
🌺 Assalamu'alaikum 🌺
Suara mesin mobil yang perlahan mengecil berhenti tepat di depan rumah Airin. Yang menjadi latar tempat tiga sahabat merasa kepedasan efek cabe yang berlebih.
Brak !!
Pintu mobil yang di hempas kuat oleh pria tinggi berkacamata hitam dengan setelan kasual membuat nya tampak modis sekaligus maskulin.
"Hai !" Sapa Yoon so menurunkan kacamata.
"Yoon so !!" Teriak Fitri senang menyambut kedatangan Yoon so.
"Widih Yura kangen loh sama lo,"Fitri berujar sambil melirik wajah datar Yura.
Yoon so menyunggingkan senyum manis. Yoon so duduk di dekat Yura dengan jarak aman.
Ia tahu duduk berdekatan akan membuat Yura merasa tak nyaman.
Pandangan Yoon so tertuju pada Yura yang juga sedang menatap nya.
"Assalamu'alaikum Yura."
"Waalaikumsalam,ada urusan sama Fitri ?"
__ADS_1
Yoon so melepas kacamata hitam yang bertengger di atas hidung mancung nya.
"Enggak ada, cuma mau main-main aja sekalian mau ketemu kamu."
"Eh.. maksudnya lo." Yoon so meralat kalimat nya.
Dengan kerutan tipis di dahi Yura. Yura merasa ada yang mengganjal barusan.
Begitu juga dengan Arin dan Fitri,keduanya saling bertatapan bingung.
"Lo ?" Yura memiringkan kepalanya sambil terus menatap Yoon so.
Yoon so ikut memiringkan kepalanya mengikuti gerakan Yura.
" Ya ada yang salah ?"
Dengan wajah kesal Yura menegak kan kepalanya ke posisi awal. Rasa pedas pada bibir nya masih terasa. Yura kembali meneguk gelas terakhir.
Tuk !!
Yura meletakkan kembali gelas ke posisi awal.
Banyak pertanyaan yang muncul di pikiran nya.
__ADS_1
Namun cukup sulit untuk di ungkapkan.
"Gue bingung mau mulai dari mana. Kenapa tiba-tiba ngomongnya pakai lo, kenapa enggak kamu aja kayak dulu?"
Yoon so lagi-lagi menyunggingkan senyum sebelum menjawab pertanyaan Yura. Padahal yang ujian Hyung nya tapi kenapa ia juga harus menjawab pertanyaan.
"Biar cool aja sih, enggak cocok ya sama imej imut gue," Yoon so membekap mulutnya sendiri merasa geli dengan ucapan nya.
"Idih ! imut konon !" Arin tak sanggup menahan sifat julid nya.
"Tapi emang imut ! iya kan Yur ?" Dengan cepat Fitri membela Yoon so.
"Ya."
Mata kecil Yoon so melebar sempurna,kata yang cuma terdiri dari dua huruf itu berhasil membuat wajahnya bersemu merah.
Yoon so menundukkan wajahnya,"Malu banget di bilang imut. Sebenarnya gue enggak suka di bilang imut. Katanya gue kayak banci."
"Ya biarin aja sih,yang penting kan lo enggak gitu." Arin berusaha menghibur wajah murung Yoon so.
"Haha ! itu olokan waktu SD sih, pas SMP gue di bilang punya wajah baby face karena imut itu," Yoon so menggaruk kepalanya merasa tak nyaman sempat merubah suasana.
Fitri yang hobi drama memulai aktingnya. "Duh sad banget sih, pasti kehidupan lo berat banget..hiks..hiks.." Fitri mengelap air mata buaya.
__ADS_1
Yoon so kembali tersenyum, mungkin ekspresi yang bisa di tampilkan diwajahnya hanya tersenyum sangat berbeda dengan Hyunng nya yang sangat sulit tersenyum.
Yoon so menatap wadah bekas rujak yang bersih. "Bisa-bisanya makan rujak sampai bersih kinclong kayak begitu. Mana enggak bagi-bagi lagi. " Yoon so membatin kagum dengan tiga sahabat yang duduk bersandar di dinding masih merasa kepedasan.