
Libur singkat berlalu begitu cepat,wajar saja namanya juga libur singkat ✌️. Wajah bantal dengan rambut acak-acakan itu berusaha keras melawan rasa malasnya untuk meninggalkan tempat ternyaman nya itu.Mata kecil yang enggan terbuka itu meredup namun cukup untuk menuntun nya berjalan dengan selamat menuju kamar mandi.
Dug!!
"Aduh !" Seketika mata redup itu terbelalak menahan sakit pada ujung kaki nya yang tak sengaja tersandung.
"Ish!"Yura geram masuk ke dalam kamar mandi dengan wajah masam tak terima pagi-pagi sudah di buat badmood oleh lantai pembatas kamar mandinya.
Jrash!!
Byur! byur!
"Dingin banget Ya Allah!" Gadis itu keluar dari kamar mandi dengan larian kecil, tak sabar mengenakan seragam sekolah nya agar dingin yang menyelimuti tubuh mungil nya segera menghilang.
"Muhammad nabina Binuru hadina
Min makkah habibi nuru Shota’al madinah..."
Bibir tipis yang sedikit menghitam akibat dari suhu udara yang sejuk itu bershalawat sembari merapikan kerudung putih nya yang sedikit rewel untuk tegak paripurna.
Terkadang gadis itu merasa jengkel harus berlama-lama berkutat dengan kerudung nya yang susah di rapikan.
__ADS_1
"Ck!"Yura berdecak kesal melempar kerudung nya ke sembarang arah.
Di bukanya lemari kecil di samping nya. Memilah salah satu kerudung putih dari sekian banyak kerundung.
"Kalau yang ini juga rewel, enggak mau sekolah gue,"Yura berujar dengan wajah masam.
Di bawah Umi terus-terusan memanggil anak semata wayangnya untuk sarapan pagi sebelum berangkat sekolah. Seperti biasa Abi menunggu putri nya yang senang berlama-lama di kamarnya.
"Yura ayo ! Abi nungguin nih!!"Umi berteriak lebih keras berharap Yura segera memenuhi panggilan nya.
"Hmm." Yura berjalan menuruni tangga perlahan-lahan. Duduk di sebelah kanan Umi menatap nasi goreng berbaur telur ceplok dan lalap timun sebagai pendamping.
Segelas susu dan beberapa buah tertata rapi di samping piring Yura. Abi memimpin doa sebelum makan.
Sendok dan piring terus beradu hingga waktu jarum jam menunjukkan pukul tujuh kurang sepuluh menit.
Umi menaruh bekal pada paper bag mini milik Yura."Wajah nya kenapa masam gitu di hari pertama sekolah."Umi menyerahkan paper bag.
Yura diam tak berekspresi menatap Umi.
"Semangat dong."Abi merangkul pundak Yura.
__ADS_1
Yura tetap diam tak berekspresi mengulurkan tangannya pada Abi.
"Hati-hati bawa motornya." Abi mengelus lembut kepala anak gadisnya.
"Assalamu'alaikum,"Ucap Yura berjalan memunggungi Abi dan Umi yang menatap lurus kepergian Yura dengan ekspresi datar nya.
"Anak Abi tuh,"Umi berujar memukul pelan lengan Abi.
"Astaghfirullah, anak Umi parah banget kalau lagi badmood."Abi mengulurkan tangannya yang langsung mendapat kecupan ringan.
"Abi berangkat Umi. Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam."
Yura berkendara cukup kencang berharap sampai tepat waktu.
Ckit!!
Motor Yura terparkir sempurna di bawah pohon rindang sebab ia tak kebagian tempat parkir yang beratap.
Yura memakai helm nya berjalan menerobos padatnya penghuni lorong sekolah,walau siswa-siswi kelas 12 tidak sekolah usai ujian.
__ADS_1
"Yura !"Sapa seseorang dengan senyum ramah.
Yura menoleh mencari sumber suara. Wajah datar nya menyunggingkan senyum tipis sedikit mengangguk kan kepalanya. Jujur saja ia tak mengenali orang itu, apakah dari kelas sebelah ? atau jangan-jangan sekelas dengan nya.Ya si kutub itu sedikit tak memperhatikan sekitar nya. Yang jelas yang menyapa nya tadi seorang perempuan dan aman untuk nya membalas senyuman itu.