North Pole Couple

North Pole Couple
Episode 48


__ADS_3

🌺 Assalamu'alaikum 🌺


Berjalan menyusuri lorong sekolah yang ramai terkadang membuat Yura merasa tak enak. Ia tidak terlalu suka keramaian. Ia lebih suka berdiam diri di kelas. Namun semenjak ia menginjak masa remaja,tepatnya ketika ia SMP.


Nafsu makan ia meningkat pesat ketika ia memasuki masa pubertas. Sejak saat itu lah Yura mulai masuk dalam daftar list pengunjung harian kantin.


Di ambang pintu kelas,Yuki tampak celinguk-celinguk mencari seseorang. Yura dan dua sahabatnya yang akan masuk ke kelas, berhenti melangkah menyapa Yuki.


"Hai,dari mana nih ?"Tanya Yuki balik menyapa.


"Da-dari kantin."Jawab Fitri sedikit bingung.


Yuki mengernyitkan dahi nya "Kantin ? kok enggak ketemu ya ?"


"Baru aja kok, kita balik ramai banget."


Yuki mengangguk kan kepala nya. Yuki mengeluarkan paper bag ukuran kecil dari belakang tubuhnya.


"By the way,kalian enggak sempat jajan kan, mau dong kalau gue kasih roti."Ujar Yuki menyerah kan paper bag pada Yura.


Yura merasa aneh tapi ia berusaha berpikir positif terhadap Yuki. "Thanks."Jawab Yura


"Buat kita ?"Tanya Fitri merasa tak adil hanya Yura yang di beri roti.


"Gabung lah sama Yura masak iya dia kasih kita satu-satu."Ujar Arin santai.

__ADS_1


"Emang iya ?"


"Eeh enggak-enggak,gue bawa juga dong buat kalian. Tapi di dalam,yuk masuk dulu."


"Ayo!!!"Jawan Fitri antusias.


Yura dan Arin masih berdiri di ambang pintu. Keduanya merasa ada yang janggal dengan sifat Yuki.


"Masuk wee keburu bel!!"Teriak Fitri yang sudah duduk manis di bangku nya sembari mengamati roti yang Yuki berikan.


Yura duduk di kursi nya, Yoon so yang di sampingnya melirik paper bag di atas meja Yura. Tak biasanya Yura membiarkan makanan yang berada tepat di hadapan nya lama menganggur. Bahkan ketika ia menitip makanan pada dua sahabat nya. Ia langsung berdiri tak sabar menyambut kedatangan makanan yang terus bergelora di pikiran nya.


"Yur,tuh makanan tumben nganggur, enggak lapar ?"Tanya Yoon so penasaran.


"Eh tumben,"ucap Yoon so sembari membuka paper bag di atas meja Yura.


"Sandwich Yur, enak nih serius kamu enggak mau ?"


Yura menggelengkan kepala nya merespon Yoon so. Gerak-gerik Yoon so tak lepas dari pandangan Yuki. Dengan sigap Yuki merebut roti sandwich yang ada di tangan Yoon so.


"Jangan!!"Teriak Yuki merebut roti sandwich.


"Eh ?"


Yoon so tampak bingung, kenapa Yuki merebut roti sandwich miliknya. Itu yang ada dipikiran Yoon so. "Tuh sandwich beracun ?"Ujar Yura datar.

__ADS_1


Yoon so menutup mulut nya tak percaya dengan apa yang Yura katakan. Begitu juga dengan dua sahabat Yura yang baru saja mengeluarkan roti sandwich dari paper bag.


Yuki melotot tak percaya, 'Kok Yura bisa tahu ?' Yuki membatin resah.


Yura bangun dari duduknya,"Iya kan ?"


Raut wajah Yura yang tajam membuat nyali Yuki menciut. Tapi ia bingung apa yang harus ia lakukan sekarang.


"Maaf!!"Yuki berlari keluar kelas dengan rasa malu. Untung nya saat itu penghuni kelas sedang berburu di kantin.


"Yura!! aku hampir keracunan tadi!!"Teriak Yoon so dengan raut wajah syok.


"Gila si Yuki,jadi psikopat."Oceh Fitri membuang tiga paper bag pemberian Yuki.


"Hufh"Yura bernafas lega,ia kembali duduk dengan perasaan tenang. Ia tak habis pikir dengan Yuki. Entah kesetanan atau di rasuk makhluk gaib apa yang membuat Yuki si gadis lugu nan polos bisa berbuat demikian.


Raut wajah Yoon so masih syok dengan kejadian barusan. Mengingat perutnya yang sensitif terhadap makanan membuat tubuh nya terasa lemah. Jika makanan sehat yang tak cocok masuk ke perut nya. Ia menjadi penunggu toilet yang setia berjam-jam. Apalagi makanan beracun,Yoon so tak berani membayangkan nya. Yoon so melirik ke arah Yura. Ia bersyukur Yura tak langsung memakan roti pemberian Yuki.


"Fiuh!!" Yoon so bernapas lega mengelap keringat di dahinya.


"Ra lo kok bisa tahu kalau ada racun di rotinya ?"Tanya Fitri penasaran.


"Ya, gelagatnya mencurigakan."


"Ngeri ya,gue yakin ini pasti ada kaitannya sama Valen."Ujar Arin dengan wajah serius.

__ADS_1


__ADS_2