
🌺 Assalamu'alaikum 🌺
Bel pulang sekolah telah berbunyi,pembelajaran telah usai Siswa-siswi bersemangat untuk pulang ke rumah nya. Mata yang terasa ngantuk tak lama lagi akan terobati.
"Materi nya cukup sampai di sini, hati-hati di jalan, sampai jumpa di hari yang sama."
"Baik bu!!" Jawab siswa-siswi sembari berkemas. Yura terus menatap gerak gerik Yuki yang terlihat sangat tergopoh-gopoh memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.
Yuki menoleh ke belakang, tatapan nya tepat mengenai wajah datar Yura yang juga sedang menatap nya. Yuki langsung memalingkan wajahnya dan berlari cepat menghilang dari hadapan Yura. Ia bingung bagaimana ia bisa sekolah besok, setelah ketahuan niat jahatnya.
Rachel yang duduk tepat di samping Yuki merasa aneh. Ia tak tahu kronologinya.
"Yuki kenapa ya lari-lari ?"Ujar Rachel penasaran sembari duduk di atas meja Arin meminta penjelasan.
"Gue pastiin lo bakal ternganga lebar kalau dengar cerita kita ya kan Rin ?."Ujar Fitri menepuk pundak Arin.
"Ya gitu deh."Respon Arin santai
Rachel mengernyitkan dahi nya bingung. Bukan menjawab rasa penasarannya,ia malah di buat bingung dengan ucapan Fitri.
__ADS_1
"Langsung ke intinya aja kenapa sih ?"Ujar Rachel sedikit kesal.
"Ampun deh penasaran banget."Oceh Fitri dengan wajah julid. Yura menggendong tas nya. Berlalu santai melewati Rachel yang mengikuti arah kepergian Yura. Begitu juga dengan Arin dan Fitri. Mereka bertiga pergi begitu saja tak ada niatan untuk bercerita panjang lebar.
Ya karena Yura merasa lapar. Ia tak sempat jajan di kantin karena sibuk menguntit Yuki. Dan perjuangan nya menahan lapar tak sia-sia. Hasil pengintaian membuahkan hasil. Jika ia dan dua sahabatnya tak mencari keberadaan Yuki,Valen dan Yuki pasti tersenyum senang ketika melihat umpan nya termakan.
Di tempat lain Yuki kembali menemui Valen. Ia langsung menghampiri Valen di kelasnya. Kehadiran Yuki membuat Yoon jin penasaran.
Ia menoleh ke penjuru arah, barangkali wanita cantik dengan wajah datar yang selalu menyedekap kan tangan nya ada di sekitar.
Nihil ia tak menemukan nya. Samar-samar Yoon jin mendengar percakapan antara Valen dan Yuki.
"Terus ? berhasil ?"Tanya Valen antusias.
Yuki menggeleng lemah,ia merasa takut. Ia menceritakan kejadian yang ia lalui. Betapa kesal nya Valen ketika tahu rencana kedua nya gagal.
"Sial!! lo bego ya,gue salah suruh orang!!"Teriak Valen kesal
Wajahnya memerah ia tak habis pikir dengan Yuki,yang ternyata tak berguna baginya.
__ADS_1
'Kalau begini akhirnya nih orang aja yang gue racun,sialan!!' Valen membatin kesal.
"Tutup mulut lo!! jangan sampai orang lain tahu kalau gue yang punya ide,kalau sampai ada orang lain tahu. Lo yang jadi musuh gue, paham kan cantik."Menjambak rambut Yuki
"A-aw!! i--iya."Jawab Yuki meringis kesakitan.
"Huh!!"Valen berjalan cepat meninggalkan Yuki yang meringis kesakitan sembari memegangi kepala nya yang teramat nyeri.
Di balik gedung Yoon jin berpikir keras. Apa yang mereka lakukan. Yuki menangis tersedu-sedu,ia merasa frustasi,ia merasa di bodohi oleh Valen. Ia bingung harus bagaimana besok. Mau taruh di mana mukanya yang tertangkap basah ingin meracuni Yura dan teman--temanya. Ia merasa ini semua tak adil baginya. Ia hanya menyukai pria yang tak menyukainya.
Ia berusaha sabar melihat pria yang ia sukai dekat dengan wanita lain. Tapi semakin lama rasa sakit nya semakin tak terkendali. Akhirnya ia terbujuk rayuan jahat Valen,untuk memberi racun pada Yura.
Valen mengiming-imingi Yuki kalau berhasil meracuni Yura,tak ada lagi yang bisa menghalanginya dari pria yang ia dambakan.
Yuki mengelap air mata nya kasar.
Saat hendak berdiri, tiba-tiba seseorang mengulurkan tangannya ke arah Yuki.
Yuki terkejut,ia mendongak kan wajahnya menatap sang pemilik tangan.
__ADS_1