North Pole Couple

North Pole Couple
Episode 21


__ADS_3

...🌺 Assalamualaikum 🌺...


...{Welcome to my novel, terimakasih sudah memilih novel ini untuk di baca. Semoga suka dengan cerita nya. Ini novel pertama, banyak kesalahan dalam setiap kata maupun kalimat.}...


...Harap di maklumi❤️....


Di sekolah Yoon so sudah terduduk manis di bangku nya. Masih dengan mood yang buruk hari ini dia berangkat awal ke sekolah tidak bersama hyung nya dengan alasan piket kelas.


Tak lama berselang Yura masuk kedalam kelas dengan wajah datar bersedekap dada.


"Assalamu'alaikum."Sapa nya sebelum masuk.


Yoon so tersenyum senang melihat wajah Yura di pagi hari.


"Waalaikumsalam."


"Selamat pagi Yura."Sapa Yoon so manis.


"pagi."


Tak lama kemudian muncullah dua sosok wanita hijab yang tak asing baginya.


"Assalamu'alaikum."Salam keduanya serentak dengan senyum kebahagiaan.


"pagi oppa Yoon so."


"Pagi."


"Baru kali ini Yoon so datang awal,"ucap Arin sembari meletakkan tasnya.


Yoon so diam tak menjawab. Yura diam menatap Yoon so sekilas.


"Ada masalah apa lo di rumah ?".Tanya Yura datar.


Yoon so terkejut, menatap wajah Yura yang tak menatapnya.


"Sedikit."Jawabnya singkat,kembali termenung.


Mengingat kalau hari ini jadwal ia piket Yura segera menyapu lantai kelas yang tidak kotor.


Arin dan Fitri tengah sibuk dengan make up tipisnya, selagi kelas masih belum berpenghuni.


Saat sedang menyapu di depan kelas. Pria tinggi dengan gaya cool berdiri tepat di hadapan Yura yang tengah fokus menyapu.


Yura menatap sepatu yang tak asing baginya, membuat ia tak perlu mendongakkan wajahnya mencari tahu siapa pemilik sepatu itu.


Yoon jin tetap setia berdiri di hadapan Yura yang sedang sibuk menyapu sampai Yura menatap wajahnya.


Yura bergerak maju menyapu lantai yang di injak Yoon jin, tapi ia malas menatap wajah Yoon jin yang berdiri tepat di depannya.


Yura diam sejenak dengan wajah yang masih menatap lantai.


"Yoon so!!."Teriak Yura.


"Ada apa ?,"tanya Yoon so menuju ke arah Yura.


Ditatapnya wajah datar hyung nya yang juga sedang menatap nya.


"Nih, giliran lo,"ucap Yura sembari menyerahkan sapu.


Yoon so masih belum paham dengan situasi namun ia tetap menerima sapu yang Yura berikan."


"Baru mau piket, bukannya lo udah berangkat dari pagi."Ucap Yoon jin datar.

__ADS_1


Yoon so terkejut,ia baru sadar kalau ia beralasan berangkat pagi karena ada jadwal piket.


"Hmm,gue tadi..."


Yoon jin mengangkat sebelah alis menunggu jawaban yang tak dilanjutkan Yoon so.


"Apa."


"Dari toilet,sakit perut."


Yoon jin menatap lekat wajah Yoon so mencari kebenaran dari dalam matanya. Dan beralih menatap Yura yang berada di samping masih dengan ciri khasnya.


"Minum obat,"ucapnya berlalu meninggalkan Yura dan Yoon so.


Yoon so terdiam melihat punggung Yoon jin yang kini sudah tak terlihat.


"Kamu pasti tahu kalau aku lagi enggak akur sama Jin hyung."Yoon so memastikan.


Yura mengangguk dan berlalu masuk ke dalam kelas meninggalkan Yoon so yang masih menatap nya.


Yura masuk ke dalam kelas langsung duduk manis menatap keluar jendela. Melihat Yoon so yang sedang ada masalah entah kenapa hatinya juga merasa tidak nyaman.


Yoon so yang berada dalam mood buruk, juga ikut mempengaruhi mood Yura.


Arin dan Fitri bertatapan sembari menoleh ke arah Yura yang masih setia menatap keluar jendela.


"Asalamualaikum,"ucap Rachel semangat memasuki kelas.


"Waalaikumsalam."Jawab mereka serentak.


