
...🌺 Assalamualaikum 🌺...
...{Welcome to my novel, terimakasih sudah memilih novel ini untuk di baca. Semoga suka dengan cerita nya. Ini novel pertama, banyak kesalahan dalam setiap kata maupun kalimat.}...
...Harap di maklumi....
...Mohon dukungan nya❤️...
Wajahnya memerah sekuat tenaga Valen menampar balik Yura. Yura mundur satu langkah, namun tangan Valen masih bisa menampar wajahnya terpeleset mengenai bibir mungil pink alami milik Yura.
Darah segar keluar dari sudut bibir Yura yang tetap datar meski darah bercucuran dari sudut bibirnya.
Yoon jin melindungi tubuh Yura agar tidak di pukul lagi oleh Valen.
Semua siswa siswi membulatkan mata menutup mulut mereka terkejut melihat aksi luar biasa ini.
"Yura !!"teriak Arin dan Fitri bersamaan berlari mengejar Yoon jin yang mengiring Yura menuju UKS.
Yoon so yang melihat Yura di tampar sudah lari duluan mengejar Yura dan kakak angkatnya.
Yura duduk diatas ranjang UKS, Yoon jin tengah sibuk menyiapkan obat untuk mengobati luka di bibir Yura.
"Lo mau ngapain ?"
Yoon jin tidak menggubris pertanyaan Yura.
"Maaf,"ucapnya sebelum meneteskan alkohol tujuh puluh lima persen pada selembar tisu membersihkan sudut bibir Yura.
"bibirnya kecil banget,"batin Yoon jin sambil mengelap pelan sudut bibir Yura. Yura merasa sedikit tidak nyaman bibirnya di sentuh pria bukan mahram meski berbalut tisu.
"Biar gue aja,"pinta Yura memicingkan mata menahan pedih.
Yoon jin tak berkutik ia tetap membersihkan sudut bibir Yura.
Yoon so masuk tergesa-gesa, ia tertengun pada tangan Yoon jin yang mengelap sudut bibir Yura.
"Masih sakit ?"tanya Yoon so khawatir duduk di sebelah Yura dengan jarak sekian meter.
"Udah enggak apa-apa kok"Jawab Yura singkat. Yoon jin tengah mengemas obat-obatan yang ia gunakan tadi.
"Waduh ngeri banget ya tuh orang."Oceh Arin.
"Main tampar-tampar anak orang."Kesal Fitri.
"Lo harusnya tadi tampar kuat-kuat wajahnya."
"Sampe miring sebelah wajahnya."Timpal Rachel yang baru tiba.
"Udahlah malas gue."
"Gue mau makan,"Yura bangkit dari duduknya berlalu meninggalkan semua yang ada di UKS.
"Gila si Yura habis di tampar selera makannya masih ada,"ucap Fitri berlalu menyusul Yura.
Yura malanjutkan acara makannya yang tertunda.
"Gue gak mau tau pokoknya kalian semua harus bantu gue habisin semua makanan di atas meja ini, Yuki juga" Yura diam sebentar dan melihat Yoon jin yang duduk di sampingnya berjarak sekian meter.
"Lo juga."
__ADS_1
"Gak."
"Harus."
"Gak."
"Kita kan pasangan,wajarkan kalau membantu pasangan yang sedang kesusahan," Yura menaikkan sebelah alisnya.
"Ohok--ohokk!!"
Semua tersedak mendengar ucapan yang mustahil diucap oleh Yura.
Yoon jin membulatkan mata tak percaya apa yang barusan ia dengar.
"I--itukan cuma akting,"jawab Yoon jin gugup.
Yoon jin dengan berat hati ikut makan menghabiskan jajanan Yura.
...****************...
Saat pembelajaran dikelas X IPA 1 berlangsung Yoon jin izin memanggil Yura.
"Pasti mau bahas Yura sama Valen."Tebak Arin.
"Ko gue khawatir ya,"Yoon so nimbrung memajukan kepalanya ke depan mendekati Arin dan Fitri yang duduk tepat di depan mejanya.
"Tenang aja, Yura enggak salah," sahut Rachel yang berpindah dari seberang meja Arin menuju meja Yura tepat di samping Yoon so.
Yura dan Yoon jin melewati lorong sekolah yang sepi meski jalan berdampingan mereka menjaga jarak sekian meter. Tidak ada pembicaraan diantara dua manusia kutub itu.
Sesampai di ruang kepala sekolah Yura mendapati Valen yang tengah duduk santai diatas kursi dan dua sahabatnya yang sedang berdiri di samping Valen.
