
🌺 Assalamu'alaikum 🌺
Minggu pagi, tepat pukul enam Yura membuka jendela kamarnya. Hari libur yang sangat ia nanti-nantikan. Yura memang selalu bergadang di malam minggu hingga larut malam. Ia memanfaatkan malam minggu nya untuk membaca novel kesukaannya. Di pagi harinya ia bangun untuk melaksanakan shalat subuh terlebih dahulu dan melanjutkan mimpi indah nya yang masih berkelanjutan.
Tapi tidak untuk minggu pagi ini. Hari ini ia berniat untuk lari pagi sendirian tanpa dua sahabatnya. Yura termasuk individualisme. Ia tak suka bergantung pada orang lain. Dan dia tak ingin merepotkan orang lain.
Yura mengikat tali sepatu hitam dengan paduan putih. Ia menutup topi hoodie nya dan mulai melangkah kan kaki nya dengan larian kecil.
Suasana sekitar tempat tinggal nya masih sepi.
Perlahan Yura menambah kecepatan larinya saat melihat mamang sayur yang sedang di kerumuni ibu-ibu.
Yura memperbaiki topi hoodie nya saat melewati gerombolan ibu-ibu. Yura menoleh ke arah ibu-ibu yang juga sedang menoleh ke arahnya. Yura tersenyum kaku saat bola matanya tepat pada salah satu ibu yang sedang memilih sayur.
Jujur saja, sebenarnya Yura ingin menyapa ibu-ibu itu. Tapi karena sifat Yura yang tak pandai berbasa-basi. Ia hanya tersenyum kaku.
Saat di rasa jangkauan mata ibu-ibu sudah tak memandang nya. Yura bernafas lega, berharap saat pulang tak bertemu dengan ibu-ibu itu lagi.
Ibu-ibu yang jarang melihat Yura,meski berada di kompleks yang sama. Sangat penasaran dengan paras anak pemilik rumah paling megah bak istana di kompleks nya. Saat bertatap langsung dengan Yura. Mereka mengangumi wajah cantik Yura. Namun saat melihat Yura yang tersenyum kaku ke arah mereka. Ada rasa janggal di hati mereka.
"Cantik,tapi rada-rada sombong."
__ADS_1
"Senyum nya pelit."
"Kalau cantik tapi senyum nya pelit, percuma tuh."
"Ya, namanya juga anak sultan, ngapain senyum sama ibu-ibu peyot kayak kita."
"Jangan sampai anak ku si Toyib mau sama anak sombong kayak dia."
Celoteh ibu-ibu yang senang bergosip.
Yura memang di di kenal sombong oleh orang-orang yang tak mengenali nya. Hanya sekali bertatapan. Mereka langsung menilai kalau Yura sombong. Wajahnya yang selalu datar jarang tersenyum dan anak orang kaya. Memang jadi pendorong Yura dengan sebutan sombong. Padahal tak pernah terbesit di hati Yura kalau ingin menyombongkan kekayaan orang tua nya dan paras ayu nya. .
Yura terus berusaha untuk tersenyum di depan cermin. Saat ia tersenyum ia merasa wajahnya yang merenggut tetap cantik. Namun saat ia tersenyum wajah nya terlihat lebih cantik.
Ia sudah berlatih lama di depan cermin.
Ia keluar rumah dengan wajah ceria hendak tersenyum pada siapa saja yang ia jumpai.
Saat itu usianya baru enam tahun,tapi ia sudah dapat julukan si sombong oleh teman-temannya. Ia tersenyum pada Om berjaket hitam yang mengenakan kacamata.
Om itu berdiri tak jauh dari pagar rumah nya.
__ADS_1
Saat Yura tersenyum ke arahnya. Om itu menoleh ke kanan-kiri sambil berjalan cepat ke arah Yura. Yura masih tersenyum meski rahangnya terasa letih. Tiba-tiba saja Om itu menggendong Yura yang sedang tersenyum senang. Yura terkejut langsung memberontak.
Yura terus memukul bahu dan menendang sekuat tenaga. Yura berteriak keras sambil menangis tersedu-sedu. Teriakan nyaring Yura berhasil menarik perhatian Mang Damar yang baru saja keluar dari toilet. Yura menggigit bahu lebar Om yang berlapis jacket dengan brutal. Om itu refleks menjatuhkan tubuh Yura ke tanah. Dan berlari kencang saat Mang Damar melempar nya dengan batu.
Kepala Yura terbentur tanah yang keras. Mang Damar segera menggendong Yura yang terus menangis sambil memegangi kepalanya yang terbentur tanah.
Umi yang tahu anaknya hampir di culik,merasa takut kejadian itu akan terulang lagi. Sejak saat itu Umi melarang Yura untuk tersenyum pada orang yang tak di kenal. Yura yang trauma dengan kejadian itu,tak pernah lagi tersenyum dengan orang asing.
Yura yang jarang tersenyum membuat ia tak memiliki teman banyak saat sekolah. Walau begitu Yura memiliki dua sahabat baik yang selalu ada di samping nya. Dua wanita kocak yang selalu membuat Yura tertawa dengan guyonan receh nya.
Keduanya tak pernah menilai Yura anak yang sombong sejak awal bertemu. Mereka menilai kalau Yura terlihat cantik dan baik meski jarang tersenyum. Yura selalu membantu mereka di saat mereka susah. Meski tak kenal Yura langsung membantu orang yang membutuhkan. Karena manusia tidak ada yang sempurna, mereka menganggap kalau Yura si baik hati yang jarang tersenyum.
Hati Yura terasa nyeri saat tahu senyum adalah ibadah. Sedang kan ia merasa sulit untuk tersenyum dan punya masa lalu pilu dengan senyuman. Namun ilmu datang pada Yura.
Ilmu Mu'ruah (menjaga kehormatan).
Maruah adalah Ajaran yang memerintahkan untuk menjaga kehormatan manusia. Untuk wanita berhijab syar'i,menjaga pandangan, tersenyum sewajarnya dengan laki-laki yang bukan mahram.
Menurut ustadz Hanan Attaki senyuman wanita, dapat membahayakan jika tidak sesuai porsi. Maka berhati-hatilah bagi kaum hawa, jika tersenyum kepada pria.
"Senyuman cewek itu adalah racun, manis tapi mematikan," ucapnya.
__ADS_1