
🌺 Assalamu'alaikum 🌺
Melihat Yura dan dua sahabatnya sibuk meneguk air berusaha menghilangkan rasa pedas yang masih melekat di bibir. Yoon so melirik ke arah wadah kosong yang hanya tersisa remahan cabe merah. Di sebelah wadah itu masih tersisa beberapa buah jambu yang masih utuh.
"Hmm bumbu rujak nya habis ya ?" Yoon so meraih salah satu jambu yang terkapar.
"Yah lo lambat sih. Ini pisau nya buat kupasin kulit jambu nya."
Fitri menyerah kan pisau tajam pada Yoon so. Dengan hati-hati Yoon so mengupas kulit jambu dari isi nya. Yura memperhatikan jari-jari panjang yang sedang bekerja di bawah kendali Yoon so. Entah kenapa Yura merasa Yoon so kesulitan menggunakan pisau itu.
"Sini biar gue aja." Yura mengulur kan tangan nya meminta agar Yoon so menyerahkan jambu dan pisau itu kepada nya.
"Eh enggak usah biar gue aja." Yoon so langsung menolak, kembali fokus dengan aktivitas nya.Yura kembali memperhatikan gerak-gerik Yoon so dengan wajah khawatir.
Arin yang tadinya tak menghiraukan aktivitas Yoon so refleks ikut memperhatikan Yoon so.
"Yoon so kelamaan lo ngupas nya. Kasih ke Yura aja udah." Arin merasa geram sekaligus khawatir melihat Yoon so yang tampak kesulitan.
"Y-ya udah deh, mohon bantuannya Yura." Yoon so menyerahkan jambu dan pisau ke Yura dengan senyuman.
__ADS_1
"Dari tadi juga." Yura langsung mengambil alih pisau dan jambu itu. Dengan lihai tanpa takut tangan nya teriris pisau Yura mengupas kulit jambu dengan cepat.
"Gue cek masako dulu ya di dapur." Arin bangkit dari duduknya berjalan menuju dapur.
"Pakai masako aja gue, enggak usah pakai cabe !" Yoon so berteriak agar Arin yang berada di dalam mendengar suara nya.
Yura menyerahkan jambu yang selesai ia kupas pada Yoon so, memintanya untuk mencuci jambu sebelum di makan. Yoon so berjalan menuju selang air di samping rumah Airin. Netra Yura terus menatap punggung lebar Yoon so. Ia baru sadar kalau Yoon so memiliki postur tubuh yang bagus. Tak sesuai dengan wajah imutnya. Tanpa sadar Yura mengukir senyum di wajahnya. Bersamaan dengan itu Yoon so berbalik badan usai mencuci bersih jambu yang ia genggam.
"Eh." Yoon so terkejut saat netra nya bertatapan langsung dengan Yura yang tersenyum ke arahnya."Dari tadi Yura merhatiin gue." Yoon so bermonolog merasa malu. Ia menundukkan wajahnya dengan telinga yang seketika memerah.
"Yah masako nya habis nih." Arin kembali duduk di tempat semula. Dua insan yang saling bertatapan beralih pada Arin. Yoon so berjalan pelan mengahampiri Yura dengan jarak semakin jauh. Yoon so mengunyah jambu dengan wajah tertunduk. Hatinya masih berdebar-debar hanya karena senyum manis Yura.
"Disenyumin aja gue udah melting."Yoon so kembali bermonolog merasa frustasi dengan dirinya.
"Enggak enak dong gue nya. Yoon so kan tamu."
"Tau nih Yura." Fitri ikut memanas--manasi.
"Lo lupa ya. Dalam hadist riwayat Muslim dan Bukhari, Rasulullah SAW bersada."
__ADS_1
"Ehem!! Arin berdehem sebelum membacakan isi hadist.
“Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya.”
"Udah ingat ?" Fitri ikut nimbrung tak mau ketinggalan.
"Hmm, ya udah biar gue yang beli masako nya."
"Pakai uang lo ?"
"Iya." Yura bangkit dari duduknya berjalan hendak mengenakan sandal jepit kesukaannya.
"Hmm Yura... boleh enggak gue ikut sekalian jalan-jalan ?"
Yura diam sejenak, ia tengah mempertimbangkan permintaan Yoon so. "Kalau di pikir-pikir, warung nya dekat, walau berduaan di sini juga ramai."
"Panas entar kulit lo hitam." Yura berkilah menolak permintaan Yoon so secara halus dengan alasan yang cukup logis.
"Enggak apa-apa, boleh enggak ?"
__ADS_1
"Ya udah deh."
"Oke !" Dengan semangat Yoon so berjalan mengahampiri Yura.