"Kok, mereka ada di sini sih,"ucap Yura malas dengan mata tetap terpejam.


"Cepat bangun,nih kerudung lo pake dulu."


"Gak,gue masih ngantuk."


"Lo apa--apaan sih."


"Gue enggak minta di jenguk tuh."


"mereka udah belanja satu truck buat lo."


"Yang bener" Yura langsung bangkit dari tidurnya.


"Kalau makan aja lo cepat."Geram Arin.


"Nih kerudung lo,"ucap Arin menyerahkan kerudung bergo bewarna hitam.


"Ih, apa--apaan lo ngasi kerudung emak--emak kaya gini,selera lo aneh banget,"ucap Yura tidak menerima kerudung yang Arin berikan.


"Ya elah buru--buru nih,pake aja cepat,"Arin menyerahkan kembali kerudung yang ia pegang.


Sedangkan diluar kamar keempat pria sedang bingung dengan obrolan Yura dan Arin dari dalam kamar.


"Gak,enggak mau,gue mau kerudung segi empat warna biru yang gue gantung tuh,ambilin."


"Dasar katanya lo enggak suka kalau banyak cowok yang naksir sama lo."


"Tapi enggak kaya emak--emak juga kali!"


Arin mengambil kerudung yang Yura tunjuk dengan kesal ia melempar kerudung itu tepat mengenai wajah Yura.


"Ck,enggak ikhlas banget lo."


Yura memakai kerudung nya dengan rapi.


"Rin,pakein gue liptin dong."


"Ya elah Yur,lo mau ketemu siapa sih,pake liptin segala, liptin lo aja masih di segel,enggak pernah di pakai,"kesal Arin sembari mengambil liptin dari dalam laci meja Yura.


"Ooo,lo mau caper sama para cogan didepan,sama siapa,Jin oppa ?"


"Moncong lo enggak pernah di tabok ya !"Yura refleks menoyor kepala Arin.


Perdebatan di dalam kamar membuat teman--teman pria tersenyum malu .


"Belum lihat lo aja , mereka udah baper di bilang cogan sama lo,kesal banget gue sama putri kutub,"oceh Arin merapikan liptin Yura.


Ehemmm!!


Yoon jin berdehem keras,ia tidak mau di katakan baper hanya karena di bilang cogan sama Yura padahal jantungnya sedang berdisko heboh.

__ADS_1


"Hmm,kecuali Jin oppa,enggak bakalan baper sama lo."Ralat Arin segera usai mendengar deheman keras Yoon jin


__ADS_2