North Pole Couple

North Pole Couple
Episode 12(Revisi)


__ADS_3

...🌺 Assalamualaikum 🌺...


...{Welcome to my novel, terimakasih sudah memilih novel ini untuk di baca. Semoga suka dengan cerita nya. Ini novel pertama, banyak kesalahan dalam setiap kata maupun kalimat.}...


...Harap di maklumi....


...Mohon dukungan nya❤️...


Bel istirahat berbunyi siswa siswi berbondong bondong menuju kantin termasuk Yura and the group.


Seperti biasa Yura memborong makanan yang ada di kantin.


Mereka lebih suka makan di kelas dibanding kan duduk manis di kantin.


"Yura,"panggil Deha menuju ke arahnya.


Yura membalikkan badan. Menaikkan sebelah alisnya melihat Deha yang berlari ke arah nya.


"Lo sakit,lo ditampar Valen,baju lo ketumpahan lagi." Tanya Deha yang sebelumnya tidak tahu kronologinya.


"Iya,tapi udah enggak apa-apa."


"Kak Deha kemana saja, kenapa saat Yura di tampar kakak enggak ada."Tanya Fitri.


"Tapi enggak apa-apa sih,Yura kan udah ada pawang."Timpal Arin


"Kakak ada urusan mengenai acara ulang tahun sekolah."


"Apa!! ulang tahun sekolah!!"Teriak Fitri heboh.


"Biasa aja enggak perlu teriak,"kesal Arin menoyor kepala Fitri.


"Ada lomba dong."Timpal Rachel.


"Ya,nanti bakal diumumkan,kalian ikut ya."


"Kalau lomba makan sih kita ada Yura, kalau model kita ada Rachel,Yoon so,Arin kalau Fotografer ada gue."Ucap Fitri bangga.


"Sip, mantap--mantap."Sahut Deha antusias.


"Sekolah lain di undang juga ?"Tanya Arin.


"Iya,ada empat sekolah yang di undang."


"Sekolah apa aja kak Deha ?,"tanya Fitri semangat.


"Yang pasti SMA Darmagara dan Yubesgara."


"Wihh,keren banget,itukan sekolah yang dibuat Pak Yuzar Darmawan semua."


"Iya, sekolahnya keren banget."Timpal Arin.


"Dulu gue ada niatan buat sekolah di Yubesgara,sekolahnya lebih ke atletik."Timpal Rachel.


"Kalau gue dulu pengen juga ke Darmagara,lebih ke dunia perfilman."Timpal Arin.


"Oo jadi lo pengen jadi artis."


"Jadi sutradara film, kan enggak harus jadi artis, Bambang-Bambang."Oceh Fitri

__ADS_1


"Kalau aku memang suka sama Turnagara,sekolah yang baru di bangun Pak Yuzar."Timpal Yoon so.


"Ya, sekolah Pak Yuzar memang terkenal dengan sekolah mahal yang memprioritaskan minat,bakat para siswa-siswi nya,gue senang banget pas keterima di sini."Ucap Deha.


"Wah pasti keluarganya kaya--kaya."Tebak Rachel


Arin dan Fitri melirik ke arah Yura yang tetap tenang dengan wajah datar.


"Wah, kalau enggak salah SMA Yubesgara banyak cogan basket,kalau Darmagara banyak cogan seleb aww." Fitri mengalihkan pembicaraan.


"Mata lo enggak pernah puas ya, disini cogannya juga udah melimpah."Oceh Arin.


"Ya udah kak,gue ke kelas dulu ya,"pamit Yura datar yang sedari tadi hanya menyimak obrolan yang tidak menarik baginya.


"Yura jangan lupa,lomba masak."Teriak Deha.


Yura melengkungkan jari telunjuk mengenai jempolnya kearah Deha tanpa menoleh ke belakang. Artinya ia menyetujui permintaan Deha.


Deha mulai merasa nyaman dengan sifat Yura yang ternyata jika sudah kenal kutubnya akan sedikit mencair walau hanya sedikit.


Yura dan teman--temanya sudah berada dikelas. Mereka duduk manis di kursi masing--masing.


Vika yang melihat kedatangan rombongan Yura sedikit risih dengan dua pria tampan yang selalu ada di sisi Yura.


Yuki yang sedang menulis menatap wajah Yura yang tersenyum manis kepadanya.


"Makan yuk Yuki."Ajak Arin.


"Oh iya--iya makan aja Rin."


"Yuki sini duduk di samping gue,bantu gue habisin makanan,"pinta Yura dengan wajah datar membuat Yuki enggan menolak.


