North Pole Couple

North Pole Couple
Episode 69


__ADS_3

🌺 Assalamu'alaikum 🌺


Di bawah cahaya terang dari lampu belajar mini milik Yura. Yura menatap cover buku yang tak sengaja ia temukan di bawah meja Yoon so. Entah bagaimana awal mula kejadiannya, tiba-tiba saja buku tebal yang berukuran mini itu berada di bawah meja Yoon so.


Yang jelas Yura memungut nya karena Yoon so sudah pulang duluan. Yura berusaha menahan diri untuk tak membuka buku yang tergeletak di hadapan nya. Walau sedari tadi terdengar bisikan-bisikan yang terus mendorong Yura untuk membaca buku itu.


"Aduh!! ini buku apa sih ? kenapa gue bawa pulang. Kan jadi penasaran !"Yura kesal dengan perasaan kepo nya.


"Huff!!" Yura membuang nafas kasar sembari memejamkan matanya. Cover yang di gambar dengan polesan warna yang aestetich itu benar-benar menarik perhatian siapa saja yang melihatnya. Namun Yura berusaha berpegang teguh untuk tidak sembarangan membaca buku orang tanpa izin.


Yura meraba perlahan buku itu dengan hati-hati.


Bahaya kalau sampai ada lecet sedikit pun.


"Hmm..kalau baca depan nya doang enggak apa-apa kan."


Yura membulat kan tekad yang besar untuk membuka lembaran buku itu. Lagian ini kan buku Yoon so. "Tuh anak enggak bakal ngamuk kok kalau gue baca nih buku." Yura Tersenyum jahil sembari membuka satu-persatu lembaran buku itu.


"Eh!!"


Mata Yura membulat sempurna,saat membaca halaman pertama.


Yoon jin:-

__ADS_1


Tertulis nama pemilik buku diary yang hendak ia baca dengan tekad bulat.


"Astaga!! ini buku Yoon Jin! bukan buku Yoon so!"


Yura benar-benar tak menyangka seorang Yoon jin. Ya Yoon jin yang wajah nya datar dan sulit tersenyum, spesies sejenis dengan dirinya membuat buku diary.


Bukannya berhenti membalikkan lembaran buku. Yura lebih semangat ingin membaca isi dari diary Yoon jin. Ia sudah tak bisa mengontrol dirinya untuk berhenti membaca buku diary Yoon jin. Dan pada akhir nya Yura bergadang semalaman hanya untuk membaca buku diary Yoon jin.


Benteng yang ia bangun agar tetap menjaga adab untuk tak membaca buku orang lain tanpa izin seketika runtuh tak tersisa. Berniat hanya membaca halaman pertama berujung halaman terakhir.Di temani suara jarum yang terus berputar Yura melalui malam dengan hati yang terus berdebar.


Hoam!!


Dengan mata yang masih terpejam Yura berusaha duduk tegak diatas kasur nya. Ia benar-benar berharap tiba-tiba saja ada notifikasi dari grup sekolah kalau hari ini ada libur mendadak. Agar ia bisa melanjutkan tidurnya setelah shalat subuh.Seperti biasa Yura berjalan melas menuju kamar mandi untuk melaksanakan rutinitas pagi nya.


Di atasnya terkapar telur dadar yang di gulung dengan asap yang masih mengepul.


Yura menikmati sarapan nya dengan semangat meski mata panda berpindah ke wajahnya.


"Kamu enggak tidur ?" Umi bertanya tak senang melihat lingkaran hitam yang melingkar di kantung mata putri semata wayangnya.


Yura menggeleng lemah,"Yura tidur kok,cuma sebentar."


"Ngapain begadang ? ngerjain pr ?" Abi ikut nimbrung.

__ADS_1


Yura kembali menggeleng dengan mulut yang terus mengunyah enggan berhenti. Tiba-tiba saja Yura mengembangkan senyum.


Gelagat Yura tak lepas dari pantauan Abi dan Umi. Kedua nya saling bertatapan heran. Apa yang membuat anak satu-satunya itu tiba-tiba tersenyum tanpa sebab.


"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri."


Seketika saja raut wajah Yura berubah datar seperti sedia kala. "Astaghfirullah kamu kenapa sih nak. Kamu enggak sakit kan ?" Umi menampilkan ekspresi khawatir.


Takut anak nya yang mudah berubah ekspresi itu mengalami gangguan mental.


"Enggak apa-apa kok Umi,Yura cuma teringat sesuatu."


Yura menghabiskan butiran-butiran nasi di piring nya dan segera meneguk segelas air putih di hadapannya.


"Abi,Umi,Yura berangkat ya."Yura mencium lembut punggung tangan Abi dan Umi bergantian.


"Hati-hati,"Umi mengelus lembut kepala Yura.


"Assalamu'alaikum !!"


"Waalaikumsalam!"


"Yura kanapa Bi ?" Tanya Umi terus memandang punggung Yura yang perlahan menjauh.

__ADS_1


"Aman kok Umi, tenang aja,"jawab Abi santai sambil terus mengunyah.


__ADS_2