
...🌺 Assalamualaikum 🌺...
...{Welcome to my novel, terimakasih sudah memilih novel ini untuk di baca. Semoga suka dengan cerita nya. Ini novel pertama, banyak kesalahan dalam setiap kata maupun kalimat.}...
...Harap di maklumi❤️...
...Semua duduk santai di taman belakang....
Terdapat kolam ikan di tengah--tengah rerumputan hijau yang terawat.
Pemandangan yang memanjakan mata.
"Mantap--mantap,gak salah lo bawa kita ke sini Yoon so."Fitri merebahkan tubuhnya di atas rerumputan hijau..
"Udah jam 12.45 nih,kita shalat dzuhur berjamaah dulu."Ajak Yura.
Semua mengiyakan ajakan Yura. Mereka bergantian mengambil air wudhu.
"Yuki jalan--jalan aja,atau tunggu kita disini"saran Yoon so
"Yoon jin,lo yang paling tua,jadi lo yang jadi imam."Saran Yura datar.
"Iya, Jin hyung aja yang jadi imam sholat,kalau imamnya Yura biar aku."Dengan malu-malu Yoon so tersenyum.
"Aa, sweet banget"teriak Fitri histeris.
"Cepat!!" Dengan nada sedikit meninggi.
Yoon jin mengertak mereka semua untuk berhenti bercanda.
Arin dan Fitri kelabakan bersiap untuk sholat berjamaah.
Usai sholat, mereka bingung mau melakukan aktifitas apa. Mereka semua duduk santai di taman belakang keluarga Kim.
"Gue mau mancing,ada yang mau ikutan." Yoon jin memberi saran
"Gue."Jawab Yura cepat.
"Gue juga."
"Ya udah kita semua sepakat mancing."
Di kolam terdapat dua perahu. Dengan banyaknya drama di antara mereka yang ingin satu perahu dengan Yura. Akhirnya Yura,Arin, Fitri,dan Yuki berada dalam perahu yang sama.
"Gue enggak bisa ndayung. "Ucap Fitri santai
"Lah kok sama,"Ujar Arin sambil masuk kedalam perahu.
"Yuki ? "
"Gue juga enggak bisa Yur,"jawab Yuki dengan sengiran kuda.
"Kalau gitu gue aja di perahu kalian kan enggak ada yang ndayung." Rachel bertitah dari seberang perahu.
__ADS_1
"Gue bisa,"Sahut Yura datar sambil mulai mendayung pelan--pelan.
"Oke,yur disini aja,"ucap Fitri mulai melemparkan tali pancing ke dalam kolam.
"Pegal banget tangan gue,lo pada berat banget sih,"keluh Yura sembari menggoyang-goyangkan lengannya.
"Dih,yang paling berat itu lo, nyalahin kita lagi."
Beberapa menit kemudian tidak ada tanda-tanda kehadiran sebuah ikan. Mereka memutuskan untuk pindah lokasi.
Perlahan--lahan Yura mendayung perahu sampai tangannya semakin terasa pegal karena beban yang terasa amat berat. Yura berhasil mendayung hingga ke tengah kolam.
Dari kejauhan Yoon so melihat Yura yang mengibas--ngibaskan tangannya.
Ia mendayung perahu mendekati perahu Yura.
" Yura kelelahan tuh kita hampiri perahu mereka aja gimana ?"
"Kya !! gue dapat ikan asik!!"Teriak Fitri bangga dengan ikan berukuran sedang yang ia dapat.
"Sini cepat masukin di ember." Arin segera menyodorkan ember.
"Jangan masukin di ember lah,nanti ikannya loncat, masukan di kresek nih," Yura memberikan kresek hitam.
"Eh,kalian kenapa ke sini ?"tanya Fitri.
"Yura kita tukaran aja. lo kecapean kan." Yoon so berusaha membujuk Yura.
Yura diam tam merespon. Tangan nya memang terasa sangat pegal. Tapi ia tak ingin satu perahu dengan lelaki.
"Lo mau Fit ?"tanya Yura
"Boleh."
