
🌺 Assalamu'alaikum 🌺
Pelajaran di kelas Yura sedang berlangsung. Suasana senyap menyelimuti kelas. Semua fokus mendengar penjelasan guru di depan. Meski mengantuk, semua tetap berusaha duduk tegap agar tak di omeli. Ya pelajaran prakarya yang terasa sangat amat membosankan bagi sebagian siswa-siswi. Jika boleh pilih mungkin tak banyak yang ingin belajar prakarya.
Saat Ibu guru sedang menjelaskan materi pelajaran. Yuki memanggil ibu sembari mengangkat tangan kanannya.
"Bu,izin ke toilet."
"Ya silahkan."Bu guru mempersilakan Yuki.
Yuki beranjak dari duduknya. Pergi menuju toilet. Bu guru kembali menjelaskan materi dengan antusias. Meski semua siswa-siswi nya berharap jam pelajaran ini segera berakhir.
Sepuluh menit berlalu,Yuki belum kembali dari toilet. Semua heran dengan Yuki yang tak kembali. Bel istirahat sudah berbunyi.
Bu guru ikut terheran. "Tolong susul Yuki,ibu khawatir dia enggak balik-balik."Ujar Bu guru berlalu meninggalkan kelas.
"Baik bu!!!"Jawab serentak siswa-siswi kelas X IPA 1. Semua saling pandang, saling menunjuk untuk menyusul Yuki. Dikelas Yuki memang kurang bergaul. Ia hanya bergaul dengan Yura and the geng. Walau hanya beberapa kali.
"Gimana kalau kita aja yang nyusul."Saran Arin
"Kita ?"Tanya Fitri
"Iya bareng Yura."
"Emang Yura mau,"tanya Fitri menoleh ke arah Yura yang duduk tepat di belakang nya.
Yura mengangguk merespon Fitri. Yoon so diam terus memandangi tiga sekawan yang hendak pergi.
__ADS_1
"Kalau ada apa-apa,kasih tahu gue ya."
"Emang lo bisa apa ?"Ucap Rachel terkekeh.
"Ya enggak banyak sih, paling bantu doa."
"Enggak apa-apa kok,doa yang paling utama."Jawab Fitri di barengi senyum.
"Buruan ah."Desak Yura berjalan mendahului Fitri.
Jalan menuju toilet cukup jauh. Di tambah lagi keramaian lorong sekolah yang amat teramat padat. Tiba di toilet siswi,Yura menghentikan langkahnya. Ya jam istirahat memang jam para siswi merapikan penampilan nya di toilet. Memperbaiki kerudung, bahkan make up nya. Bukan hal yang asing jika siswi-siswi SMA sudah mengenakan make-up. Meski di larang menggunakan makeup. Siswi-siswi tak segan melanggar peraturan.
"Ampun deh ni toilet penuh banget, kayak antrian sembako."Kesal Fitri
Netra Yura terus mencari keberadaan Yuki. Tak ada tanda-tanda kehadiran Yuki.
"Kita tanya mereka,aja kali ya ?"Arin berpendapat. Yura dan Fitri menyetujui saran Arin. Fitri dengan percaya dirinya menanya keberadaan Yuki kepada siapa saja yang ia tatap. Sifat Fitri yang tak kenal malu, sangat du butuh kan di situasi seperti ini. Fitri terus bertanya walau sia-sia. "Gila kalau kayak gini gue nyerah deh."Ujar Fitri mulai putus asa.
"Noh itu enggak lo tanyain ?"ujar Yura menunjuk seseorang yang baru saja selesai bercermin. Fitri berjalan menghampiri orang itu.
"Oke ini yang terakhir, lo kenal Yuki enggak ?"Tanya Fitri dengan wajah letih.
Orang itu terdiam , memutar bola matanya ke atas.
"Hmm,Yuki X IPA 1 ?"
"Nah iya benar."Jawab Fitri antusias.
__ADS_1
"Kayaknya dia di kantin bareng Kak Valen."
"What!!! Valen!!! yang bener!!!."Teriak Fitri seakan tak percaya.
"Iya."
Fitri menoleh kebelakang menatap Yura dan Arin yang sama-sama bersedekap dada. Entah ada angin apa Arin mengikuti ciri khas Yura.
"Gimana ?"Tanya Fitri
"Ya ke kantin lah, bilang makasih dulu."Jawab Yura.
"Ehh iya lupa,thanks ya."Ujar Fitri dengan senyum manis. Orang itu mengangguk berlalu meninggalkan toilet.
"Kantin sekarang ?"Tanya Fitri
"Tunggu deh, ngapain kita ke kantin,kita kan nyusul Yuki karena dia lama di toilet. Eh malah di kantin."Ujar Arin masih bersedekap dada.
"Benar juga ya, tapi Rin..."
"Kenapa ?"
"Lo kenapa bersedekap dada kayak Yura, enggak cocok tahu."Cibir Fitri jengah melihat Arin yang di matanya tak cocok bergaya seperti Yura.
Yura menoleh ke arah Arin. Benar saja, Arin tampak tak cocok bergaya seperti dirinya.
"Hmm,gue kelihatan aneh kayak dia enggak ?"Tanya Yura pada Fitri.
__ADS_1
Fitri menggelengkan kepalanya, sembari menatap Arin.
Arin melepaskan dekapannya,"Kampret lo!!"Kesal Arin menoyor kepala Fitri.