"Lagi pada ngapain nih, awal banget kalian datang."


"Yah,lagi duduk manis di kursinya masing-masing."Jawab Fitri.


"Belum, maka nya gue datang awal buat nyari contekan."Jelas Rachel.


"Lo udah ?."


"Oo jelas,tentu saja anak muda."Jawab Arin bangga.


"Bagi dong yang."Bujuk Rachel.


"Oke tapi panggil nya ayang."Pinta Arin.


"Dih jijik gue yang denger."Oceh Fitri.


"Iya yang, cepat dong keburu masuk entar yang."Pinta Rachel.


"Nih yang,punya aku aja."Fitri memberikan bukunya kepada Rachel.


"Eh enak aja ayang gue ni,nih yang."


Yoon so datang langsung memberikan bukunya pada Rachel yang langsung menerima bukunya dengan senyum senang.


"Thanks bro."


"Enggak jadi pakai punya aku yang." Tanya Fitri.


"Enggak ya Fit."Jawab Rachel tersenyum senang.


"Yoon so lo bisa main basket enggak ?."Tanya Rachel.


"Bisa, kenapa ?."

__ADS_1


"Seminggu lagi kan sekolah kita ulang tahun masa kalian lupa kalau sekolah kita ngadain lomba."Jelas Rachel sambil menyalin jawaban Yoon so.


"Iya benar gue hampir lupa,cuma belum di pasang kan poster sama pengumuman nya." Sahut Fitri.


"Kak Deha bilang hari ini mau di pajang, terus nanti sore sampai seterusnya seleksi pemain basket,sama lomba-lomba yang lainnya."Jelas Rachel.


Semua tampak antusias kecuali Yura yang mendengar kan penjelasan Rachel dengan ekspresi datar sudah terpasang di wajahnya.


"Lo ikut basket ?."Tanya Arin pada Rachel


"Yes,my hobi."Jawab Rachel.


"Semangat ya ayang mainnya."Goda Fitri membuat Arin mendengus kesal mendengar ucapan Fitri.


"Lo ikut ?."Tanya Yura pada Yoon so.


"Iya gue mau ikut tanding basket."


"Aa pasti bakalan seru banget nih,cogan Yubesgara, Darmagara tunggu aku yak." Teriak Fitri histeris.


Arin segera menoyor kepala Fitri kesal.


Yura tetap diam, sedikit pun tak ada niat dalam hatinya untuk ikut berpartisipasi dalam lomba. Justru ia malah malas kalau sekolah-sekolah terkenal lainnya masuk ke sekolahnya. Meski itu semua sekolah kakeknya,entah kenapa ada rasa tak suka di hati nya.


Yura bangun dari duduknya berjalan menuju pintu.


"Yur,kemana ?."Tanya Arin.


"Ke toilet."


"Aku ikut."


"Aku juga." Timpal Fitri berlari menyusul Yura dan Arin.


Sekolah yang masih sepi membuat Yura bisa bernafas segar. Kerumunan siswa yang banyak terkadang membuat sesak.


Dari arah depan tampak Deha sedang membawa beberapa peralatan.


Yura and the group menghampiri Deha yang tengah sibuk menempelkan poster pada dinding mading.


Yura, Arin dan Fitri membaca poster yang berisi pengumuman perlombaan ulang tahun sekolah.


"Seru kayanya aku pengen ikut lomba fotografer Yur,lo jadi model nya bareng Yoon so ya."Rengek Fitri.


"Gue mau ikut lomba apa ya bingung deh."Timpal Arin.


Yura melihat lomba-lomba yang ada di mading. Satupun tak ada yang menarik baginya.


"Lo jadi modelnya si Fitri aja bareng Rachel atau Yoon so."Saran Yura.


"Iya sih,tapi kalau lo yang jadi model pasti bakalan menang."


"Muka kaku kaya begini lo bilang bakal menang."


Deha tersenyum mendengar perdebatan receh tiga sekawan yang ada di hadapannya.


"Ternyata putri Kutub bisa insecure ya."Ucap Deha tersenyum.


Yura menatap sekilas wajah Deha yang terlihat manis.


"Nanti lomba masak kamu ikut ya."Tawar Deha.


Yura bersedekap dada mengangkat bahunya,tak mengiyakan tawaran Deha.

__ADS_1


__ADS_2