
...🌺 Assalamu'alaikum 🌺...
Di malam sepi, dengan langit malam yang tampak sangat gelap tanpa hiasan cahaya bintang yang berkelap-kelip. Hembusan angin malam yang menyejukkan badan, membuat Yura enggan membuka kaca jendelanya.
"Mendung ya."Tanya Yura pada dirinya sendiri.
Dilihatnya rumah Arin yang tepat berada di depan rumahnya.
"Eh, Kak Dhafir sudah makan malam belum ya ?."
"Gue enggak yakin kalau Kak Dhafir sudah makan."
"Kayanya gue harus ke sana,"Dengan cepat Yura
memakai hoodie hitam berlari keluar kamar menuju dapur. Yura memasukan semua makanan ke dalam rantang tidak lupa snack dan buah-buahan.
Sebelum pergi Yura meminta izin kepada Abi dan Umi yang langsung tak mengizinkan Yura keluar malam-malam.
"Enggak boleh,minta mang damar aja yang antarin makanan itu."Ucap Umi tegas membuat Yura tak bisa membantah.
Dengan wajah masam Yura kembali ke kamarnya.
Yura kembali menatap ke luar jendela, bingung harus berbuat apa.
Di lihatnya Fitri sedang belajar di kamarnya. Munculah ide yang tak pantas ia lakukan.
Yura segera mengambil rantangnya, berjalan mengendap-ngendap menuruni tangga. Sebisa mungkin ia melangkah kan kakinya tak mengeluarkan suara dengan hati yang terus waspada sembari menoleh ke kanan-kiri memastikan tak ada orang yang melihat aksinya.
Ketika ingin membuka pintu suara deheman terdengar tepat dari belakang tubuhnya.
"Ehem!!."
Yura tersentak dengan jantung yang berdetak heboh. Perlahan-lahan Yura menolehkan kepalanya.
"Mau ke mana ?."Kini giliran Abi yang memergoki Yura dengan wajah garang.
"Eh,Abi."Yura kikuk sembari nyengir kuda.
"Mau ke mana malam-malam begini,ngendap-ngendap kaya maling."Tanya Abi kembali.
"Abi Yura mau memberikan makan malam ini."
Jawab Yura takut-takut.
"Untuk Dhafir ?."Tanya Abi datar.
Yura mengangguk cepat merespon Abi.
"Ya sudah,sana."
"Eh, serius Abi izinin aku."
"Iya, tapi kamu sama siapa ?,Mang Komar dan Mang Damar sudah pulang karena ada acara keluarga,apa Abi aja yang anterin ?."
"Eh,jangan Abi,Yura sama Fitri saja."
"Ya sudah hati-hati di jalan."
__ADS_1
"Eh,Yura mau ke mana ?,Umi enggak mau ya kalau kamu mau keluar malam-malam begini."Ucap Umi tiba-tiba datang.
"Umi tenang aja,Yura sudah Abi ajarkan karate dulu,masa Umi lupa."Sahut Abi.
Umi terdiam namun raut wajahnya tampak khawatir tak rela mengizinkan Yura pergi malam-malam.
"Sebentar aja kok Umi, selesai ngantar makanan Yura langsung pulang."Ucap Yura meyakinkan.
"Ya sudah hati-hati."
"Iya Umi,Assalamu'alaikum,"Ucap Yura mencium punggung tangan Abi dan Umi bergantian.
Yura berlari menuju Rumah Fitri yang masih terbuka lebar.
"Assalamu'alaikum, Fitri!!!."Teriak Yura dari luar rumah.
"Masuk aja!!!!."Jawab Fitri dari dalam kamar.
Yura berlari menaiki tangga menuju kamar Fitri.
Brak!!!!,Yura membuka kasar pintu kamar Fitri membuat pemilik kamar tersentak.
"Woi!!!!,pintu baru nih."Kesal Fitri
"Maaf-maaf."Jawab Yura santai.
"Ngapain malam-malam begini kemari."Tanya Fitri.
"Anterin gue yuk,"pinta Yura sembari terduduk manis di atas kasur Fitri.
"Ke rumah Kak Dhafir."
Fitri tersentak langsung menghentikan aktivitas menulis nya.
"What!!!!, serius lo ngajakin gue malam-malam gelap begini ke rumah Kak Dhafir,"jawab Fitri sembari meletakkan telapak tangan nya pada kening mulus Yura.
"Enggak panas kok,suhu tubuh lo normal nih."
