North Pole Couple

North Pole Couple
Episode 18


__ADS_3

...🌺 Assalamualaikum 🌺...


...{Welcome to my novel, terimakasih sudah memilih novel ini untuk di baca. Semoga suka dengan cerita nya. Ini novel pertama, banyak kesalahan dalam setiap kata maupun kalimat.}...


...Harap di maklumi❤️....


"Hmm, gu--gue siapin makanan dulu,"ucap Yoon jin gugup namun tetap datar berlalu menuju dapur.


Yura masih diam mematung dengan bola mata yang berputar ke sana--kemari.


Sekian lama menunggu kini makanan lezat dengan aroma mengocok perut tersaji rapi dihadapan Yura yang sudah tak sabar untuk di santap.


Mata Yura berbinar-binar melihat kenikmatan tiada tanding di hadapannya. Jika sudah melihat makanan kesukaannya tersaji indah di depan matanya. Ia tak bisa mengontrol ekspresi bahagia nya.


Yoon jin yang sedikit heran dengan perubahan ekspresi Yura,ikut senang.


"Ehem--hem,kalau di pelototin terus tu makanan enggak bakal masuk ke perut lo."Tegur Yoon jin datar.


Yura sadar segera mengembalikan ekspresi datarnya.


Dua pawang kecil di depannya sudah sibuk memakan makanan balita yang Yoon jin siapkan khusus untuk mereka berdua.


"Ehem.,"Yura berdehem segera mengambil beberapa sendok bulgogi, Jajangmyeon, teoboki,dalam satu wadah penuh.


"Ini semua lo yang masak ?."Tanya Yura datar.


"Hmm,"Yoon jin hanya berdehem.


"Udah doa belum sayang ?,"tanya Yura pada dua pawang kecil.


"Udah ma."Sahut keduanya bersamaan.


"Ya udah makan nya pelan--pelan masih panas,Myung Shik bisa makan sendiri kan."


Myung Shik mengangguk kan kepalanya.


"Ma uapin Iza,Iza nak auk mam sendili."(Mama suapin Iza,Iza endak mau makan sendiri).Rengek Faaiza manja.


Yura segera menyuapkan makanan yang terlihat enak ke dalam mulut mungil Faaiza.


"Appa,Usik uga mau di uap."(Ayah, Myung Shik juga mau di suap). Rengek Myung Shik pada Yoon jin yang masih berdiri kaku.


"Jangan panggil paman dengan sebutan Appa ."


"Aniyo."(Tidak dalam bahasa Korea).


Yura melirik ke arah dua laki--laki yang sedang berdebat kecil.


"Kenapa memanggil ku dengan sebutan itu,ayah mu tidak ada di sini aku ini paman mu, ahjusi (paman dalam bahasa Korea) mu."


"Di sini ada Eomma,(mama dalam bahasa Korea) kenapa tidak ada Appa ?."Tanya Myung Shik polos.


"Eomma uap aku uga."(Eomma suap aku juga). Rengek Myung Shik.

__ADS_1


"Baiklah kemari biar Eomma yang menyuapi mu."


Yoon jin diam melihat Yura yang terlihat sangat senang ketika di panggil mama oleh Myung Shik.


'Ko dia mau di panggil mama ?.'Batin Yoon jin.


"Udah habis ya sekarang giliran mama yang makan,jangan ganggu ya."


Dua pawang kecil hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Yura.


"Lo enggak makan ?."Tanya Yura.


"Gue baru mau makan."


Yura melanjutkan makannya yang tertunda.


Dengan lahap Yura memakan semua masakan yang sangat lezat sampai ia lupa pada sekitarnya. Ia tidak tahu kalau sedari tadi Yoon jin menatapnya di seberang meja.


"Alhamdulilah,enak banget."


Yura melirik Yoon jin yang sedang menatapnya.


"Makanan lo udah dingin tu."Tegur Yura.


Yoon jin kelabakan baru sadar kalau Yura sudah menyelesaikan makannya.


Di mejanya hanya tersaji satu porsi Jajangmyeon yang kini sudah menghangatkan.


Butuh waktu 20 menit bagi Yura untuk menghabiskan lima porsi makanan yang tersaji di mejanya.


Sedangkan Yoon jin membutuhkan waktu tidak kurang dari sepuluh menit untuk menghabiskan satu porsi Jajangmyeon.