"Permisi,"ucap keduanya sambil mengetuk pintu.
Mereka berdua masuk berdiri berdampingan.
"Untuk kalian berdua silahkan keluar,"ucap Pak Arga menunjuk dua sahabat Valen.
"Yura dan Valen ayo cepat kalian berdua saling meminta maaf. "Ucap Pak Arga.
Valen menganga tak percaya dengan perintah kakeknya sebagai kepala sekolah SMA Turnagara. Beratus-ratus kali ia berulah baru kali ini kakeknya menyuruh minta maaf.
"Kakek apa--apaan sih masa aku disuruh minta maaf sama adik kelas yang berani nampar pipi aku."Tolak Valen tegas.
"Kakek bilang minta maaf !!"
"Gak,kakek kan bisa hukum dia kalau dia enggak mau minta maaf sama aku."
"Yura ini cucu pemilik sekolah ini."
"Apa !!" Mata Valen membulat tak percaya.
"D--dia ?" Valen memastikan sambil menunjuk wajah Yura.
"Ayo minta maaf." Perintah pak Arga kembali.
"Gak !!" Valen berlalu meninggalkan ruang Kakek nya sambil menutup keras pintu, mengeluarkan suara hempasan pintu menggelegar.
"Maaf kan Valen ya,nak Yura."Pinta pak Arga.
__ADS_1
"Iya pak,"Yura sedikit tersenyum dan meninggal kan ruang kepala sekolah disusul Yoon jin.
Yura kembali menuju kelasnya.Kepalanya sedikit pusing. Ia menghentikan langkahnya sejenak.
Melihat Yura berhenti berjalan sambil memegangi kepala,Yoon jin ikut berhenti di belakang Yura.
Yura berusaha melangkah kan kaki nya yang terasa sangat berat.
Yoon jin melihat tubuh Yura oleng dengan sigap menangkap tubuh mungil Yura.
Yoon jin terduduk dilantai menjadikan pahanya tempat bertumpu kepala Yura yang sudah tidak bergerak.
"Yur !! Yura ! bangun Yur !!"Yoon jin menepuk-nepuk pelan pipi chubby Yura ragu.
Yura tak berkutik Yoon jin sedikit kebingungan ia menoleh ke kanan,kiri,depan belakang tidak ada satu pun orang yang lewat.
Akhirnya dia memutuskan menggendong Yura ala bridal style.
"berat banget" batin Yoon jin yang sedikit kesusahan menggendong Yura menuju UKS.(Usaha Kesehatan Sekolah).
Setelah sedikit kesusahan membopong tubuh Yura akhirnya Yoon jin berhasil membawa Yura ke UKS.
Yoon jin berusaha memberikan minyak kayu putih untuk menyadarkan Yura.
Dengan telaten Yoon jin meletakkan minyak kayu putih di jari telunjuknya dan menyodorkan jarinya di bawah hidung mancung kecil milik Yura. Wajah nya tampak tenang dengan bibir sedikit pucat.
Bel pulang telah berbunyi semua siswa siswi berbondong bondong menuju pintu gerbang.
Berbeda dengan teman-teman Yura yang masih setia di UKS menampilkan wajah cemas karena Yura belum sadar dari pingsannya.
"Ya ampun Yur,ko lo bisa pingsan gini sih."Ucap Arin sedih.
"Mungkin dia memang kurang enak badan,terus pingsan akan beban hidup yang ia pikul."Ucap Fitri asal.
"Masih bisa ngelawak ya lo !"kesal Arin.
"Gue gak ngelawak !!"
"Berisik tahu gak,"ucap seorang wanita yang sedari tadi memejamkan mata.
"Gila,kaget gue,mayat bisa ngomong,"ujar Fitri kaget.
"Yura kamu sakit,bagian mana,ayo aku antar kerumah sakit."Pertanyaan beruntun dari Yoon so khawir melihat Yura baru sadar dari pingsan.
"Kok lo bisa dengar kita ngomong sih."Tanya Arin penasaran.
"Bukannya lo pingsan ?"Tanya Rachel.
"Gue udah sadar,cuma kepala gue masih pusing gue coba tidur,eh malah ketiduran."Jawabnya tanpa rasa bersalah.
"Astaghfirullah!! "Ucap semua yang ada di ruang UKS kesal dengan tingkah Yura.
Kim Yoon so
Rachel loerand❤️❤️❤️
__ADS_1
Dukung Author,like banyak--banyak❤️❤️❤️❤️