"Yuki makan bareng kita aja,dari pada di kelas sendirian."Ucap Yoon so manis.


"I--iya Yoon so,"jawab Yuki gugup menatap wajah Yoon so yang tersenyum manis.


"Sumpah demi apa lo itu manis banget,"geram Fitri ingin mencubit pipi Yoon so.


"Oo kalian lagi pada makan,"ucap Vika tiba- tiba datang.


"Lo mau,"tawar Yura datar.


"Dihh, enggak level gue makan banyak kaya lo,nanti perut gue buncit kaya perut lo,"ejek Vika tanpa rem.


"Kalau sirik jangan sama Yura, enggak selevel." Kesal Fitri.


"Ngatain perut Yura buncit,lo enggak pernah lihat perut datar Yura."Timpal Arin.


"Emang lo pernah lihat."tanya Yura datar.


"Yups,kita pernah mandi bareng ya bestieku cantik."


"Udah ah,gue enggak nafsu,"ucap Yura ketus berlalu keluar kelas meninggalkan semua yang ada di kelas.


"Yah, mood booster gue aja udah enggak nafsu,gue juga malas."


Ucap Arin, berlalu meninggalkan Vika yang membulatkan matanya, tidak terima di tinggal pergi begitu saja sembari di olok--olok secara tidak langsung.


Niat hati ingin mempermalukan Yura tapi, ada istilah tuan makan tuan. Itulah yang Vika rasakan.

__ADS_1


"Kurang ajar!!."Kesalnya.


Yura dan teman--temanya berjalan menyusuri lorong sekolah yang ramai tak tentu arah. Meski mereka tidak tahu kemana Yura akan pergi tapi mereka tetap mengikuti Yura dari belakang sembari bercanda ria.


"Yura mau kemana sih,"tanya Fitri bingung yang sedari tadi hanya berjalan tak tentu arah.


"Lo nanya siapa,kita semua juga enggak tahu."Sahut Arin.


"Ini bukannya kearah kelas XII IPA 1 ya ?"Tanya Yuki.


"Emang Yura punya kenalan sama kakak kelas ?."Tanya Rachel.


"Kayanya enggak ada deh."


"Terus ?."


'Masa mau ketemu Jin hyung.'Batin Yoon so ragu.


Yoon so berjalan mendekati Yura, menarik lengan tangan Yura yang terlapis kain.


Reflek Yura menghempas kuat tangan orang yang berani menyentuh tangannya.


"Lepasin !!"ucap Yura dengan wajah datar bermata tajam. Mata yang menggambarkan bahwa ia sedang benar--benar marah.


Yoon so terkejut dengan tatapan Yura yang seakan hanya dengan menatap nyawanya akan melayang.


"Maaf,"ucapnya sedikit menunduk.


"Yura,"panggil Yoon so lagi dengan suara lembut.


Yura mengehentikan langkahnya membalikkan badan tampak sosok Yoon so yang menatap nya dengan ekspresi penuh tanda tanya.


Yura mengerutkan keningnya bingung.


"Kamu mau ketemu Jin hyung ?"tanya Yoon so dengan suara amat lembut.


Arin, Fitri,Yuki,dan Rachel menatap drama yang diperankan Yoon so dan Yura. Lorong sekolah yang sedikit sepi membuat drama yang mereka perankan tidak ada penonton.


Yura masih membisu di tempat mendengar pertanyaan Yoon so. Yura mengangkat sebelah alisnya melihat wajah Yoon so yang sedang menanti jawaban darinya


"Jin,"Yura menaikkan sebelah nya bingung.


"Jin mana nih ?"Tanya Yura datar.


"Aih, gue tadi mikir apa, Jin aja Yura enggak kenal."Kesal Fitri,tidak menduga tindakan Yura .


"Jin itu kim Yoon jin?"Tanya Yura memastikan.


Yoon so menghela nafas lega.


"Aku pikir kamu sedih,dan ingin ketemu Jin hyung."


"Yoon jin kelas XII IPA 1, namanya aja gue rada--rada lupa,gimana bisa gue tahu ini kelas dia."Jelas Yura.


"Terus kamu kenapa jalan enggak tentu arah ?"


"Ya,gue bosan aja dikelas terus,"jawab Yura santai, ia berjalan meninggalkan teman--temanya yang masih melongo dengan tingkah Yura.


'Yura !!"Teriak mereka kesal.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kedatangan kalian berupa like, dan komen sebanyak mungkin ❤️sebagai dukungan untuk author.❤️❤️❤️


__ADS_2