
🌺 Assalamu'alaikum 🌺
Seiring berjalannya waktu, perlahan namun pasti semua akan mengalami perubahan. Tanpa kita sadari orang-orang di sekitar kita menjadi pribadi yang berbeda dari sebelumnya. Begitu juga dengan Yura dan Yoon jin. Yang perlahan saling terbuka. Yoon jin sering mampir ke kelas Yura untuk memberikan kue buatan nya. Sekalian untuk adik angkatnya Yoon so.
Tak seperti dahulu,Yoon jin terang-terangan menyatakan kalau ia membuat kue khusus untuk Yura yang doyan makan. Yura yang dulu nya sedikit jual mahal saat di beri kue, sekarang ia mengharapkan kue gratis dari Yoon jin setiap pagi.
Arin dan Fitri ikut menikmati roti yang Yoon jin bawakan untuk Yura. Saat Yura tak ingin berbagi. Mereka berdua beralih pada Yoon so yang tak pernah enggan membagikan kue nya.
Jam hitam di pergelangan tangan Yura menunjukkan pukul 06.45. Yura berdiri di ambang pintu, lebih tepatnya bersandar tepat di pintu nya. Tak lama berselang Yoon so datang dengan paper bag di tangan nya.
Dengan senyum manis sebagai semangat pagi,Yoon so menyapa Yura.
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam."
Yura melirik ke belakang Yoon so berharap orang yang di tunggu nya ada di belakang Yoon so.
"Yura ayo masuk ada kue nih,yuk sarapan bareng."Ajak Yoon so kembali tersenyum.
Yura ikut masuk kedalam kelas sambil sesekali menoleh ke belakang. Yoon so meletakkan tasnya di kursi langsung mengeluarkan kue dari paper bag yang tergeletak di atas meja.
"Ayo makan,"ajak Yoon so semangat sambil memakan kue bolu.
Yura mengangguk, namun netra nya terus menatap ke arah pintu.
"Buruan di makan !"Ujar Arin semangat
"Tahu nih masih hangat entar keburu dingin."Fitri ikut mengoceh.
__ADS_1
Yura mengambil sepotong kue cake ubi ungu di depannya. Gelagat Yura yang tak biasa mengundang tanda tanya pada dua sahabatnya dan Yoon so. Bukan Fitri namanya jika kekepoannya tak terjawab.
Dengan mulut penuh kue ia bertanya pada Yura."Heh low kenawpa siwh ? dawri tadi nol--"( Heh lo kenapa sih ?)
"Telan woi ! baru ngomong !"Kesal Arin dengan ocehan Fitri.
"Yoon so."
"Hmm."Respon Yoon so cepat tatkala namanya di sebut pujaan hati nya.
"Hmm..."
"Why ?"
"Yoon jin kemana ? kok bukan dia yang ngantarin kue nya."Ujar Yura sedikit malu, setelah terang-terangan menanyakan Yoon jin.
"Uohook !! uhuukk uhuuk!!
Yoon so tertengun tak percaya, begitu juga dengan Arin dan Fitri. Bagi mereka Yura bukan lah tipe orang yang mau tahu urusan orang lain. Apalagi laki-laki bagi mereka ini hak yang langka.
"Kamu maunya Yoon jin yang ngantarin kue ?"Tanya Yoon so balik. Entah kenapa dadanya serasa sesak saat Yura menanyakan Yoon jin.
"Ya.... penasaran aja,salah ?"Jawab Yura kembali mengunyah kue.
"Jiakh,Yura kangen nih sama Jin Oppa."Goda Fitri mendorong lengan Yura.
Yoon so diam tak menjawab Yura. Ia kembali melanjutkan kegiatan sarapan nya. Wajah nya terlihat lesu tak bersemangat. Arin yang paham dengan raut wajah Yoon so menghentikan guyonan Fitri,ia takut wajah hati kecil Yoon so terluka dengan guyonan Fitri.
Kue yang tadinya memenuhi meja Yoon so dan Yura habis tak bersisa. Yoon so mengemas sampah kue dan berjalan menuju tempat sampah di depan kelasnya.
__ADS_1
Saat itu juga Yoon jin tiba di depan kelas.
"Kue nya habis ?"
Yoon so mengangguk merespon Yoon jin.
"Katanya mau try out."
"Iya tapi kan belum bel. Yura mau makan kue nya ?"Tanya Yoon jin antusias.
"Dia nunggu Jin hyung tadi."Ucap Yoon so sambil berjalan masuk ke dalam kelas.
Sudut bibir Yoon jin terangkat. Meski tak percaya,ada sensasi yang berbeda di dadanya. Perlahan ia melangkah kan kakinya menuju kelas Yura. Netra nya langsung lurus menatap Yura yang tanpa sengaja menatap nya. wajah Yura tampak berseri,saat Yoon jin tersenyum tipis ke arah nya.
Yura refleks berdiri dari duduknya. Ia berjalan menghampiri Yoon jin dengan langkah cepat dengan senyum tipis.
Saat jarak keduanya cukup dekat, Yura menlangkah mundur.
"Apa-apaan gue,kok gue senang Yoon Jin datang. Mana pakai senyum lagi." Yura membatin bingung sambil menunduk malu.
"Kenapa ? biasanya lo diam aja pas gue datang. Kok sekarang lo berlari ke arah gue."Ujar Yoon jin dengan senyum tipis yang terus terukir.
Yura mengerutkkan dahi nya,ia kesal dengan ucapan Yoon jin. "Apaan sih lo. Gue tuh sebenernya mau...hmm...mau.."
"Mau apa ?"Tanya Yoon jin tak sabar.
"Mau kue lagi nah iya kue ! masih ada ?"
"Mau kue nya atau orang yang buat kue nya ? Goda Yoon jin dengan nada kaku.
__ADS_1
"Hah !!" Yura terperanjat tak percaya dengan kata-kata Yoon jin. Jujur saja ia benar-benar tak percaya dengan perilaku Yoon jin saat ini.
Untung saja kelas saat itu masih sepi. Tak banyak saksi yang melihat dan mendengar sikap dan percakapan antara dua orang yang di juluk sebagai North pole couple.