
🌺 Assalamu'alaikum 🌺
Beberapa menit menunggu, Yoon jin datang dengan termos mini di tangan nya. Yoon jin mempercepat langkahnya menghampiri Yura.
Yoon jin mengambil alih mie cup di tangan Yura. Menuang perlahan air yang mengeluarkan asap panas dari dalam tremos.
"Ini juga sekalian ?"Tanya Yoon jin memegang satu cup mie yang masih belum di buka.
"Sebenarnya satu aja enggak cukup buat gue,tapi karena gue makanannya bareng lo,itu untuk lo aja."Ucap Yura memutar-mutar garpu.
"Gue juga sebenarnya enggak suka makan mie,tapi karena enggak boleh nolak rejeki ya udah gue makan aja." Ucap Yoon jin meniru gaya bicara Yura.
Yura menatap kesal wajah Yoon jin yang meniru gaya bicara nya.
Syrrruupp!! suara yang berasal dari mulut Yura saat menyeruput mie membuat telinga Yoon jin merasa jengah. Yura acuh tak acuh dengan tatapan kesal dari Yoon jin.
Kratak!! Cess!! Yoon jin membuka kasar tutup kaleng minuman bersoda miliknya. Wajah Yoon jin acuh tak acuh saat mendapati tatapan tajam dari Yura.
Glek-glek-glek!!!,Yoon jin sengaja mengeraskan suara saat meneguk minumannya. Ia merasa Yura sengaja makan mie dengan suara keras. Ia memang risih dengan suara yang di buat-buat ketika makan.
"Santai bro entar keselek air lo."
Benar saja Yoon jin langsung tersedak mendengar penuturan Yura. "Ohok--ohokk!!!"
"Nah kan kesekek air lo."
__ADS_1
"Habisnya lo ada-ada aja,mana ada orang keselek air," ucap Yoon jin mengelap sisa-sisa air di sekitar bibir nya.
Yura menaikan alisnya,"Siapa bilang enggak ada, barusan kok buktinya."
Yoon jin tersadar,apa yang Yura katakan barusan membuat nya tak bisa berkata-kata lagi.
Yoon jin menatap ke sembarang arah menahan malu. "Hmm,lo kenapa pagi-pagi makan mie pedas."
"Suka aja."
"Mie kan enggak baik buat kesehatan,mana tadi mie nya pedas banget. Perut gue sampai panas nih. Wajah lo biasa-biasa aja habis makan mie setan. Enggak kepanasan ?"
"Enggak tuh,gue mah udah biasa makan mie pedas begini. Lo juga kenapa pagi-pagi gini minum minuman bersoda ?"
"Ya gue suka aja, tapi gue enggak pernah pagi-pagi gini minum minuman bersoda."
"Ngebalikin mood aja." Jawan Yoon jin menatap lurus pemandangan di depan nya.
"Sama gue juga ngebalikin mood."
Keduanya kembali berdiam-diaman menatap pemandangan di depan. Sesaat kedua nya lupa kalau mereka sedang tidak akur. Suasana serasa senggang, pertengkaran semalam tiba-tiba muncul dalam pikiran Yoon jin.
"Hmm,Yura..."
Yoon jin berbicara tanpa menatap Yura. Bukannya tak sopan. Hanya saja ia berusaha menjaga pandangannya. Yura diam sedikit melirik Yoon jin.
__ADS_1
"Soal semalam..gue enggak ada maksud marah-marah enggak jelas. Gu--gue minta maaf,l-lo mau kan maafin gue." Ucap Yoon jin berhasil menyelesaikan ucapan nya.
"Gue maafin lo juga maafin gue,udah ninggalin lo semalam kayak bocil."
Yoon jin mengangguk kan kepalanya.
"Jadi sekarang kita akur lagi."
Yura mengangguk kan kepala dengan senyum tipis andalannya.
Tiba-tiba saja perut Yoon jin kepanasan. Yoon jin merasa kalau ia harus memenuhi panggilan alam.
Untung nya Yoon jin masih sanggup menahan nya.
"Duh, perut gue sakit nih, gu--gue ke toilet dulu."Pamit Yoon jin berlari tergopoh-gopoh mengusap-usap perutnya.
"Ya udah buruan sana ke toilet!"Desak Yura
Yoon jin berlari tergopoh-gopoh meninggalkan Yura yang tersenyum lebar menatap Yoon jin.
.
.
.
__ADS_1
Hai-hai hai, Author kembali lagi nih, author benar-benar ngerasa bersalah nih udah lama banget enggak up di cerita nya si Yura.
Author jadi ngerasa gimana gitu mau lanjutin ceritanya. Intinya terimakasih banyak atas author-author lain dan para readers yang selalu dukung Author ❤️. Sukses selalu untuk kita semua ya🙏