
🌺 Assalamu'alaikum 🌺
Di bawah atap tempat berteduh para penghuni gedung dari tetesan hujan bersamaan dengan gemuruh guntur.
Tak! tik! tak!
Suara jarum jam menjadi melodi di ruangan kelas XII IPA 1.Kelas Yoon jin tengah melangsungkan ujian hari pertama. Wajah para peserta ujian tampak serius mengerjakan soal-soal yang tergeletak dia atas meja.
Semenjak percakapan nya dengan Appa beberapa hari yang lalu. Yoon jin semangat belajar Yoon jin semakin membara. Ia juga tak pernah menyangka kalau akan mengatakan hal itu.
Malam itu usai pembicaraan serius nya dengan Appa. Yoon jin berlalu menuju kamar nya. Saat melewati kamar Yoon so. Yoon so yang masih syok dengan apa yang baru saja di lihat dan di dengar nya, belum sempat kabur. Alhasil ia kepergok Yoon jin.
Brak ! gebrakan pintu berasal dari tangan Yoon jin berhasil membuyarkan lamunan Yoon so.
"Heh !! lo nguping ya ?"
"Eh !! eng-enggak kok," Yoon so gelagapan menutup pintu.
Yoon jin melanjutkan langkahnya masuk ke kamar. Yoon jin menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur dengan posisi tengkurap. Diam sejenak tak melakukan apa-apa. Yoon jin membalikkan badan menutup mata dengan lengannya. Jantung nya berdebar-debar atau cenat-cenut ? ia pun bingung dengan debaran jantung nya.
__ADS_1
"Belum juga lulus,udah berani ngomong gitu ke Appa. Gila- gila."
"Yoon jin !"
Yoon jin refleks mendongak kan wajah menatap sang pemilik suara. Pak Jaka berdiri tepat di depan sembari menyodorkan tangan meminta lembar jawaban Yoon jin.
Yoon jin memiringkan kepalanya belum paham dengan situasi. "Kenapa Pak ?" Tanya Yoon jin polos.
Pak Jaka diam tak merespon, wajahnya dingin walau masih kalah dingin di banding wajah Yoon jin.
"Ppss ppss !!" Deha memberi kode pada Yoon jin yang duduk di depan.
"Dasar kutub." Deha bergumam kesal sebelum ke inti pembicaraan.
"Kumpulin lembar jawaban lo. Ngelamunin siapa lo ?"
Yoon jin menyerahkan lembar jawaban pada Pak Jaka yang masih setia berdiri di depan nya menunggu Yoon jin. Untung nya Yoon jin sudah selesai terlebih dahulu sebelum melamun.
"Sempat-sempatnya pas ulangan lo mikirin Yura." Valen berujar dengan nada julid.
__ADS_1
Ujian untuk hari ini selesai, dengan lancar. Tak ada kesulitan saat Yoon jin mengerjakan soal-soal tadi. Ia percaya akan mendapatkan nilai tinggi di sekolah. Toh sebelum-sebelumnya juga begitu.
Hari semakin gelap namun hujan masih terus mengguyur bumi. Deha yang berangkat sekolah dengan sepeda motor tak bisa pulang sekarang. Tapi ia tetap santai karena ada Yoon jin yang menemaninya dan Valen.
Mereka bertiga memutuskan menunggu hujan berhenti di perpustakaan. Tiga orang berbeda generasi itu ambisius dalam hal nilai tak menyia-nyiakan waktu. Mereka membaca buku sembari menunggu hujan berhenti. Meski berada di tempat yang sama. Ketiga nya sibuk dengan pikirannya masing-masing tanpa saling peduli.
Yoon jin memegangi perutnya yang terasa lapar. Ia baru sadar kalau hujan telah berhenti. Yoon jin menjinjing tasnya.
"Eh udah berhenti ternyata." Deha ikut bangkit dari duduknya mengembalikan buku yang ia baca pada tempatnya.
Valen menyusul langkah Yoon jin. Gadis itu tak patah semangat mengejar cinta Yoon jin. Walau ia tahu Yoon jin tak menyukai nya.
"Gue pulang duluan ya." Yoon jin masuk kedalam mobil.
"Hati-hati Bro !" Deha memasang helm di kepalanya.
"Hati-hati Jin jangan mikirin Yura mulu." Valen berucap dengan wajah serius.
"Hmm."Respon Yoon jin singkat.
__ADS_1