"Lama banget lo makan seporsi doang."Ledek Yura datar.


Yoon jin hanya diam tak merespon.


Ditempat lain Yoon so sedang gundah menunggu Yoon jin yang belum sampai satu jam meninggalkan rumah mewah keluarga Kim.


Hatinya pilu ketika tahu Yoon jin makan hanya berdua bersama Yura,meski di didampingi Myung Shik keponakannya, tetap saja ia tak rela Kakak angkatnya pergi bersama Yura.


Hati kecilnya berniat untuk mengikuti Yoon jin secara diam-diam,namun ia merasa bersalah jika harus bersikap demikian.


Ia memutuskan tetap di kamar meski hatinya gelisah begitu hebat.


"Ma,Iza mau es krim,Iza haus."Rengek Faaiza memanyunkan bibir mungilnya.


Yura diam mencari keberadaan Yoon jin yang tak kunjung datang, sedangkan tenggorokannya terasa amat kering.


Tak lama kemudian Yoon jin berjalan menuju meja Yura membawa nampan yang berisikan dua gelas jus buah berwarna merah.


"Terimakasih."Ucap Yura menyambar gelas yang masih setia di atas nampan.


"Alhamdulilah lega,"ucap Yura usai meneguk habis segelas jus apel tanpa jeda.

__ADS_1


Yoon jin terbelalak melihat Yura yang minum segelas jus hanya dengan beberapa kali tegukan.


"Jangan heran,lo jangan ilfil,yah kalau lo ilfil gue juga senang banget,lo enggak bakalan dekat--dekat gue lagi."Oceh Yura elegan.


Yoon jin memutar bola matanya jengah mendengar kalimat yang keluar dari mulut yang selalu berkata datar.


"Ma!!,Iza mau es krim, Iza mau es krim,"rengek Iza sembari mengeluarkan air mata yang perlahan membasahi pipinya.


Melihat itu Yura segera mengelap air mata Faaiza lembut.


"Sini--sini sayang,mama telphone Auntie Fitri dulu ya,tanya Aunti boleh enggak anak manis kaya Faaiza makan es krim."Rayu Yura lembut.


Faaiza mengangguk setuju pada Yura.


"Appa,Usik uga mau es krim."


(Appa, Myung Shik juga mau es krim).


"Jangan panggil Appa."Kesal Yoon jin.


Yoon jin menatap lekat wajah myung shik yang perlahan mengeluarkan air dari balik kelopak mata bagian atas.


"Huwaa."myung shik menangis keras, mendengar nada datar dari Yoon jin yang seakan sedang memarahi nya.


"Lo lebai amat sih,anak kecil manggil lo Appa dengan wajah polosnya lo malah bikin dia nangis,lo mikir apa sih,"kesal Yura mengelap air mata yang mengalir di pipi chubby, sembari merayu agar tak menangis lagi.


Yoon jin diam melihat Yura yang sedari tadi menenangkan Myung Shik yang tak kunjung berhenti mengeluarkan air dari kelopak matanya.


Yoon jin mendekati Yura dan yang sedang duduk di kursi.


"Maafkan Ap--appa,Usik bisa panggil paman dengan sebutan Appa kalau sedang tidak bersama Appa Usik."Jelas Yoon jin sedikit gugup menyebut dirinya sebagai Appa.


Yura diam dengan bola mata tak menatap pria tampan didepannya.


"Es krim,Appa minta es krim,"rengek Faaiza yang ikut memanggilnya dengan sebutan Appa.


"Haah."Yoon jin membuang nafas kasar mendengar Faaiza yang ikut memanggil nya dengan sebutan Appa.


Yura hanya bisa menaham tawa melihat Yoon jin yang tak nyaman dipanggil Appa oleh dua pawang kecil.


"Auntie Fitri bilang Faaiza boleh makan es krim tapi enggak boleh banyak--banyak."


"Yoon jin,es krimnya mana,lo lupa ya gue juga minta es krim kemaren."Tanya Yura datar.


"Gue lupa."Jawabnya tak kalah datar.


"Terus."


"Ya kita ke mol beli es krim."


Yura melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 16.45.


"Ayo,"Ajak Yura yang sudah berjalan menuju mobil mewah sembari menggenggam erat tangan kedua pawang kecilnya. Meninggalkan Yoon jin yang masih membereskan piring--piring kotor di dalam restoran.

__ADS_1


__ADS_2