
🌺 Assalamu'alaikum 🌺
"Waalaikumsalam!"jawab penghuni teras serempak. Mata kecil yang tak punya lipatan mata itu terus memandang wajah ayu di hadapannya dengan senyum tipis. Bukannya tak tahu kalau memandangi wajah yang bukan mahram itu dosa. Sungguh wajah wanita blasteran Jepang itu membuat siapa saja yang menatapnya enggan berpaling.
Yura mengalihkan pandangannya merasa malu. Jantung yang terus berdebar saat melihat wajah Yoon jin membuat nya semakin enggan menatap Yoon jin. Entah sejak kapan Yura merasa degup jantung yang terus berdebar. Ia pun tak tahu. Hanya Allah yang tahu.
"Lagi pada ngapain nih ?"Rachel masuk kedalam lingkaran perkumpulan Yoon so.
Alis tebal dengan rahang kuat itu benar-benar membuat candu mata yang memandang nya.
Dengan gigi rapinya ia menggigit buah jambu yang masih setengah matang.
Kruk!
"Akh ! gigi gue !"Rachel meringis menahan sakit pada giginya.
"Lo makannya pelan-pelan, emang mau kalau gigi lo copot ?" Mode julid Fitri kembali on walau tak ada yang menekan tombol on itu.
Yura menyodorkan beberapa jambu biji yang yang berwarna sedikit menguning pada Yoon jin agar gigi nya tak ikut-ikutan sakit seperti Rachel. Senyum tipis itu kembali menghiasi wajah datar Yoon jin saat tangannya menyambut kedatangan jambu biji dari tangan mungil berjari-jari lentik. Walau sang pemilik jari tak menampilkan senyum di wajahnya. Hati Yoon jin merasakan sensasi yang wah..siapa saja pasti pernah merasakan sensasi yang Yoon jin rasakan saat kasmaran.
"Thanks."Yoon jin kembali berwajah datar,di rasanya sudah cukup ia terus tersenyum dan tak di balas oleh Yura. Bukan nya sombong, tapi memang begitulah si kutub Utara.
"Habis dari mana ?" Yoon so bertanya dengan bibir pink alami nya yang kadang membuat nya insecure dengan warna bibir nya yang cerah itu.
"Dari klub teater," jawab Rachel singkat dengan mulut yang terus mengunyah.
Jawaban Rachel berhasil menarik perhatian semua yang ada di lingkaran itu. Semakin banyak pertanyaan yang di lemparkan, apalagi Fitri yang memang kepo kelas akut.
__ADS_1
"Ntar pentas seni buat perpisahan. Kelas Yoon jin mau drama."
"Kok lo bareng sama Oppa ?"
"Gue di ajak sama Deha."
"Gimana tadi lancar ?" Yura ikut nimbrung.
"Lancar lah banyak yang rebutan mau main peran bareng Yoon jin."
Sorot mata langsung tertuju pada Yoon jin.
"Wajar sih,Oppa kan ganteng." Dengan senyum genit Fitri berujar.
"Jadi gimana ? Hyung main peran dengan cewek ?" Yoon so bertanya dengan wajah polos.
Yoon jin mengedikkan bahunya merespon Yoon so.
"Ntar aja lo lihat," Rachel tersenyum penuh arti dengan mulut yang tak henti-hentinya mengunyah.
"Duh capek juga nih rahang ngunyah mulu."Rachel melempar sebongkah biji jambu ke sembarang arah entah kemana.
"Kenapa enggak ajak gue aja buat drama."
Bibir yang sekian lama terbungkam berujar dengan nada santai namun tak di dukung dengan ekspresi datar nya.
"Emang lo mau ikut drama ?" Yoon jin menaikan sebelah alisnya.
__ADS_1
"Enggak," Yura berujar santai tanpa beban mengedikkan bahunya.
"Enggak usah nawarin kalau enggak mau !"Yoon jin di buat kesal dengan tingkah Yura yang tak bisa di tebak. Mungkin karena Yura suka main tebak-tebakan membuat ia jago membuat sifat dan tingkah laku nya tak bisa di tebak.
"Ntar tontonin kita pentas."
"Pasti ! tenang aja,aman pokoknya."Fitri berujar seakan ia akan pasti datang dan tak akan mengecewakan.
"By the way,ntar lo lanjut kuliah di mana ?"
Pertanyaan yang sulit untuk di jawab oleh para siswa-siswi yang akan lulus SMA. Bukannya tak punya tujuan. Hanya saja banyak yang perlu di pertimbangkan untuk melanjutkan langkah selanjutnya dengan hati-hati. Agar tak salah memilih jalan.
"Mau kemana ?"Yura merasa penasaran mengulang pertanyaan Arin.
"Enggak tahu,yang pasti gue enggak di sini lagi."
Yura beralih pada Yoon so barangkali adik angkatnya itu tahu kemana tujuan Yoon jin selanjutnya.
"Hyung mau lamar Yura katanya."
Deg !!
Bak tersengat listrik semua mata seketika terbuka lebar. Begitu juga dengan Yoon jin. Ia tak menyangka Yoon so mengatakan nya dengan wajah santai tak berdosa. Mata kecil yang tak sipit itu langsung tertuju pada Yura.
Di lihatnya nya Yura menutup mulut nya yang tak menganga lebar seperti dua sahabatnya dan Rachel yang bahkan menganga lebih lebar dari para ciwi-ciwi.
"Yoon so gila." Yoon jin berusaha menetralkan wajahnya tampan yang bersemu merah menahan malu.
__ADS_1
Tiba-tiba saja atmosfer di lingkaran kecil itu terasa berbeda. Hanya dengan kalimat singkat yang keluar dari mulut Yoon so.