
...🌺 Assalamualaikum 🌺...
...{Welcome to my novel, terimakasih sudah memilih novel ini untuk di baca. Semoga suka dengan cerita nya. Ini novel pertama, banyak kesalahan dalam setiap kata maupun kalimat.}...
...Harap di maklumi❤️....
Sekian lama menunggu namun tamu yang di tunggu tak kunjung datang, semangat makan yang membara kini perlahan hilang,meski mustahil untuk seorang putri makan.
Umi yang menyadari kegelisahan Yura yang tergambar jelas, membuat Umi ikut gelisah meski tak tahu apa yang di gelisah kan putri semata wayangnya itu.
"Kamu kenapa wajahnya lesu begitu?."Tanya Umi.
"Kalau lama gini entar selera makan Yura keburu hilang,ihh."Kesal Yura memanyunkan bibirnya.
"Ooo,jadi putri kutub Abi mau makan bareng teman,dan enggak ngajak Abinya."
"Kalau enggak makan mah,mana mau Yura diajak keluar."Ledek Umi.
"Makan apa sih nak."Tanya Umi lembut.
"Banyak mi,pokoknya makanan yang lagi trend,"
"Emang punya duit."Ledek Abi.
"Ditraktir lah."
"Udah Abi duga sih,mana mau putri mager keluar kalau enggak makan--makanan gratis."Ledek Abi terkekeh.
"Abi mah, kalau ngomong suka bener."Kesal Yura.
*Ting tong.*
Bel rumah Yura berbunyi, membuat Bik Yuni berlari cepat ke arah pintu.
"Dek Yura,di depan ada cowok tinggi,putih,kaya artis, cari dek Yura sambil gendong anak kecil."Jelas Bik Yuni.
"Anak kecil ?,"Yura mengangkat sebelah alisnya bingung.
Abi segera berjalan menuju ruang tamu,Yura dan Umi menyusul dari belakang.
"Duduk ya Myung shik."Ucap Yoon jin berusaha menangkap anak kecil agar duduk tenang di pangkuannya.
"Assalamu'alaikum."Salam Abi,dengan sigap Yoon jin berdiri dari duduknya berjalan menyalami punggung tangan Abi Yushiko.
"Waalaikumsalam."
"Salam dulu Myung Shik."Sambung Yoon jin.
__ADS_1
"Wah tamu ganteng nambah lagi,siapa ini ?."Tanya Umi Yahra mengelus lembut kepala Myung Shik.
"Usik Ahjumma."(bibi dalam bahasa Korea).
"Aaa, namanya Usik."Sahut Umi sambil terkekeh.
Yura ikut duduk disamping Umi dengan tatapan wajah bingung melihat anak kecil yang ikut bersama Yoon jin.
"Yura,ini teman yang mau keluar sama kamu ?."Tanya Abi serius.
"Iya bi."
"Iya om,saya minta izin mau makan di restoran sama Yura,tapi kita tidak hanya berdua,saya sudah bawa ponakan saya Myung Shik."Jelas Yoon jin.
"Jadi Myung Shik di ajak untuk nemenin kalian makan di restoran ?."Tanya Umi.
"Iya,bik."
Abi dan Umi bertatapan sekian detik menahan tawa yang sudah tak sanggup di bendung.
"Yura juga bawa anak tetangga buat nemenin kalian makan,ko bisa kompakan bawa anak kecil." Ledek Abi sambil tertawa keras bersama Umi.
Yura menampilkan wajah datar mendengar ledekan kedua orang tuanya.
"Nanti kalian di sangka.."Ucap Umi tak melanjutkan kalimatnya menahan tawa.
"Ya udah karena kalian udah ada pawangnya, dua adik kecik ini,Abi akan izin kan."
"Ada syaratnya,ini jalan yang pertama dan terakhir kali kalian berdua makan,kalau tidak ada hal yang penting tidak ada izin dari Abi. Pulang sebelum Maghrib." Tegas Abi mengakhiri kalimatnya.
