North Pole Couple

North Pole Couple
Episode 41


__ADS_3

Assalamu'alaikum ✨


Maaf ya baru bisa up, Author lagi di kampung nih, sinyal nya kurang stabil 🙂.


Pukul tujuh pagi Yura dan Yoon jin sudah duduk di dalam mobil yang sama. Mobil mewah milik Sekolah dikhususkan untuk siswa-siswi berpergian mewakili sekolah. Bu Sarah duduk di depan bersama supir. Sedangkan Yura dan Yoon jin duduk di belakang. Keduanya sama-sama duduk di dekat jendela mengosongkan kursi tengahnya.


Eh tidak kosong melainkan tempat Yura menyimpan semua snacknya.


Di luar mobil Yoon so dan teman--teman sedang menatap ke arah mobil yang di naiki Yura dan Yoon jin.


"Waduh enak ya jalan-jalan berdua lagi."Ucap Fitri


"Berempat kok."Jawab Rachel.


"Ya elah, anggap aja Bu Sarah sama Pak Supir enggak ada."Jawab Fitri santai.


Perlu sekitar dua jam untuk sampai di kota tujuan.


Yoon jin menoleh ke samping di lihat nya Yura menyandarkan kepalanya di kursi menghadap jendela.


'Pasti tidur,' tebak Yoon jin melirik wajar Yura yang tertutup masker. Tanpa sadar sudut bibir Yoon jin mengembangkan senyum saat melihat wajah Yura yang sedang tertidur.


Beberapa jam kemudian mobil terparkir di depan restoran bernuansa klasik. Yura masih belum tersadar dari alam mimpi nya.


Yoon jin ingin membangun kan nya tapi tak tega membangunkannya.


"Yoon jin bangunkan Yura."Pinta Bu Sarah


Yoon jin di buat bingung,apa yabg harus ia lakukan. Jika melihat wajah tenang Yura, rasanya tak tega untuk membangun kan nya. Tapi Bu Sarah memaksa untuk membangun kan Yura.


Yoon jin berulang kali menyebut nama Yura.


Ia tak mungkin membangun kan Yura seperti ia membangun kan Yoon so yang langsung menggoyang kasar tubuh Yoon so. Ini Yura bukan mahram nya tak mungkin ia membangun kan nya dengan cara yang sama.


Yoon jin mengeraskan suara nya,namun Yura tetap tak bergerak. Yoon jin mulai putus asa.


"Gila ni orang kebo!"Kesal Yoon jin


"Yoon jin Yura nya di bangunkan!"Teriak Bu Sarah.


"Ck, gimana ya."


Yoon jin menoleh ke arah pintu mobil. Ide tak terduga muncul di benaknya.


Yoon jin keluar dari mobil, ia menutup kembali pintu mobil dengan kencang.


Brak!!!!


"Maaf Yura."Yoon jin memicingkan matanya tak kuasa mendengar suara pintu.

__ADS_1


Yura terlonjak, matanya langsung terbuka.


"Astaghfirullah!."Kaget Yura.


Netra nya langsung menangkap sosok Yoon jin yang masih memicingkan mata.


"Udah sampai ?"Tanya Yura


"Udah."


Yura keluar dari mobil,Yoon jin langsung menghampiri Yura.


"Ayo,Bu Sarah di sana."


Halaman nya di penuhi rerumputan hijau yang terawat. Pohon-pohon bonsai tertata rapi di tengah-tengah halaman.


Yura menatap kagum pemandangan sekitar restoran. Ia belum pernah mengunjungi restoran bernuansa klasik si tempat asalnya. "Bagus banget tempat nya Bu."


"Ini baru pembukaan,masih banyak restoran yang harus kita kunjungi."


"Hmm,dari kemarin sebenarnya kita enggak tahu tujuan kita ke kota ini urusannya apa Bu."Ucap Yoon jin.