Fitri perlahan berjalan menuju perahu Yoon so. Meski sudah berhati--hati,bukan Fitri jika tidak membuat kekacauan.
Saat hendak melangkahkan kakinya menuju perahu Yoon so kakinya tersandung pinggiran perahu.
Kedua perahu itu oleng dan...
Byurrr!!
Semua terjatuh kedalam kolam akibat perahu oleng tidak seimbang.
Yura langsung berenang cepat ke tepian.
Baju yang basah kuyup membentuk lekukan tubuhnya. Yura langsung mengambil hoodie over size yang berada tepat di samping nya untuk menutupi tubuhnya.
"Yura!!"
Teriak ketiga pria yang baru saja mengeluarkan kepalanya dari dalam air khawatir mencari keberadaan Yura.
"Apa ?"jawab Yura datar yang sedang duduk di tepian kolam menunggu teman--temanya timbul dari dalam air.
"Iih,baru timbul aja udah langsung nyari--nyari Yura."oceh Fitri yang sedang berenang menuju ke tepian.
__ADS_1
"Barengan lagi manggilnya,"timpal Arin yang sudah berada di samping Yura.
"Yuki mana,dia bisa berenang ?"tanya Yura sedikit khawatir tapi wajahnya tetap datar.
Ketiga pria itu menatap Yura lega, entah mengapa saat mereka terjatuh kedalam air yang terpikirkan hanya Yura.
"Haah"Yuki bernafas dalam, menstabilkan nafas nya.
"Ohok--ohokk !!"
"Kamu enggak apa--apa Yuki !"Tanya Yoon so sedikit khawatir.
"Enggak apa--apa,"jawabnya berusaha berenang menuju ke tepian.
Mereka semua sudah terbaring lelah ditepi kolam. Omelan,ocehan merdu dari Arin membuat telinga Fitri panas mendengar nya. Kecerobohan yang ia lakukan membuat ikan yang berhasil mereka tangkap hilang entah kemana.
Yura beranjak dari tempat nya,suhu tubuhnya menaik. Nafasnya terasa panas,kepalanya terasa pusing.
"Yur,kemana ?"tanya Fitri menarik tangan Yura yang ingin beranjak.
"Ke kamar."
"Bedak lo luntur ? bibir lo pucat Yur"celoteh Fitri melihat wajah dan bibir Yura.
"Yura enggak kayak lo, enggak pakai bedak juga tetap putih."Ledek Arin.
Yoon so mendongakkan wajahnya ke arah Yura yang melihat ke sembarang arah.
Dengan wajah cemas Yoon so berkata "Kamu sakit yur,wajah kamu pucat banget."
"Biarin dia ganti baju,hoodie gue bawa aja,"ucap Yoon jin datar sambil menunduk membiarkan air dari rambutnya jatuh ke tanah
"Ini Hoodie lo ?"Yura memastikan.
"Hmm jangan lupa di cuci bersih."
"Yura segera melepas hoodie yang ia kenakan, melemparkan nya ke wajah Yoon jin.
Di tatapnya wajah datar Yoon jin,ia berlalu dengan wajah kesal.
"Besok gue beliin yang baru. Hoodie lo bisa di buang aja ke tong sampah. Udah bekas badan gue," jawab Yura dengan savage pergi meninggalkan semua yang ada di tepian kolam.
"Yur !!"Teriak Yoon so ingin mengejar langkah cepat Yura, namun di cegat oleh Fitri.
"Biarin aja,dia kalau marah enggak bisa di bujuk."
"Jin hyung !!lo apa--apaan sih.
Lo enggak tahu atau pura--pura enggak tahu.Engak seharusnya lo ngomong kaya gitu ke Yura."Yoon so kesal berlalu menuju Vila.
Yoon jin tetap diam dengan wajah datar.
'Becanda gue kelewatan,masa sih.'Yoon jin membatin bingung.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kedatangan kalian berupa like, dan komen sebanyak mungkin ❤️sebagai dukungan untuk author.❤️❤️❤️