
Lama tak ada pembicaraan antara mereka bertiga yang sama-sama menikmati hujan malam.
"Lo pada ngapain malam-malam begini keluar,hujan lagi ?."Tanya Yoon jin datar.
"Lo tahu juga enggak ada manfaatnya."
"Tinggal jawab aja, susah amat."
"Karena enggak ada manfaatnya buat lo,dan enggak ngaruh kehidupan lo juga ya udah, ribet amat jadi cowok."Jawab Yura tak kalah datar.
Yoon jin kesal dengan jawaban Yura,yang berbelit-belit.
"Kalian mau ke mana Fit ?."Yoon jin bertanya lembut pada Fitri.
Ragu ingin menjawab Fitri menatap wajah Yura yang tak bersahabat.
"Hmm,Jin oppa,maaf ya Fitri enggak bisa jawab."
Yoon jin mengangguk mengiyakan ucapan Fitri.
Cukup lama menunggu hujan yang tak kunjung reda. Baju basah kuyup yang menempel pada tubuh Yura dan Fitri kini mulai melembab.
"Udah reda,ayo jalan lagi."Ajak Yura
"Ini udah di bayar kan Oppa ?."Tanya Fitri.
Sekian lama mengendarai motor kini Fitri dan Yura tiba di kediaman Dhafir yang teras nya gelap tanpa penerangan.
Berulang kali Fitri mengetuk pintu namun penghuni rumah tak kunjung keluar.
"Yura,kak Dhafir enggak keluar,apa dia sudah bobok manis ya."Ucap Fitri.
"Biar gue coba ya."
Baru satu ketukan pintu yang tadi tertutup rapat kini sudah terbuka lebar dengan senyum manis dari Dhafir.
"Waalaikumsalam."
"Kak Dhafir sudah makan ?."Tanya Yura cepat.
"Eh."Dhafir bingung mau jawab apa pada Yura yang baru datang dan langsung bertanya sudah makan atau belum.
"Ak-aku sudah makan mie instan."
"Kak kami masuk ya ."Pinta Fitri.
"Ooh, i--iya silahkan."
Sebelum mereka masuk ke dalam, sorot lampu motor yang menyilaukan mata berhenti di depan kediaman Dhafir.
Pria tinggi berjaket hitam dengan ciri khas nya turun dari motornya. Siapa lagi kalau bukan Yoon jin pemilik wajah datar.
"Ternyata kalian datang kemari."Ucap Yoon jin.
"Lo ngapain ke sini."Tanya Yura datar.
"Enggak ada manfaatnya untuk lo." Ucap Yoon jin mengulangi kalimat yang Yura ucapkan di kafe tadi.
__ADS_1
"Dasar tukang jiplak."Kesal Yura.
"Apa!!!!,lo bilang apa barusan,kurang jelas."Ucap Yoon jin sembari tersenyum jahil.
"Lo gila!!!!,"teriak Yura kesal segera mendorong kursi roda Dhafir masuk ke dalam.
Dhafir terpaku melihat keakraban Yura dan Yoon jin.
"Gue ada bawa makanan,jangan lupa di makan."Ucap Yura meletakkan rantangnya di meja makan Dhafir.
"Gue pamit pulang dulu kak."
"Lo langsung pulang ?."Tanya Yoon jin yang baru selesai menyusun makanan diatas meja makan.
"Hmm."Jawab Yura singkat.
"Masih dingin Yur,baru juga kita sampai,masa langsung pulang."
"Duduk dulu dong yur."Sambung Fitri.
"Enggak,gue udah janji selesai ngantar makanan langsung pulang."
"Sebaiknya lo berdua pulang sekarang sebelum larut."Ucap Yoon jin.
"Iya deh,ayo kita pulang."Jawab Fitri.
"Kita pamit kak, Assalamu'alaikum."Ucap Fitri.
"Waalaikumsalam, hati-hati di jalan, terimakasih banyak Yura,Fitri dan Yoon jin."Sahut Dhafir tersenyum senang.
Kini Yura, Fitri dan Yoon jin sudah tak terlihat lagi, Dhafir kembali merasa kesepian.
Dhafir membatin senang dengan kedatangan Yura dan teman--temanya.
......................
Di sekolah Turnagara siswa-siswi tengah sibuk dengan upacara ulang tahun sekolah yang di hadiri seratus siswa-siswi SMA Yubesgara dan Darmagara.
Sekian menit berdiri tegak mengikuti upacara,kini semua siswa-siswi sedang duduk-duduk santai di lorong sekolah.
Yura dan teman--temanya sedang menelusuri lorong sekolah yang di padati siswa-siswi.
Dari kejauhan tampak pria yang asing bagi Yura. Ia jalan berlawanan arah dengan Yura.
Ketika jarak keduanya semakin dekat pria asing yang tak lain adalah Lee wei,pria bermotor gede penghalang jalan.
"Hai,kita bertemu lagi."Sapa Lee wei ramah pada Yura yang tetap datar tanpa ekspresi.
"Kya!!!,itu cogan yang kemarin Fit."Arin teriak histeris melihat wajah tampan Lee wei.
"Bukan main ganteng nya!!!."Fitri ikut histeris.
"Nih cewek jelalatan banget ya,lihat yang bening aja, langsung."Kesal Rachel.
"Sirik ya,gue tetap sama lo ko Rachel, tenang aja."Ucap Arin santai.
"Lo masih ingat gue kan ?."Tanya Lee wei percaya diri dengan senyum manis penakluk hati.
__ADS_1
"Enggak tuh."Jawab Yura datar bersedekap dada berlalu pergi meninggalkan Lee wei yang mematung tak berekspresi.
Tindakan Lee wei tak lepas dari pandangan Vika adik angkatnya.
"Lo gagal dapat cewek sok cantik itu."Ucap Vika tiba-tiba datang.
"Berisik lo!!!."Teriak Lee wei kesal berlalu meninggalkan Vika.
"Dih,dia yang di tolak, marahnya ke gue."Oceh Vika kesal.
...................
"Yura kamu keren banget."Puji Yoon so tersenyum manis.
"Keren apanya ?."Tanya Yura datar.
"Kamu kan selalu keren di mata aku."Puji Yoon so kembali.
"Aaa,Yura lo enggak ada rasa gimana gitu di dekattin Lee wei."Tanya Fitri.
"Di dekattin gimana sih ?, kenal aja enggak"Tanya Yura bingung.
"Jangan bilang lo lupa sama Lee wei ?."Tanya Fitri heboh.
"Enggak habis pikir gue sama lo Yura-Yura."Ucap Arin memegangi kepalanya yang tak pusing.
"Eh ko dia ada si sini ?."Tanya Fitri.
"Dia siswa Yubesgara."Jawab Rachel santai.
"Pantasan keren banget."
"Anak-anak Darmagara juga enggak kalah ganteng."Sahut Arin.
"Kayak seleb,oh my god!!!!."Histeris Arin dan Fitri bersamaan.
"Lomba nya kapan sih,gue enggak sabar mau nonton Lee wei tanding sama Yoon so."
"Semangattin aku ya Yura."Pinta Yoon so sembari tersenyum manis.
"Iya."
"Teriaknya yang keras ya biar aku semangat."
"Iya."
"Nanti nama aku ucapin nya yang keras."
"Iya."
"Udah ah,Yoon so,si Yura mah iya--iya doang, palingan kita yang di suruh teriak--teriak enggak jelas."Oceh Arin.
"Ooh, itu sudah pasti."Jawab Yura santai tanpa beban hidup.
.
.
__ADS_1
. Assalamu'alaikum,maaf baru bisa up 😁,
Love u all❤️