
...🌺 Assalamualaikum 🌺...
...{Welcome to my novel, terimakasih sudah memilih novel ini untuk di baca. Semoga suka dengan cerita nya. Ini novel pertama, banyak kesalahan dalam setiap kata maupun kalimat.}...
...Harap di maklumi....
...Mohon dukungan nya❤️...
Matahari dan bulan silih berganti menempati posisinya. Tidak terasa hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Yoon so masih sibuk mengemas barang--barangnya untuk weekend di Vila bersama teman--teman dan perenggut hatinya.
Dikamar Yoon jin,ia juga tidak kalah sibuk dengan adik angkatnya. Ia mengemas barang--barang dengan semangat empat lima yang berkobar-kobar.
Ia langsung mengiyakan ajakan Yoon so ketika tahu Yura ikut berpartisipasi.
Dikamar Yura ia hanya mengenakan make up super tipis, wajahnya yang sudah cantik dari lahir tak perlu polesan make up tebal.
Arin dan Fitri sudah selesai bersiap--siap, mereka langsung menuju rumah Yura.
"Yur ! udah gue panasin motor lo,"ucap Arin yang sudah berada dikamar Yura.
"Thanks,"jawabnya singkat sambil memainkan ponsel.
"Yura, teman--teman kamu sudah pada datang."Teriak Umi dari taman belakang.
"wih gila Jin oppa ganteng banget. Kagum Fitri.
Arin dan Fitri menoleh ke arah Yura yang juga sedang menatap tiga pria yang terlihat sangat tampan dengan fashion khas mereka.
"Apa ?"Tanya Yura datar dengan tatapan mengintimidasi dari Arin dan Fitri.
Yura berjalan mendahului kedua sahabatnya.
"Yura,"panggil Abinya yang melihat Yura berdiri mematung diatas tangga.
Yura menuruni tangga disusul Arin dan Fitri.
Yura duduk disamping Abinya. Menatap sekilas wajah Yoon so tersenyum tipis kearah nya.
.
"Sebelum berangkat Abi ada pesan untuk kalian semua."
"Kalian jangan panggil Abi, panggilnya Om,kan saya bukan Bapak kalian."Lanjut Abi Yura.
"Disini semuanya beragama Islam ?"Tanya Abi.
__ADS_1
"Saya kristen Om."Sahut Yuki.
"Oh tidak apa--apa ya,Abi mau berbagi ilmu kepada para pemuda--pemudi disini."
"Iya om."
"Kita sebagai pemuda--pemudi muslim,wajib menjalankan perintah Allah Subhanahu wa ta'ala tanpa terkecuali. Termasuk juga dilarang nya bersentuhan antara laki--laki dan Wanita.
Di antara dalil yang dijadikan dasar tidak bolehnya berjabat tangan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram adalah firman Allah swt,
"Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita [QS. an-Nur [24]: 31].
Ayat ini menjelaskan seorang muslimah harus menjaga dirinya dengan tidak memperlihatkan auratnya. Aurat wanita adalah seluruh bagian tubuhnya kecuali telapak tangan dan wajahnya,ia hanya boleh menampakkannya kepada mahramnya, budak-budak yang ia miliki, pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita, dan anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.
Jika dibolehkan untuk menampakkan auratnya itu hanya kepada mereka yang telah disebutkan dalam ayat itu maka berarti kebolehan berjabat tangan juga hanya dengan mereka.
Ayat ini berbicara mengenai aurat dispesifikasikan dengan hadis Nabi saw, di antaranya,.
Dari Aisyah r.a. (diriwayatkan), ia mengatakan, Nabi saw membaiat wanita cukup dengan lisan (tidak berjabat tangan) dengan ayat ini, “untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun …“ sampai akhir (QS. al-Mumtahanah 12).
Aisyah berkata, tangan Rasulullah saw sama sekali tidak pernah menyentuh wanita selain wanita yang beliau miliki (istrinya) [HR. al-Bukhari, No: 6674, dalam bab Ba’iat Wanit
Terdapat pula hadis lain sebagai berikut,
"Jadi karena kalian berangkat nya berbaur,ada laki--laki dan perempuan maka Abi ingatkan untuk menjaga jarak minimal lima meter."Tegas Abi.
"Saling menjaga satu sama lain."ucap Abi kembali.
"Iya om/Abi."
"Terimakasih atas nasehatnya om kami pamit berangkat dulu."Pamit Yoon jin ramah.
'Bisa ramah juga tuh kutub.'Batin Yura.
"Umi percaya sama Yura dan teman--temanya, InsyaAllah semuanya akan baik-baik saja," Ucap Umi tersenyum lembut.
"Ya Umi kita berangkat dulu ya."
"Asalamualaikum."Salam mereka serentak kecuali Yuki.
"Waalaikumsalam,hati--hati bawa motornya."
Yura mengendarai motor Scoopynya bersama Yuki. Arin bersama Fitri dengan motor Vario hitam. Yoon jin dan Yoon so mengenakan motor traiker. Rachel mengenakan motor traiker orennya.
Tiga puluh menit berada diatas motor kini mereka telah sampai di gerbang mewah menuju vila keluarga Kim.
__ADS_1
"Wuihhh keren banget vila keluarga Kim."Kagum Fitri yang sudah berada di teras vila keluarga Kim.
"Kalian enggak lapar."Tanya Yura yang
kelaparan.
"Lapar banget."
"Masuk dulu yuk."Ajak Yoon so.
Yoon jin membuka pintu masuk yang terkunci rapat.
"Silahkan."
Mereka masuk kedalam vila mewah elegan keluarga Kim.
"Langsung ke dapur aja,"ajak Yoon jin memimpin jalan.
"Udah langsung ada makanan ?"Tanya Yura.
"Iya,udah di masakin Bibi tadi."
Mereka berjalan menuju dapur yang tertata rapi terasa sangat hangat. Makanan sudah memenuhi meja makan berbentuk bulat.
"Wihh, keren banget."Puji Fitri berulang kali.
"Gue lapar banget nih, anggap rumah sendiri ya."Dengan santai Rachel duduk di kursi membuka tudung saji.
"Kayanya ini bukan vila bokap gue deh,"oceh Yoon so menatap datar Rachel.
"Yura lo mau makan apa,biar aku ambilin. " Tawar Yoon so lembut.
"Udah--udah, piring gue udah penuh."
"Oo,iya--ya,Yuki makan yang banyak."
"Iya,"Jawab Yuki dengan senyuman.
'Ini cewek lapar apa doyan,tuh piring udah enggak ada ruang lagi.'Yoon jin membatin menatap piring nasi Yura yang menggunung.
"Lo pada jangan heran sama gue, kalau makannya enggak sekuali gue enggak kenyang,"oceh Yura sambil mengunyah.
"Telan dulu Yur,"ucap Yoon so sambil tersenyum.
"Maaf,"jawabnya sambil mengunyah.
__ADS_1