
...🌺Assalamu'alaikum 🌺...
...{Welcome to my novel, terimakasih sudah memilih novel ini untuk di baca. Semoga suka dengan cerita nya. Ini novel pertama, banyak kesalahan dalam setiap kata maupun kalimat.}...
...Harap di maklumi❤️....
Bel istirahat berbunyi,namun kali ini Yura tak pergi menuju kantin,ia menitipkan pesanannya pada dua sahabatnya yang pasti akan kualahan membawa jajanannya.
Lama menunggu membuat ia berjalan menunggu teman--temanya di depan pintu kelas.
Di kelas lain Yoon jin sedang berjalan keluar sembari menenteng kotak mini yang berisikan sandwich Korean.
Ketika hampir sampai di kelas Yoon so,ia melihat Valen yang akan berjalan melewati kelas Yoon so yang di depannya terdapat Yura yang tengah berdiri santai dengan ciri khasnya.
Saat melewati Yura,Valen berjalan seakan tak melihat Yura yang sedang berdiri tegak.
Yoon jin mengerutkan dahinya tak percaya. Valen yang selalu saja membuat masalah dengan Yura. Kini sama sekali tak mengusik Yura.
Ada rasa lega di dalam hatinya dan melanjutkan langkahnya menuju kelas tujuannya.
Kini Yoon jin sedang berdiri di depan Yura yang sedang tak menatap nya.
'Aneh banget ni orang,kaya enggak kenal gue aja, kemaren pas jalan dia santai-santai aja di panggil Eomma sama Myung Shik.'Yoon jin membatin bingung.
Menatap kelas Yoon so mencari keberadaan adik angkatnya.
"Eh,ada Yoon jin oppa di depan kelas kita tuh."Ucap Fitri.
Yoon so terdiam melihat gerak-gerik Yura dan hyung nya .
"Tu manusia kutub kemaren pas pulang dari jalan-jalan,kayanya udah mulai akrab, tapi ko.."Arin tak melanjutkan kalimatnya.
"Iya nih, kemaren mereka berdua kaya yang udah enggak canggung lagi terus si Yura muka datarnya sedikit berkurang."
"Yoon jin oppa juga, muka datar nya berkurang."
"Kemaren Myung Shik sama Faaiza manggil Yura sama Yoon jin dengan sebutan Eomma,Appa."Timpal Fitri lagi.
Yoon so membulatkan matanya tak percaya.
'Apa karena di panggil Appa terus Eomma nya Yura makanya wajah Jin hyung kemarin senang banget.'Yoon so membatin.
"Lucu ya kalau mereka berdua benar-benar pasangan."Timpal Yuki yang ikut nimbrung.
"Benar banget."
"North pole couple."Ucap mereka bertiga bersamaan.
Mood yang buruk sedari pagi ditambah dengan ocehan ketiga ciwi-ciwi yang membuat telinga panas membuat mood Yoon so semakin memburuk.
Yura menatap sekilas wajah Yoon jin yang kebingungan mencari Yoon so namun enggan bertanya padanya,dan beralih pada kotak mini yang di bawa Yoon jin.
"Itu untuk Yoon so ?."Tanya Yura datar.
"Iya."Jawab Yoon jin singkat.
"Kenapa lo sering bawain makanan buat Yoon so ?."
__ADS_1
"Dia adik gue."
"Terus."Yura meminta penjelasan lebih.
Yoon jin mengerutkan dahi,tak mengerti dengan perkataan Yura.
"Ya apa lagi alasan lo sering bawain dia makanan."
"Perut dia sensitif enggak boleh makan sembarangan."
"Jadi itu alasan lo."
Yoon jin mengangkat sebelah alisnya merespon ucapan Yura.
"Mood dia lagi jelek,enggak tahu kenapa gue ngerasa kalau lo penyebab nya."
"Lo khawatir sama Yoon so."
*Deg!!, Jantung Yoon so seakan berhenti berdetak ketika tahu kalau Yura paham akan perasaannya.
"Eh buset serius amat obrolan dua kutub tuh."
"Ganggu enggak ya."
"Jangan deh gue mau dengar jawaban Yura."