Yoon jin menelan kasar salivanya, ketika tahu Abi Yura akan mengizinkannya. Awalnya ia ragu untuk meminta izin, tapi jiwa gentleman nya lebih dominan ia tetap meminta izin meski jantungnya berdetak heboh.
"Iya,bi mau oleh--oleh apa ?."Tanya Yura.
"Takoyaki aja kalau ada."
"Bibimbap."Timpal Umi
"Iya om,bibi InsyaAllah."Jawab Yoon jin.
"Ya udah sana berangkat nanti keburu magrib,kalau enggak jadi makan entar si Yura ngamuk." Ledek Abi.
"Ih Abi pengertian banget."Kesal Yura.
...****************...
Di dalam mobil tak ada pembicaraan sepatah katapun yang keluar dari mulut dua manusia kutub yang berada dalam satu mobil.
__ADS_1
Suara candaan dua anak balita beda usia yang meramaikan suasana membuat rasa canggung kedua kutub sedikit memudar. Apa jadinya jika dua kutub ini tidak membawa dua pawang kecil.
Menempuh perjalanan sekitar lima belas menit,kini mereka telah sampai di depan restoran mewah bernuansa korea.
Sudah bisa di tebak siapa pemilik restoran ini.
Yura segera membuka pintu mobil sambil menuntun kedua balita imut keluar dari dalam mobil.
Yoon jin langsung menggemgam erat tangan Myung Shik. Di ikuti dengan Yura yang menggemgam erat tangan Faaiza.
Mereka masuk kedalan restoran bernuansa sakura dengan meja,kursi tersusun rapi disertai hiasan aestetich membuat mata tak sempat berkedip.
Yura menoleh ke kanan dan ke kiri tak juga ia temukan pengunjung dalam restoran mewah dengan berbagai hiasan indah yang memanjakan mata.
"Kenapa enggak ada pengunjung ?."Tanya Yura datar sembari terduduk.
"Aku sewa." Jawab Yoon jin datar.
Yura membulatkan matanya tak percaya akan pernyataan yang di ucapkan oleh manusia kutub di depannya.
"Ini punya bapak gue, makanannya udah pada habis, berhubung gue mau traktirin lo,jadi gue minta izin sama bapak gue kalau hari ini buka nya sampai makanannya habis aja."Jelas Yoon jin panjang lebar.
"Gue curiga,gimana lo bujukin bapak lo,sampe dia ngizinin restoran nya tutup,padahal kalau dilihat-lihat restoran ini pasti laris banget."
"Ya gue bilang mau traktir teman, sebagai permintaan maaf,karena gue udah bikin dia badmood".
'Ni orang salah apa sih sama gue.'Yura membatin.
"Gue tahu lo banyak banget salah sama gue sampai--sampai gue enggak tahu lo minta maaf masalah yang mana sama gue."Ucap Yura datar.
"Di vila."Jawab.Yoon jin tak kalah datar.
"Gue tahu lo udah buat masalah ratusan kali di vila, tapi yang mana."
"Duduk aja lo di sini gue mau ambil makanan dulu."
"Yah, karena lo udah mau traktirin gue maafin semua kesalahan lo kalau nanti gue udah kenyang."
Yoon jin hanya mengangkat sebelah alisnya merespon Yura yang sudah tak menantapnya lagi.
Sedangkan dua pawang kecil sudah sibuk bermain bersama. Meski di temani dua pawang kecil,tetap saja ada rasa canggung yang menyelimuti dua manusia kutub yang tengah diam bingung mau bicara apa.
"Ma,Iza lapar."
"Ma,Usik lapar."Rengek Myung Shik yang ikut memanggil Yura dengan sebutan mama.
"Appa,(Ayah dalam bahasa Korea). Usik mau makan bibimbap,"rengek Myung shik pada Yoon jin sembari menarik-narik jari tangan panjang milik Yoon jin.
__ADS_1
Sontak Yoon jin dan Yura terkejut bersamaan dengan nama panggilan dari dua anak kecil beda usia yang duduk tepat didepan Yura.
Jangan lupa tinggalkan jejak kedatangan kalian berupa like, dan komen mungkin ❤️sebagai dukungan untuk author.❤️❤️❤️