"Udah sana buruan ganti baju pakai hoodie,biar enggak kedinginan."
"Ih ko lo maksa sih."
"Oh,lo enggak mau nemenin gue,ya udah gue ajak Arin aja."
"Eh!!, iya--iya gue pakai hoodie dulu."
"Sip,gue tungguin nih."
Yura dan Fitri kini sedang menempuh perjalanan menggunakan motor matic milik Fitri bermerek Vario.
"Yur, harinya mendung nih."
"Iya,gue tahu, makanya gue nyuruh lo pakai hoodie."
Yura mengendarai motor Fitri dengan kecepatan sedang menembus gelapnya malam.
Malam yang mendung membuat jalanan serasa sepi tak berpenghuni. Padahal jarum jam yang setia melingkar di tangan Yura menunjukkan pukul 19.25.
__ADS_1
Tetesan air hujan mulai turun sedikit demi sedikit,air yang terbawa angin memasuki pelupuk mata Yura yang kini memicingkan matanya agar tetesan air hujan yang terasa tajam tak mengenai matanya.
"Yur, udah gerimis nih, singgah dulu yuk,di kafe depan."Saran Fitri.
"Ramai Fit, males gue, lanjut aja ya, tanggung nih."
"Ya gue sih terserah lo, lo kan supir nya."
Di kafe,Yoon jin sedang duduk menghangatkan tubuh nya yang terkena hujan.
Sorot matanya terus menatap orang-orang yang masih tetap melanjutkan perjalanannya meski di terpa hujan.
Yoon jin mengernyit kan dahinya ketika melihat salah satu pengendara motor yang tak asing baginya.
"Eh, itu bukannya Yura sama Fitri ya ?,mau kemana malam-malam begini."
Beberapa menit kemudian Yura dan Fitri berbalik arah menuju Kafe yang ia lewati sebelumnya.
"Eh,tu orang balik ke sini,basah kuyup lagi."Yoon jin berbicara sendiri.
"Kan udah gue bilang, tempat nya ramai,kalau kita ke sini tapi enggak dapat tempat duduk kan percuma."Kesal Yura pada Fitri yang sedari tadi membujuk nya untuk berteduh di kafe.
"Ih,sana ada tuh dua yang kosong,ke sana yuk jangan marah-marah mulu."Ucap Fitri menenangkan wajah kesal Yura.
Yoon jin yang mengenai pakaian serba hitam dengan topi hitam menutupi sebagian wajahnya membuat Yura dan Fitri tak mengenali sosok pria di sampingnya.
"Dingin Yur."Keluh Fitri
"Ya sama gue juga dingin."
"Kayanya masih mendingan lo deh,tadi lo kan sembunyi di balik tubuh gue." Sambung Yura.
"Iya sih."
"Udah deh,pesan kopi sana."Saran Yura
"Bentar gue pesan dulu,"ucap Fitri ingin bangkit dari duduknya.
Tiba-tiba pria bertopi hitam menyodorkan dua kopi pada Yura dan Fitri yang membuat keduanya bingung dengan sosok pria di hadapannya.
Namun tangan keduanya tetap mengambil kopi yang di berikan pria asing.
"Nih jaket buat lo." Pria bertopi hitam menyerahkan jaketnya pada Yura yang memasang wajah datar namun hatinya terus bertanya-tanya siapa pria asing di depannya.
"Ambil aja ini gue Yoon jin."Yoon jin melepaskan topinya langsung meletakkan jaketnya ke pundak Yura tanpa menyentuhnya sedikit pun.
"Terimakasih,"ucap Yura segera memindahkan jaketnya pada Fitri yang tampak nya lebih kedinginan di bandingkan tubuh nya.
"Pakai aja yang itu, gue ada dua jaket." Yoon jin menyerahkan jaket tebal berwarna abu-abu.
"Lo jualan jaket ya, banyak amat."Ucap Yura datar segera mengenakan jaket yang Yoon jin berikan.
Yoon jin tak mau kalah dengan ekspresi datar Yura,ia juga memasang ekspresi datar pada wajah tampan nya.
"Bisa enggak sih wajah lo berdua jangan sama--sama datar kaya begitu,enek gue yang lihat."Oceh Fitri.
"Jangan di lihat!!!!."Jawab Yura dan Yoon jin bersamaan langsung membuat Fitri diam seribu bahasa dengan gabungan dua wajah datar di hadapannya.
__ADS_1