North Pole Couple

North Pole Couple
Episode 43


__ADS_3

✨ Assalamu'alaikum ✨


.


.


.


Tring-tring!!


Suara nyaring alarm dari sebuah ponsel berhasil membangun kan sang pemilik ponsel. Dengan mata yang terasa berat Yura mematikan dering alarm itu. Matanya terasa sembab mungkin karena semalam ia terus menetes kan air mata. Ada rasa yang tak nyaman di hatinya usai bertengkar kecil dengan Yoon jin. Ia juga tak mengerti kenapa semalam ia menangis sampai tertidur.


Yura duduk melamun mengembalikan nyawanya yang belum terkumpul. Dengan rasa malas Yura berjalan menuju kamar mandi untuk mandi dan berwudhu. Sekitar dua puluh menit waktu yang Yura butuh kan untuk ritual menyelesaikan mandinya.


Usai mandi ia melaksanakan qobliyah subuh terlebih dahulu. Dengan khusuk Yura melaksanakan shalat. Yura menengadahkan tangan nya berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.


"Hah~"Yura bernapas lega melipat mukena.


"Gue mau pesan sarapan dulu ah."


"Eh, enggak jadi deh gue beli aja sekalian jalan-jalan."


Yura keluar dari kamar penginapan dilihatnya kamar Bu Sarah yang masih tertutup rapat.


Tak ada seseorang yang berlalu lalang di lorong.


Lorong terasa horor mungkin karena masih terlalu pagi. Kamar sebelah Bu Sarah yang di tempati Yoon jin juga tak ada tanda-tanda kehidupan.


"Orang-orang pada kemana ya horor banget."Ucap Yura merasa horor.


Tok-tok-tokk!!


Yura mengetuk pelan pintu kamar Bu Sarah yang langsung di buka oleh pemilik kamar. Bu Sarah masih mengenakan mukena bercorak bunga.


"Ada apa Yura ?"Tanya Bu Sarah


Yura diam sebentar mengingat tujuan ia mengetuk pintu kamar Bu Sarah.

__ADS_1


"Ehm itu Bu Sarah saya mau izin keluar cari sarapan."


"Pagi-pagi buta gini "Ucap Bu Sarah tak yakin.


Yura mengangguk kan kepala merespon Bu Sarah. Bu Sarah terdiam ia tak ingin memberikan izin kepada Yura tapi ekspresi Yura meyakinkan bahwa ia akan baik-baik saja.


"Ya udah jangan lama-lama,jam delapan pagi nanti kita berangkat."


"Siap Bu,ini kan baru jam lima lewat."Sahut Yura


"Ya udah sana hati-hati, eh bentar."


"Kenapa Bu."


"Kenapa enggak bareng Yoon jin."


"Hmm, sendiri aja Bu.Ya udah Bu Yura berangkat dulu ya. Assalamu'alaikum." Yura menyalami tangan Bu Sarah dan bergegas pergi.


"Waalaikumsalam." Jawab Bu Sarah


Bu Sarah masuk ke dalam kamar nya. Baru saja hendak menutup pintu. Bu Sarah di kaget kan dengan kedatangan Yoon jin.


"Astaghfirullah!!,Yoon jin Ibu kaget tahu!!."


"Eh anu maaf Bu,saya enggak bermak.."Belum selesai Yoon jin berbicara Bu Sarah langsung memotong ucapan nya.


"Udah-udah,ada apa pagi-pagi buta ngetuk kamar Ibu ?"


"Saya minta izin mau cari sara.."


"Ya udah sana langsung aja Ibu mau dandan."Potong Bu Sarah lagi langsung menutup pintu.


Yoon jin terpaku,dari tadi Bu Sarah tak mengizinkan ia menyelesaikan ucapan nya.


Sebelum pergi Yoon jin menatap pintu kamar Yura yang tertutup rapat.


"Lo udah bangun belum putri kutub."Yoon jin bergumam sambil menunduk pergi keluar dari penginapan.

__ADS_1


Di sebuah toko roti Yura sedang memborong apa saja yang menarik perhatiannya. Keranjang belanja yang di bawa nya penuh dengan roti.


"Terimakasih atas kunjungan nya,"ucap pelayanan toko roti usai menyerahkan dua kantong plastik kepada Yura.


"Wah seneng banget gue bisa beli roti sebanyak ini pakai uang menang lomba."Ucap Yura girang menenteng belanjaan nya.


Saat melewati mini market Yura berhenti sebentar. Ada yang mengganjal di hatinya. Yura melihat kantong plastik yang ia tenteng. Semuanya hanya ada roti. Ada yang kurang dari belanjaan nya tapi Yura belum menemukan apa yang kurang.


"Akh, iya-iya kalau mood lagi kacau enaknya makan mie super pedas,nah iya mie pedas setan. Hampir aja kelupaan." Yura bersemangat mendorong ganggang pintu yang bertuliskan dorong.


Usai berbelanja untuk sarapan wajah Yura berseri-ser sepanjang jalan, masalah yang ia hadapi seakan kelar usai membeli banyak makanan. Butuh beberapa langkah lagi untuk sampai di kamar inapnya.


Yoon jin mengetuk pintu kamar inap Yura. Tak ada jawaban dari sang pemilik kamar. Yoon jin khawatir kalau Yura tak mau bertegur sapa dengan nya. Yoon jin terus mengetuk pintu kamar Yura meski tak ada respon.


"Yura maaf gue,gue.."


"Yoon jin."Ucap Yura dari samping. Yoon jin sama sekali tak menyadari keberadaan Yura yang berdiri di samping nya.


Yoon jin terbelalak melihat pemilik kamar inap yang sedari tadi ia gedor pintunya berada tepat di samping nya.


"L-lo e-nggak ada di da-dalam." Ucap Yoon jin gelagapan.


"Biasa aja kali enggak perlu pakai gagap."Jawab Yura datar.


Yura menatap kresek kecil yang Yoon jin bawa. Begitu juga Yoon jin,ia menatap dua kantong penuh yang Yura bawa.


"Mau makan bareng ?" Tawar Yoon jin ragu-ragu.


"Dimana ?"


"Di taman ?"


Yura mengangguk dengan senyum tipis. Wajah murung Yoon jin langsung berseri-seri melihat senyum tipis Yura. Keduanya berjalan beriringan menuju taman.


Yura mengeluarkan semua yang ada di kantongnya. Roti dengan isian yang berbeda-beda tertata rapi memenuhi meja tempat Yoon jin dan Yura duduk.


"Gue beli mie tapi belum di seduh."

__ADS_1


"Gue pesan air panas dulu, lo tunggu di sini sebentar. Jangan kemana-mana."Ucap Yoon jin


Yura mengulum senyum menatap Yoon jin berlari tergopoh-gopoh.


__ADS_2