"Baiklah, Kalian berdua kan telah memenangkan lomba masak. Pihak sekolah ingin mentraktir kalian untuk makan-makan di restoran terkenal di kota Kuliner."Jelas Bu Sarah


Yoon jin dan Yura mengangguk kan kepala paham dengan penjelasan Bu Sarah.


"Asyik makan-makan." Ucap Yura tersenyum senang.


Yura dan Yoon jin menatap kagum semua makanan yang masih mengeluarkan aroma khas "Masakannya tradisional ya Bu."


"Iya,kalian pasti tahu kan nama-nama masakan ini."


Yura mengambil sepiring ayam utuh berlumuran bumbu kuning. Yura mengibas--ngibaskan tanganya ke arah masakan itu. Agar aroma nya bisa tercium dengan jelas.


"Hmm,ini di panggang ?"Tanya Yura setelah berhasil menghirup aroma yang berasal dari ayam utuh berlumuran bumbu.


"Betul sekali."Jawab Bu Sarah.


"Dipanggang utuh-utuh ?"Tanya Yoon jin


"Iya,kalian tahu ini apa namanya."


"Hmm,ayam panggang bumbu kuning ?"Yura coba menebak.


Bu Sarah menggelengkan kepala nya.


"Ayam..."Yoon jin berpikir keras.


"Ini namanya Ayam Betutu, makanan khas Bali."

__ADS_1


"Wah!!, boleh saya coba."Ucap Yura yang sudah kelaparan.


"Boleh,coba kalian tebak,bumbu apa saja yang digunakan."


Yura langsung mengambil paha ayam. Mencium kembali aroma khas panggangan.


"Aromanya beda ya,kura-kira dipanggang pakai apa ?"tanya Yura melahap habis paha ayam.


Yoon jin ikut mencium aroma beda yang Yura katakan.


"Iya beda."Ucap Yoon jin berhasil menemukan perbedaan aroma panggangan pada ayam.


"Ya proses pemanggangan nya ini menggunakan bara api sekam. Butuh waktu sehari semalam untuk pematangan nya."Jelas Bu Sarah.


"Wow enak banget!."Teriak Yura histeris kegirangan.


"Lo jadi food blogger aja,pasti sukses."Ucap Yoon jin


"Iya boleh nih Yura."Ucap Pak Supir.


"Nanti ya kalau udah glow up."Jawab Yura nyengir.


"Bumbunya kuat banget."Yoon jin berkomentar.


"Nih gue serching di google, KOMPAS.com."Ucap Yura


Makanan Bali satu ini berupa hidangan ayam dan terkadang bebek, yang dimasak utuh dan bagian perutnya diisi dengan berbagai macam bumbu dan rempah.


Ayam yang sudah dibumbui kemudian dibungkus daun pisang atau daun pinang dan dipanggang.


Proses memanggangnya menggunakan panas bara api sekam, bisa memakan waktu pematangan selama sehari semalam. Rasa ayam betutu gurih dan pedas.


Dahulu hidangan ini merupakan sajian pada upacara keagamaan, tetapi kini bisa dimakan kapan pun.


"Udah kenyang kan ayo kita jalan lagi."Ajak Bu Sarah.


"Makan lagi ya Bu ?"Tanya Yoon jin


"Doyan banget makan,kamu ketularan virus Yura ?"


"Eh.."Yura tak melanjutkan kalimatnya


"Iya Bu Yura, memang nyebar Virus Bu,Virus...."


"C.I.N.T.A."


Yura mengerutkkan dahi nya, menatap Yoon jin yang memalingkan wajah salah tingkah.


"Baru belajar ngegombal ya."Goda Pak Supir.

__ADS_1


"Tahu dari mana Pak ?"Tanya Bu Sarah


"Biasanya kalau orang habis ngegombal malah dia yang salah tingkah sendiri,itu masih baru-baru belajar ngegombal."Ucap Pak Supir sambil tertawa melihat Yoon jin.


__ADS_2