Yuki terdiam dengan wajah lesu. Hatinya yang tadi di penuhi dengan bunga-bunga bermekaran melihat Yoon jin dan Yura yang semakin akrab, berganti dengan bunga-bunga layu, Yura tahu kalau Yoon so sedang ada masalah, sedang kan ia sama sekali tidak peka dengan Yoon so perenggut hatinya.
"Ya gue khawatir."
Semua teman-teman yang sedang asik menguping pembicaraan dua manusia kutub terkejut tanpa terkecuali Yoon so di sertai debaran jantung yang begitu cepat.
"Dia teman gue."
"Eh,Yoon so lo jangan nyesek dulu ya,"ucap Fitri melirik Yoon so yang sedang mematung.
"Yura enggak pernah punya teman cowok semenjak SMP."Jelas Arin.
Membuat Yoon so tersenyum senang.
Yuki menatap senyum senang yang terukir di wajah Yoon so.
'Lo suka banget sama Yura ya.'Bertanya dalam hati.
"Sekarang teman lo kemana ?."Tanya Yoon jin.
Yura menoleh ke kanan, tepat mendapati ke lima teman sedang mematung,yang juga menatap nya.
"Lo pada pasti pada nguping kita kan."Selidik Yura.
Yoon jin menoleh mengikuti arah wajah Yura. Sorot matanya tepat mengenai lima manusia yang tengah mematung,dan sedang nyengir kuda terciduk sedang menguping.
"Yoon so."Panggil Yoon jin
"Kenapa ?."
"Ini buat lo."Menyerahkan kresek berisikan kotak mini.
__ADS_1
"Ayo hyung kita makan bareng."Ajak Yoon so senang.
Semua masuk ke dalam kelas di susul Yura dari belakang.
'Sepertinya mood Yoon so sudah membaik.'Batin Yura.
Yoon so segera membuka kotak mini yang Yoon jin berikan.
"Wuihh enak banget."Teriak heboh mereka semua termasuk Yura.
"Ini lo yang bikin ?."Tanya Yura tanpa basa-basi langsung mencomot sepotong sandwich melahap nya dengan satu suapan.
"Pelan-pelan Yur, masih banyak ko."Ucap Yoon so melihat Yura yang sedang kesusahan menelan sandwich di mulutnya.
"Dasar, kebiasaan lo,kalau keselek jangan salahkan Yoon jin yang buat sandwich nya kebesaran."Oceh Arin nona bijaksana.
Yura tak menghiraukan ocehan Arin dan kembali mengambil sepotong sandwich melahapnya dengan satu suapan.
Benar saja baru sampai di kerongkongan nya Yura kesusahan menelan sandwich yang masuk ke dalam mulutnya.
Paham dengan ekspresi Yura,Yoon jin dan Yoon so segera menyerahkan sebotol air kepada Yura bersamaan, membuat dua kakak beradik itu saling menatap dengan tangan yang terulur memegangi botol air.
Yura tak menerima botol air keduanya,segera ia meminum es blender yang ia titipkan pada Arin dan Fitri.
Yoon jin segera menarik kembali tangannya dan melahap dua potong sandwich dengan satu suapan menahan malu akan tindakan refleks yang ia lakukan.
'Bikin malu.'Yoon jin membatin.
Yoon so yang santai dengan tindakannya menarik tangannya santai sambil menatap wajah malu hyunng nya.
"Rin,lo jangan ngomong sembarangan deh, ucapan lo itu keramat."Ucap Fitri.
"Dih,itu pasti akan terjadi walau gue enggak ngomong begitu."
"Makannya aja kaya lagi berebut sama tuyul."Oceh Arin kembali.
"Oo, ternyata lo benar-benar pengen di tampol ya."
"Tangan mana nih,kanan apa kiri,pipi kanan apa kiri."Ancam Yura
"Untuk aku aja air putih nya Jin oppa."Ucap Arin mengalihkan pembicaraan.
"Ini, menyerahkan sebotol air."
Langsung meneguk sebotol air sampai habis.
"Kamsahamnida."(Terimakasih)
Yoon jin bangkit dari duduknya ingin kembali ke kelasnya.
"Gue ke kelas."Pamit Yoon jin datar melangkahkan kakinya menuju pintu.
"Yoon jin." Panggil Yura.
Yoon jin menghentikan langkahnya, membalikkan tubuh.
__ADS_1
Menanti kalimat yang keluar dari mulut Yura yang memanggil nya.